
Kurang lebih 15 menit perjalanan pulang akhirnya aku sampai ke rumah. Aku segera turun dari mobil.
"Makasih banyak ya buat ini hari, sebelumnya aku benar-benar minta maaf soal kejadian tadi" ucapku kepada Card.
"Iya Gittt gpp kok, santai aja" balasnya dengan senyum di wajah.
Saat ingin masuk ke halaman rumah ternyata ada mama yang sudah menunggu ku pulang dari sekolah.
"Gitttt... kenapa kamu ga suruh Card masuk kedalam rumah. Kan bisa sekalian makan malam sama kita" tanya mama kepadaku.
Aku yang mendengar perkataan mama, segera kembali menghampiri Card untuk menyuruh nya ikutan makan malam.
"Looo disuruh mama ikutan makan malam dirumah gue, jadi looo ga boleh nolak ajakan mama" ucap ku kepada nya.
Card yang mendengar perkataan ku segera turun dari mobil. Saat ingin berjalan untuk masuk kedalam rumah, tanpa melihat kebawah ternyata ada kulit pisang yang membuat hampir terjatuh. Card yang ada dibelakang ku tersontak menahan tubuh ku agar tidak jatuh. Tatapan Card yang begitu dalam membuat ku sejenak hanyut kedalam nya.
__ADS_1
ARGHHHHHHHHH iniii semua pasal kulit pisang yang menyebalkan. Pertama gara gara kucing dan sekarang aku hampir terjatuh karna kulit pisang.
"Duhhhhh siapa si yang buang kulit pisang sembarangan" gumam ku dalam hati.
Aku semakin dekat dengan Card. pelukan yang Card berikan semakin erat. Tatapan yang begitu dalam.
"Loooo baik baik aja kan Git" tanya Card kepadaku.
Aku hanya menggeleng kan kepalaku yang memberikan tanda bahwa aku baik baik saja.
Kulit pisang yang pertama sudah kelar diselesaikan.
Karena takut jatuh, tak sengaja aku menarik tangan Card. Dan akhirnya kami berdua jatuh.
Mama yang melihat kejadian itu, spontan langsung tertawa. Duhhh rasanya sakit banget. Kenapa hari ini rasanya hari yang sial.
__ADS_1
Siapa yang membuang kulit pisang sembarangan. Kesel banget tau, jatuh karena kulit pisang.
"Aduhhhh maaaa.... Pinggang Anggit sakit banget tau ma" keluh ku kepada mama.
"Anggit... Anggit... kalau jalan pakai mata sayang. Kamu jatuh tapi Card juga ikutan terjatuh" ucap mama.
Mendengar perkataan mama, spontan aku langsung melihat Card. Kasihan juga Card, aku yang terjatuh tapi dia malah ikutan terjatuh gara gara aku menarik tangan nya.
"Loooo baik baik aja ga si Card" tanyaku sambil panik.
"Pinggang ku lumayan sakit lah" jawaba Card.
Aku merasa bersalah banget satu hari ini.
"Ohhh Tuhannnnn kenapa hari ni aku banyak merepotkan orang ya. Aku tak tau apa yang dipikirkan oleh Card. aku rasa dia menyesal mengantarkan ku pulang ke rumah" gumam ku dalam hati.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang aku segera bangkit dan membantu Card buat bangun. Melihat keadaan Card, aku segera menyuruh nya duduk di sofa dan segera masuk ke kamar untuk ganti baju.
Rasanya hari ini aku tidak adil, gara gara aku Card jadi terkena banyak masalah. Aku bingung harus berbuat apa untuk menebus rasa bersalah ku. Selesai ganti baju, aku sejenak membuka laptop ku dan mencari referensi. Mana tau aku menemukan ide untuk memberikan kado kecil sebagai ucapan maafku karena telah merepotkan dirinya.