
Boy yang menghentikan langkah Card membuat dirinya bingung dengan tingkah laku dua sepupu itu.
Aku segera masuk kedalam kelas dan mengambil satu foto kecil yang mengingat ku akan kenangan bersama Hans. Terkadang kita akan menemui sebuah masalah yang bahkan dapat menyebabkan berakhirnya sebuah hubungan. Namun, saat kisah cinta harus usai berakhir, biasanya rasa yang timbul adalah sedih, kecewa, atau galau. Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.
Tampa kusadari, setetes air mata jatuh ke foto tersebut. Rasanya aku ingin kembali pulang ke Karawang dan menghampiri keluarga ku yang disana bahkan menghampiri Hans. Sampai detik ini Hans masih menjadi alasan utama kenapa hatiku belum mau menerima siapa pun.Seandainya tidak ada badai, pelangi tidak akan muncul untuk memberi warna.
Sekeras apa pun aku berlari dari kenyataan. Sekeras apa pun aku berlari dari takdir untuk mencari jawaban dari semua pertanyaan, jawaban dari semua itu cuma ada satu, yaitu kau hanya aku yang terlambat tahu.
Aku hanya bisa menatap fotonya saja. Aku tak bisa menggapai tangannya bahkan memeluk dirinya.
Tettttttt.......tetttttttt ..... tettttttt....... tettttttt....
Bel sekolah berbunyi yang menandakan pelajaran terakhir akan segera di mulai.
Tak lama saat bel berbunyi Card masuk kedalam kelas dan langsung duduk disebelah ku.
"Gitttt loooo baik baik aja kan" tanya Card kepada ku.
Aku yang tak karuan hanya bisa membalas dengan senyuman.
10 menit menunggu guru masuk dan ternyata hari ini pak Tono tak masuk kedalam kelas dikarenakan ia harus membawa anak nya ke RS. Para siswa yang mendengar kabar itu membuat mereka merasa gembira kesenangan. Selama jamkos berlangsung aku hanya bisa membaca novel sambil dengerin musik.
What would I do without your smart mouth?
Drawing me in and you kicking me out
You've got my head spinning, no kidding
I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me
But I'll be alright
My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
__ADS_1
And you give me all of you, oh oh
How many times do I have to tell you?
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down, I'm around through every mood
You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can't stop singing, it's ringing, in my head for you
My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
And you give me all of you, oh oh
Give me all of you
Cards on the table, we're both showing hearts
Risking it all, though it's hard
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
__ADS_1
And you give me all of you
I give you all of me
And you give me all of you, oh oh
Tiba tiba semua orang bertepuk tangan. Aku heran kenapa semua orang bertepuk tangan. "wahhh gilaaa Git, suara looo bagus banget" ucap Reya si anak culun. Aku tak sadar ternyata suara ku membuat semua orang terpukau mendengar nya.
"Gitttt mending looo aja yang wakili kelas kita buat ikutan lomba nyanyi di bulan depan nanti. Nah loooo nanti duet sama Card. Dia yang main gitar looo yang nyanyi." Ucap Reya kepadaku.
Mendengar perkataan Reya membuat tak enak dengan Citra yang awalnya dia yang bakalan mewakili kelas kami buat ikutan lomba. Aku sadar kalo posisinya aku itu anak baru di sekolah ini. Tapi aku juga tak enak hati menolak tawaran anak kelas.
"Nanti aku pikirkan lagi ya, sebelumnya makasih banyak looo udah nawarin aku ikutan lomba" jawabku.
Citra yang melihat ku dengan sinis membuat hati ku tambah tak enak. Ya walaupun aku masih kesal sama tingkah lakunya tadi pagi. Akhirnya bel pulang sekolah tiba. Yang awalnya aku pulang bareng Boy ternyata kali ini aku bakalan di anterin Card pulang. Ihhhh aku kesal sama Boy, udah tau aku murid baru belum tau banget sama sekolah ini pake acara di tinggal segala.
kringgggggg..... kringgggggg.....
Telpon masuk dari Boy. "Gittt.... loooo pulang sama Card dulu ya. Soalnya gue mau kerkom dulu. Ingat looo ga boleh keluyuran setelah itu " ucap Boy kepadaku.
"Ihhh Boyyy!!!! kamu kokkk ninggalin aku si" jawabku sambil kesal. Tanpa berbicara panjang Boy langsung mematikan telponnya. Tak lama mobil Card menghampiri ku.
......................
"Ayokkk buruan masuk" perintah Card.
Rasanya aku segan aja gitu sama Card. Baru hari pertama sekolah dan kenal udah buat dia repot. Ini semua gara gara Boy, awas aja kalau aku udah sampai rumah. Aku bakalan aduin ke mama Dena.
"Laper ga?" tanya Card.
"Ga kok, udah kita pulang aja kerumah. Ntar mama nyariin aku kalau aku lama pulang" jawabku kepada Card.
Krukkkk...... krukkkk....
"Katanya ga laper tapi kenapa perut loo bunyi hahahah" ucap Card sambil ngeledek.
"Iya-iya aku laper" jawabku.
Melihat aku yang kelaparan, Card pun berhenti dan membawa ku pergi ke suatu tempat. Card membawa ku ketempat makan yang mana tempat ini itu terkenal di Surabaya.
"Kamu mau pesan apa" tanya Card kepada ku.
"Samain aja deh sama lo, lagian aku ga tau mau makan apa" jawabku.
Mendengar jawaban dari ku, Card pun memesan semua makanan yang ada di menu. Duhhh kannn rasanya aku semakin segan sama dia. Kenapa Boy biarin aku berutang budi sama orang sihh. Aku benar ga enak hati sama Card. Tadi pagi bunga mawar sekarang diajak makan.
Obral singkat yang kami bicarakan dan akhirnya selesai juga kami makan. Saat ingin membayar Card tak memberikan kesempatan buat aku membayar semua ini. Katanya selagi pergi sama cowo, cewe ga perlu repot-repot ngeluarin uang. Ternyata cowo vampir ini baik juga ya. Aku kira dia cowo yang sok cool itu hahahah ternyata aku salah.
Selesai makan, dan saat ingin masuk kedalam mobil. Tak sengaja ada kucing yang menghampiri ku. Aku merasa takut dan tak sengaja memeluk Card dengan erat.
"AKHHHHHHH Carddddd ada kucing!!!!!" teriak ku sambil memeluk Card.
Card yang melihat ku merasa ketakutan langsung ketawa. Aku yang masih merasa ketakutan semakin erat memeluk erat tubuh nya. Rasanya aku sedang memeluk Hans.
"Ohh tidak.. Maaf, aku tak sengaja memeluk mu. Aku takut sama kucing makanya spontan langsung meluk" ucap ku sambil gugup.
"Iya gpp. Santai aja Git'' balasnya kepadaku sambil ketawa.
Aku merasa malu, kokk bisa ya aku meluk dia. Ini semua gara gara kucing yang nyebelin itu. Arghhhhhhhhhh ntah apa yang bakalan Card pikirkan tentang ku. Karena merasa malu aku segera masuk kedalam mobil. Didalam mobil aku hanya bisa terdiam dan memikirkan kejadian itu, kenapa aku bisa meluk dia.
__ADS_1