
Darah Card tak kunjung berhenti, ternyata jika Card mengalami hal seperti ini. Dia harus meminum obat nya. Duhhhh keadaan Card hampir sama kayak yang aku alami. Melihat kondisi Card aku menjadi teringat akan keadaan Devan yang pernah ia alami.
"Gittttt.... Oiii Anggitttt !!!!" ucap Boy kepada ku .
"Ehhh iya Boy ada apa?" tanya ku sambil gugup.
"Looo kenapa sini Git? Jangan bilang mikirin Hans" tanya Devan kepadaku
Aku hanya bisa terdiam sejenak dan menatap Boy.
Ohh Tuhann mengapa engkau memperkenalkan ku dengan beberapa cowo yang tingkah lakunya hampir sama. Gumam ku dalam hati.
Sejam lebih menemani Card di UKS akhirnya keadaan Card mulai membaik. Boy bilang dia hanya kecapean karena semalam mereka berdua bermain bola basket sampai sore hari. Selepas dari UKS, aku kembali masuk kedalam kelas.
"Hallooo cantikk.. boleh kenalan ga" rayuan para cowo di kelas.
Aku hanya bisa berjalan dan langsung duduk di bangku ku.
Tettttttt......tettttt......tettttttt......
Bel sekolah akhirnya berbunyi yang menandakan bahwa kelas telas berakhir.
...----------------...
"Looo anak baru ya di sekolah ini, dan looo kenapa bisa dekat banget sama Boy" ucap cewe yang tiba-tiba mendatangi ku.
"Iya, aku murid baru di sekolah ini dan kenapa kalau aku dekat sama Boy? ada masalah? " jawabku kepadanya.
"Dihhh udah bagus looo ya.... Anak baru udah berani cari masalah" desak nya kepadaku.
Melihat wajahnya yang penuh amarah membuat ingin ketawa.
"Ehhh asal looo tau Citra ini pacarnya Boy, pacar ketua OSIS di sekolah ini" ucap kawannya Citra.
"Ohhhh tapi menurutku itu ga penting si" jawabku dengan sambil senyum kepada mereka.
Mendengar jawabanku seperti ini membuat mereka merasa kesal dengan ku. Citra yang tadinya hanya bertanya kepadaku akhirnya memberanikan diri untuk mendorong ku. Aku hampir jatuh hanya saja tiba-tiba Card datang dan menolong ku.
"Loooo semua gila ya" bentak Card kepada mereka.
"Dia anak baru udah bagus cari masalah disini" jawab Anggun ke Card.
__ADS_1
"Cukup ya !!! Anggit ini sepupu kesayangan Boy, adiknya Boy. Sekarang udah tau kan" desak Card kepada mereka.
Mendengar perkataan dari Card, seketika mereka menjadi diam. Ntah apa yang mereka pikirkan. "Ehhh kami minta maaf ya, gue ga tau kaloo looo itu sepupunya Card" ucap Citra sambil menarik tangan ku.
Cewe angkuh yang sok berkuasa membuatku merasa tak suka untuk memandang nya. Citra adalah cewe nya Boy. Ternyata ini cewe yang Boy bangga banggakan. Cihhhh rasanya apa yang Boy ceritakan tak sebanding dengan tingkah nya hari ini. Tangan ku tiba-tiba berdarah, mungkin karena kena tepi meja sih. Citra yang melihat tangan ku berdarah langsung menarik nya dan membersihkan lukanya. Aku rasa dia takut si kalau aku bakalan ngadu ke Boy.
"Cukup !!! ga usah pura pura baik deh. Mulai detik ini jangan pernah dekati Boy lagi" perintah ku kepada Citra.
Mendengar perkataan ku Citrapun langsung pura pura nangis dan menelpon Boy dan menyuruh nya datang kedalam kelas mereka.
Tak lama kemudian, Boy pun datang dan menghampiri mereka.
"Cit... Kamu kenapaa nangis?" tanya Boy kepada Citra.
"Sepupu kamu tadi dorong aku" jawabnya kepada Boy.
"Ehhhh Boy kalau looo lebih percaya sama Citra ketimbang adek lo sendiri itu kelewatan banget si" ucap Card.
"Aku bingung ini kalian kenapa, tiba tiba Citra nangis dan sekarang kenapa tangan Anggit luka". Ucap Boy sambil bertanya.
"Dia luan yang tiba-tiba marah ke aku dan mendorongku sampai tangan ku seperti ini" jawabku kepada Boy.
Di jalan aku bertanya kepada nya kalau ini mau kemana. Tapi Boy tak menjawab nya. Sampai di depan ruangan yang ternyata ruangan cctv. Citra yang melihat semua ini merasa panik.
"Ayokkk masuk, kita lihat siapa yang salah dan benar." ucap Boy sambil menyuruh kami masuk.
