
Keluarga Meng merasa bahwa penjelasan Tuan Muda Meng tentang toko game online ini adalah hal yang harus diperiksa. Mereka memutuskan untuk mengirim lima orang cultivator muda yang memiliki level rendah untuk pergi ke alamat yang telah diberikan oleh Tuan Muda Meng.
Namun, ketika mereka tiba di alamat tersebut di pagi yang masih gelap, mereka tidak terkejut ketika menemukan ,toko online game online itu masih tertutup rapat yang menunjukan jika belum ada tanda-tanda aktivitas.
Saat mereka mencoba membaca papan nama di depan toko, terlihat beberapa siluet yang muncul di latar belakang. Semakin dekat, mereka menyadari bahwa ada keluarga lain yang telah tiba lebih awal.
Saat kelompok Meng berbicara tentang toko, salah satu dari mereka tiba-tiba mendapati seseorang yang berdiri di depan kelompok itu yang terlihat agak akrab. Dia berseru, "Oh, apakah kau Go Ping dari keluarga Go?"
Go Ping tersenyum lebar dan menjawab, "Ya, ini aku. Hei, apa yang kalian lakukan di sini, dan siapa ini?" Dia menunjuk ke seorang anggota kelompok Meng.
Meng Ah menjawab, "Kami hanya berjalan-jalan pagi seperti biasa untuk rutinitas pelatihan. Oh iya, ini adalah kerabatku dari keluarga meng . Tapi kalian juga satu kerabat, bukan?"
Meski sedang bertanya seperti itu namun di dalam hati dia berkata "Apakah mereka juga ingin bermain game Apakah misi untuk merebut kursi akan gagal?"
Go Ping tertawa, "Ya, hehehe, kami masih satu kerabat. Kebetulan kami juga sedang berlatih, hehehe.".
Mereka tidak berbicara tentang bermain game .Tapi pada dasarnya menyadari jika tujuan mereka saat ini sebenarnya adalah sama saja.
Ketika pertemuan itu berlangsung, rasa penasaran muncul dan mereka saling bertanya apa yang sedang terjadi di sini. Jawaban dari hampir semua orang hampir sama, "Kami datang ke sini untuk bermain game. Katanya asik, jadi kami ingin mencobanya."
Tetapi di antara semua senyum dan percakapan ramah, semua orang sebenarnya tahu apa tujuan sebenarnya.
Mereka ingin merebut kursi pertama untuk bermain game lebih awal. Pada suatu titik, suasana mulai tegang ketika pertarungan mulai muncul di antara mereka yang mengatakan, "Kami yang datang lebih awal maka kami yang berhak mendapatkan kursi lebih awal."
Keluarga go sudah datang dan duduk sini seawal jam 03.00 malam, dari tuan muda go, mereka mendapatkan betapa sulitnya mendapatkan kursi. Dan akan semakin sulit jika tuan muda memasukkan ini dalam agenda keluarganya jadi Itulah sebabnya keluarga Go sudah mengirimkan talenta talenta muda mereka awal jam 03.00 pagi.
Karena itu mereka tidak akan mundur dengan mudah.
Keluarga Meng tidak menerima argumen ini dan berbicara dengan tegas, "Kenapa bisa begitu? Siapapun yang bisa mendapatkan kursi adalah orang yang berhak bermain lebih awal, berarti siapa cepat dia dapat."
Segera semua orang mengambil sikap memulai pertempuran. Belum diketahui Apakah argumen dari tuan muda masing-masing adalah benar tapi yang nyatanya ini juga adalah misi dari para tetua.
Pertarungan antara para cultivator saat ini sudah biasa terjadi. Bahkan pembunuhan juga dikatakan wajar jika alasannya tepat.
Tapi apakah alasan untuk merebut kursi untuk bermain game itu bisa dikatakan wajar?
Entahlah.
Tapi pertanyaan yang tak terjawab muncul, "Kenapa toko ini tidak buka lebih awal?" Dan yang lainnya mulai mencoba untuk mencari tahu jadwal jam berapa toko ini sebenarnya dibuka. Namun, tampaknya tidak ada yang tahu dengan pasti, dan itu menambahkan misteri dan kekacauan dalam pertemuan mereka.
Ketika matahari mulai menyinari langit, keheranan dan rasa persaingan mulai tumbuh di antara keluarga Meng dan keluarga Go.
Semua orang masih berdiri dalam posisi siap tempur, tetapi tidak ada satu pun di antara mereka yang benar-benar berniat untuk saling melukai hanya demi sebuah kesempatan untuk bermain game. Kedudukan mereka tetap tidak berubah, menahan ketegangan, dan menunggu dengan antisipasi. Mereka tahu bahwa persaingan untuk mendapatkan sebuah kursi adalah serius, tetapi tidak ada yang ingin mengambil langkah ekstrem.
Ketegangan ini berlangsung lama, hingga suara pintu mendadak terbuka. Ternyata, pemilik toko telah membuka pintunya sekitar jam 07.00 pagi. Yang membuka pintu toko adalah Weiwei sendiri.
