Beri Aku Ruang

Beri Aku Ruang
Setetes Darah


__ADS_3

"Anggit sayangggg bangun... Ini udah jam berapa, ntar kamu telat lo" teriakan mama Dena membuat ku terbangun.


Melihat jam dan sudah menunjukkan pukul 05.30 yang menandakan aku harus segera bergegas mandi dan bersiap-siap. Karena tadi malam rasanya sulit buat tidur dan akhirnya aku telat bangun.


"Maaf maa paa aku telat bangun karena tadi malam aku susah banget buat tidur" ucap ku kepada mama Dena dan papa Bams.


"Looo ga bisa tidur karna mikirin Hans kan" sahut Boy kepada Anggit sambil mengoleskan selai roti


"Boyyy... Cukup ya !!! looo ga usah ikut campur urusan gue dengan Hans" balas ku kepada Boy dan seketika aku langsung pergi ke mobil dan enggan sarapan pagi bersama.


Ucapan Boy pagi ini benar benar buat aku merasa kesal. Rasa ingin tak mengingat Hans justru dengan ucapan Boy semakin membuatku sulit melupakan Hans. Dengan rasa kesal di hati pagi ini rasanya aku tak mood buat bersekolah di sekolah baru ku. Rasanya aku pingin sendirian dan pergi ke taman. Tapi kalau aku pergi mama Dena dan papa bakalan khawatir. Lagian aku juga udah janji sama mama papa yang ada di Karawang kalau aku ga bakalan ngerepotin mama Dena sama papa Bams. "Huffftttt Boyyyy !!!!! ''


kringgggggg..... kringgggggg....


Panggilan masuk dari Hans


......................


''Hallooo kak'' ucap ku kepada nya.


''Gitt... Kamu apa kabar, aku kangen sama kamu, tadi malam aku telpon tapi yang angkat malah sepupu kamu" balasnya kepadaku.


''Ohhh iya tadi malam karna aku capek banget makanya aku cepat tidur. Oh ya kak udah dulu ya, Anggit mau pergi sekolah dulu" aku segera mematikan telpon dari Hans.


Ntah apa yang bakalan ia pikirin aku tak peduli. Yang terpenting bagiku gimana caranya agar aku bisa mengendalikan emosi ku. Rasanya aku benar benar kesal pagi ini.


"Gitt... kamu marah sama aku? Aku minta maaf ya, tapi jujur aku ga suka lihat sepupuku di sakiti. Maaf Git aku salah" Ucap Boy sambil menghampiri ku di dalam mobil.


Karna rasa kesal ku yang berapi api membuat ku tak merespon ucapan Boy.


"Yaudah iya kalau kamu marah sama aku gpp ntar pulang sekolah ikut aku, aku bakalan nunjukin sesuatu ke kamu" ucap Boy yang kedua kalinya kepadaku.


Tak lama mama Dena dan papa Bams masuk kedalam mobil. Mama yang membawakan aku sebekal roti dan menyuruhku membawanya ke sekolah.


Karena mama dan papa tau aku sedang kesal, akhirnya mereka mencoba menghibur ku, tapi rasaku semua itu sia sia. Rasa kesal ku tetap tibul di hati ini. Aku benar-benar kesal dengan ucapan Boy tadi pagi. Tapi aku ga boleh menunjukkan kekesalan ku kepada semua orang. Karena ini adalah hari pertama ku di lingkungan yang baru. sebisa mungkin ku harus memberikan feedback yang menarik kepada mereka.

__ADS_1


15 menit di perjalanan, akhirnya kami sampai di sekolah nya Boy. Yahhhh sekarang si sekolah ku juga. SMA Negeri 2 Surabaya. Sekolah terbaik di Surabaya.


Saat aku turun dari mobil semua siswa/i menatap ku dengan tatapan histeris. Mungkin mereka heran aku siapa kenapa bisa ada orang baru masuk ke ranah ini. ''Maa kenapa semua orang natap aku seperti itu" tanyaku kepada mama. Dan mama menjawab ini kalau mereka kaget kalau ada anak baru yang datang. Keliling sekolah dan memperhatikan setiap sudut yang ada dan ternyata luas juga sekolah nya. Hampir sama luas nya kayak sekolah ku yang lama.


Mama mengajak ku masuk ke ruangan kepala sekolah. Dan memperkenalkan ku dengan Bu Sari selaku kepala sekolah di SMA Negeri 2 Surabaya. Bu Sari ternyata kawan dekat nya mama Dena. "Selamat pagi Sar, ini dia keponakan kesayangan ku yang aku ceritakan kemaren itu" ucap mama Dena kepada bu Sari. Sepintas bu Sari langsung menghampiri ku dan memberikan senyuman manisnya.