Akhirnya kami semua masuk dan menyaksikan tayangan cctv. Citra tak sadar kalau di depan kelasnya ada cctv yang mengarah kedalam kelas mereka. Melihat hasilnya membuat Boy merasa murka.
Aku tau Boy sangat menyayangi ku, dia tak mau ada seorang pun yang menyakiti ku sekalipun itu pacarnya sendiri. Kemurkaan Boy membuat semua orang merasa taku.
"Berani beraninya kamu dorong sepupu aku,jadi ini kelakuan kamu di belakang aku. Kamu pura pura baik tapi di belakang suka menindas orang dengan mengatas namakan kamu cewenya ketua OSIS" bentak Boy kepada Citra.
"Bukan gitu Boy. Aku ga sengaja dorong sepupu kamu" pembelaan yang dilakukan Citra tetap saja tidak meluluhkan hatinya Boy.
"Cukup ya!!! mulai sekarang kita putus." Ucap Boy sambil marah.
Setelah mengetahui semuanya Boy langsung pergi dari ruangan itu. Aku dan Card pun segera menghampiri Boy. Melihat kemarahan nya membuat ku merasa takut akan hal yang akan ia lakukan. Tanpa berlama-lama aku segera menghampiri nya dan meninggalkan Citra di ruangan itu.
"Boyyy.... tungguuuu ..... !!! " teriak ku sambil mengejar.
Amarah Boy sulit di kendalikan. Aku yang kuwalahan menarik tangan nya. Akhirnya aku bisa menarik tangan nya dan menghentikan langkah Boy.
__ADS_1
"Boy udah cukup, aku baik baik aja kok. Lagian ini luka kecil Boy. Kamu jangan seperti ini. Mungkin Citra ga tau kalau kamu sepupu aku. Makanya dia cemburu pas aku dekat sama kamu" ucapku sambil menenangkan diri nya.
"Tapi ga seharusnya dia seperti itu Git. Aku kan udah janji sama mama Visca kalau aku bakalan jagain kamu." Jawabnya sambil kesal.
"Iya aku tau, kamu udah janji sama mama aku tapi aku juga ga boleh seperti ini Boy" balasku kepadanya.
Boy yang mendengar jawaban ku hanya bisa terdiam. Aku dan Card mengajak Boy pergi ke kantin untuk makan siang. Yahh sambil meredakan amarahnya.
"Buuu jus jeruk nya 3 baksonya 3 ya". Aku pun langsung memesan makanan.
"Gittt looo kan ga boleh makan bakso" ucap Boy.
"Sssstttttt diam !! hari ini aku yang traktiri kalian berdua" jawabku.
Tanpa berdebat panjang dengan Boy. Akhirnya pesanan kami sampai juga. Duhhhh perutku udah laper dari tadi. Gara gara cewe Boy yang angkuh itu membuat jadwal makan siang ku jadi lama.
Perbincangan yang kami lakukan bertiga seketika membuat amarah Boy semakin meredam. Canda tawa yang kami lakukan membuat kami merasa bahagia. Aku pun sejenak melupakan kesedihan ku terhadap Hans. Tak lama perbincangan yang kami lakukan tiba-tiba ada orang yang mengantarkan bunga mawar.
"Permisi mbaa... ini bunga untuk mba dari mas Card" tersontak akupun terdiam dan menatap Card.
"Ehhh iya makasih banyak ya mas." Jawab ku kepada mas ojol.
Aku merasa heran mengapa Card memberikan aku bunga mawar ini.
"Kenapa looo tiba-tiba kasih gue bunga ini" tanyaku ke Card.
"Ini tanda terimakasih ku karna udah nolongin aku tadi pagi." jawab nya sambil tersenyum.
Melihat semua ini membuat Boy mengejek ku.
"Cieeeeahhh Anggittt.... Aduin mama lah hahahhaha" ledekan Boy.
"Ihhh apaan si Boy!!!" jawabku sambil kesal.
"Terima ya Git, ini tanda terimakasih aku buat kamu. Semoga kamu suka sama bunganya." ucap Card.
"Yaudah iya. Makasih banyak looo" Balasku sambil menatap nya.
Wahhh hari pertama sekolah udah dapet bunga aja dari cowo vampir hahahhaha. Tapi kok dia tau aku suka mawar. Lagian dia belum pernah jumpa aku sebelumnya. Mungkin dia bertanya sama Boy. Bunganya harum sama seperti orang nya hehehe... Perlakuan Card membuat ku teringat dengan Hans. Hans yang begitu baik kepada ku. Aku terdiam sejenak dan langsung meninggalkan mereka berdua.
Mungkin melihat tingkah ku, Boy tersentak di hatinya kalau aku pasti teringat dengan masa laluku. Melihat semua ini, Boy menghentikan Card yang niatnya menyusul ku.
__ADS_1