Sementara ayah dan ibunya masih sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk sarapan pagi, Weiwei memanfaatkan waktu ini untuk membuka toko. Dia biasanya mengharapkan pelanggan datang sekitar jam 08.00 atau lebih, dan dia sama sekali tidak menduga bahwa saat dia membuka toko, sebenarnya sudah ada 10 orang yang telah bersiap dalam posisi yang sangat siap tempur.
Pintu toko baru saja terbuka setengahnya, namun kehebohan tak berlangsung lama. 10 orang yang sudah siap tempur segera berbondong-bondong masuk, mendorong pintu sedikit dan menyebabkan Weiwei, sang pemilik toko, terkejut. Teriakan dan kerumunan yang mendadak memenuhi toko, tetapi tidak ada niat untuk bertarung. Mereka hanya ingin mendapatkan perhatian Weiwei.
__ADS_1
"Saya ingin membuka akun!" teriak salah satu dari mereka, suaranya bersaing dengan yang lain yang juga meminta hal yang sama.
Weiwei mengangguk cepat, mencoba merespon semua permintaan mereka secepat mungkin, "Tentu, saya akan membuka akun kalian"
"Pemilik toko,ini Bayaran untuk membuka akun dan untuk 5 jam pertama."
"Hei awas, aku sudah duduk, oke "
"kau...ahh!"Segera orang yang berdiri ini merasakan aliran listrik di dalam tubuhnya dia sudah menerima pesanan dari tuan muda. Mereka tidak bisa membuat keributan di dalam toko jika tidak ingin diusir atau menerima hukuman.
Jadi ketika tamu ini,merasakan aliran listrik itu ,dia juga mengetahui jika dia sudah melanggar pengaturan, jadi secara diam-diam dia mundur ke belakang dan menutup mulut.
Hanya saja dia tahu hukuman masih akan didapatkan dari para tetua, karena tidak mendapatkan kursi lebih awal.
Ketika Weiwei melihat orang-orang berebut-rebut kursi, dia merasa campur aduk antara terkejut dan senang. Walaupun dia hanya memiliki 5 kursi, peningkatan pelanggan yang datang begitu mendadak membuatnya merasa bahagia. Dia tahu bahwa pelanggan adalah raja, dan dia akan berusaha sebaik mungkin untuk melayani mereka dengan baik.
Weiwei dengan senang hati menerima permintaan lima tamu tak dikenal yang ingin bermain. Dia mendaftarkan mereka sebagai tamu untuk 5 kursi pertama, sementara 5 lainnya harus puas berdiri di belakang orang-orang yang beruntung mendapatkan giliran pertama.
Pemilik toko tidak pernah bertanya tentang asal-usul mereka, itu yang ada di pikirannya ,hanyalah para tamu yang datang untuk bermain game. Semakin banyak pelanggan yang datang, semakin banyak kristal energi yang akan dia peroleh. Dan dia tahu bahwa dengan pemasukan yang cukup besar, benih spiritualnya akan berubah menjadi akar spiritual yang lengkap.
Kedua orang tua Weiwei mendengar kehebohan di bawah dan segera turun untuk melihat apa yang terjadi. Mereka senang melihat keramaian para tamu yang datang untuk bermain game. Ayah Weiwei tersenyum dan berkata, "Sepertinya mereka adalah tamu. Mulai sekarang, kita tidak perlu khawatir toko kekurangan pelanggan di masa depan."
Ibu Weiwei tersenyum lembut, penuh harapan. Dia memeluk lengan suaminya dan berkata, "Ayo kita naik ke atas dan buat sarapan agar putri kita bisa sarapan lebih awal."
Mereka berdua naik ke atas dan dengan penuh semangat memulai pekerjaan mereka, sementara Weiwei, yang masih tersenyum bahagia, masuk ke akun pribadinya dan mulai bermain game sendiri.
Weiwei telah menyelesaikan game Mystic VR1 beberapa kali, dan dia senang memulainya kembali. Keuntungan menjadi pemilik toko adalah dia bisa bermain game kapan saja dan selama yang dia inginkan. Dengan kebebasan seperti itu, Weiwei bisa memilih karakter yang berbeda setiap kali dia memainkan permainan ini dari awal lagi.
Dalam game ini, terdapat empat karakter yang dapat dimainkan, dua karakter wanita dan dua karakter laki-laki. Yang menarik adalah seorang wanita dapat memilih karakter laki-laki, tetapi sebaliknya, karakter laki-laki tidak bisa memilih karakter wanita.
Berikut adalah empat karakter yang tersedia:
1.Nara, Seorang penyihir yang mahir dalam sihir elemen dan penyembuhan. Dia memiliki hati yang lembut dan selalu siap membantu teman-temannya.
Kael, Prajurit berani dengan pedang besar yang kuat. Dia adalah pemimpin tim dan selalu siap menjaga perlindungan timnya.
Lina, Penjaga hutan yang memiliki koneksi kuat dengan alam. Dia adalah panduan tim dan sangat bijak dalam melihat tanda-tanda alam.
__ADS_1
Aric,Seorang penyelidik cerdas yang selalu memiliki trik di lengan bajunya. Dia ahli dalam memecahkan teka-teki dan menjelajahi gua-gua tersembunyi.