"Ohhhh inii ya Anggit yang kamu ceritain ke aku, cantik banget keponakan kamu Na mirip sama kamu" jawab bu Sari.


Jawaban bu Sari membuat ku merasa senang seketika rasa kesal ku hilang karena melihat respon bu Sari yang begitu baik kepada ku.



"Sayang ... ayokk kenali diri kamu sama Bu Sari" perintah mama Dena.


"Iya maa. Selamat pagi bu, perkenalkan saya Anggita Anastasya mungkin ibu bisa panggil saya Anggit, saya pindahan dari SMA Negeri 03 Karawang. Mungkin itu saja perkenalan singkat dari saya semoga saya bisa menjadi murid yang baik nantinya di sini ya Bu" balas ku kepada mama dan salam kenal kepada Bu Sari.


...----------------...


Tanpa berbincang yang panjang akhirnya aku di bawa ke dalam kelas. Yahh aku memasuki kelas unggulan di sana. Heran banget si tapi kata bu Sari nilai ku bagus bagus semua dan saat di tespun aku mendapatkan nilai yang sempurna. Walau beda kelas dengan Boy tapi jarak kelas kami sebelahan kok.


"Selamat pagi buuuu" jawab semua murid.


"Hari ini kita kedatangan murid baru, mungkin perkenalan nya bisa di lanjutkan oleh Bu Yuni. Ibu ijin pamit ya" pamit bu Sari.


Tak lama Bu Sari keluar dari kelas bu Yuni pun segera mempersilahkan diriku buat memperkenalkan nama ku.


"Silahkan perkenalkan nama kamu dan asal sekolah kamu dulu" ucap bu Yuni kepada ku.


"Baik buu terimakasih banyak. Hallooo semuanya perkenalkan aku Anggita Anastasya mungkin kalian bisa panggil aku Anggit, aku pindahan dari SMA Negeri 03 Karawang. Sebelumnya terimakasih" ucap ku kepada semuanya.


Setelah berkenalan Bu Yuni mempersilahkan ku duduk dan menyuruhku duduk di samping cowo tinggi putih yang wanginya itu buat hati cewe meleleh. Aku pun menghampiri nya dan duduk di samping nya.


Selama pelajaran aku bingung ingin meminjam buku siapa, rasanya aku segan meminjam buku nya. Aku kira aku bakalan satu kelas sama Boy dan bisa minjam bukunya dan ternyata tidak.


"Nahhh kamu bisa pake buku aku" ucap cowo vampir kepadaku.

__ADS_1


Iya siii kulitnya yang putih persis seperti vampir.


"Eh iya makasih banyak" balas ku kepadanya.


"Kenali aku Card sahabat nya Boy. Kamu sepupu nya Boy kan" ucap si cowo vampir.


"Lohh kamu kenal sama Boy, kok kamu tau aku sepupu nya" ucapku pada si vampir.


"Boy cerita ke aku kalau dia punya sepupu yang bakalan pindah ke sini, dan dia juga nitip kamu ke aku buat jagain kamu di kelas ini" balasnya kepadaku.


"Ohh gitu, Oya aku Anggit " ucap ku.


Perkenalkan singkat dengan si vampir. Dan setengah jam pelajaran tiba tiba si vampir mimisan.


"Card.. kamu kenapaa" tanyaku kepada nya.


"Gpp Git, mungkin aku kecapean" jawabnya.


"Buuu permisi ke UKS ya, soalnya Card tiba-tiba mimisan" teriak ku kepada Bu Yuni.


"Looo Card kamu kenapa nak, yauda cepat bawa Card ke UKS" jawaban histeris dari Bu Yuni.


Setetes demi setetes, darah nya semakin kencang. Aku heran kenapa kali ini orang mimisan parah begitu ya. Muka Card mulai pucat seketika ia pingsan. Aku pun panik melihat Card yang tiba-tiba pingsan di pelukan ku. Untung saja Boy datang dan menolong ku membawa Card ke UKS.


Sesampai di UKS Card belum sadarkan diri. Darah nya terus menerus mengalir.


"Boy... Dia kenapa" tanya ku kepada Boy.


"Kalau dia cape dia suka begini Git" jawab Boy.


"Tapi kenapa bisa sampai separah ini, apa kita seharusnya bawa dia ke RS aja" ucapku kepada Boy.


"Ga perlu Git ini udah hal yang biasa bagi Card" jawab Boy kepada ku.


Tak lama Card bangun dari pingsan nya dan aku pun membantu nya membersihkan darah nya menggunakan sapu tangan yang aku bawa.

__ADS_1


__ADS_2