Setiap karakter memiliki keunikan dan keterampilan khusus yang membuat Weiwei terus bersemangat untuk menjelajahi dunia virtual Mystic VR1.
"Aku sudah memahami game ini dengan Nara, jadi sekarang aku punya ingin menyelesaikan lain, bagaimana jika itu artinya aric, manusia biasa tanpa kemampuan apapun namun selalu memiliki trik untuk memecahkan teka-teki dalam menjelajahi gua-gua tersembunyi?" pikir nya.
Weiwei memulai permainannya dengan memilih karakter Aric, seorang manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, tetapi memiliki otak yang cerdas untuk memecahkan misteri dan teka-teki yang muncul dalam petualangan. Dalam tim ini, Kael adalah ketua kelompok yang tangguh, tetapi penasihat strategi sebenarnya adalah Aric.
Weiwei menyadari bahwa dalam game ini, setiap karakter memiliki keistimewaan tersendiri dan peran yang penting dalam tim. Meskipun ini hanyalah dunia virtual, dia merasa semangat untuk menjalani petualangan sebagai Aric dan berkontribusi pada keberhasilan timnya dalam mengatasi tantangan yang muncul di dunia Mystic VR1.
Dengan keyakinan ini, dia memulai permainan dengan semangat dan berharap dapat menyelesaikan semua misi dan misteri yang menantang bersama karakter Aric yang cerdas.
Weiwei merasa seperti benar-benar menjadi karakter Aric dalam permainan, merasuki perannya sebagai bawahan dalam tim. Saat Kiel, sang pemimpin tim, memberikan penjelasan yang sebenarnya sudah sering didengar oleh Weiwei, dia memilih untuk tidak melewatkan informasi tersebut dan fokus untuk melatih dirinya sendiri dalam hal konsentrasi.
Ketika Aric akhirnya dapat bergerak, dia mencoba memberikan saran yang bijak kepada Kiel, pemimpin tim, tentang melindungi aura mereka sebelum menghadapi musuh pertama, harimau emas. Weiwei, yang tahu kelemahan musuh ini, berusaha memberikan saran yang bisa membantu timnya.
Weiwei sebagai Aric berkata"Kapten tim, kita seharusnya berjaga-jaga dan tidak boleh terburu-buru. Bagaimana jika kita meminta penyihir untuk melindungi aura kita lebih dulu agar tidak bertemu musuh yang tidak diinginkan?"
Ini adalah saran yang dipikirkan oleh ww karena dia mendapatkan pengalaman dari bermain Nara berkali kali.
Namun, Kiel menolak mendengarkan saran dari bawahannya dan menegaskan posisi Aric sebagai bawahan yang hanya perlu mendengarkan perintah.
Rupanya watak asli dari karakter Kiel, adalah egois dan keras kepala.Jadi karakter Kiel tanpa niat untuk mendengarkan dengan baik berkata ,"Kau hanya perlu mendengarkan perintah, Aric".
"Tapi kapten...!"
"Sudah, Ayo bergerak "kata Kiel yang membuat semua orang bergerak ke dalam hutan termasuk lah Weiwei dengan karakter aric nya.
Karena ketua tim sudah mengatakan seperti itu, jadi semua karakter termasuk Weiwei berjalan masuk ke dalam hutan kecil. Di mana mereka segera bertemu dengan harimau emas yang sebesar bukit dengan taring-taring nya yang mengerikan.
Segera, saat pertarungan dimulai, Aric, karakter yang dimainkan oleh Weiwei, hanya bisa melihat Kiel bertarung dengan gigih, berteriak perintah-perintah pada karakter lainnya. Meskipun begitu, otak Weiwei mulai mengumpulkan informasi, dan dia mulai memahami kelemahan harimau emas.
Weiwei sebagai Aric berteriak dengan semangat."Kapten, kelemahannya ada di tengah-tengah mata! Ayo, tikam di situ dan dia akan mati!"
Namun, Kiel, sebagai pemimpin yang keras kepala dan egois, enggan mengikuti saran bawahannya.
Kiel tanpa niat untuk mendengarkan, segera berkata dengan nada kasar,"Aku adalah pemimpin tim, Aric, dan aku tahu apa yang aku lakukan!"
Tapi dalam hati, Weiwei merenung tentang perbedaan antara karakter yang biasa dia mainkan.Karakter Nara hanya berfokus pada kemampuannya untuk bertarung, dan Aric, yang lemah sebenarnya mampu membuat strategi bagus untuk mencari kelemahan musuh.
Ini adalah momen penting di mana Weiwei merasa bahwa kecerdasan bisa menjadi senjata yang kuat.Tapi segera di halangi oleh atasan yang sok kuat dan menolak menerima saran saran dari orang lain.
Jadi dalam karakter aric, musuh yang sebenarnya bukanlah para monster tapi anggota tim nya sendiri m
Maka, Weiwei merasakan permainan ini lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga sebagai refleksi dunia nyata yang penuh dengan tantangan dan ketidakadilan.
__ADS_1