
Weiwei bukanlah seorang kultivator sejati ,dia terlahir tanpa akar spiritual.Tapi sejak mengelola toko game online, dunianya adalah alam maya yang terjalin dengan kode-kode dan permainan yang memikat.
Namun, hari ini adalah hari yang luar biasa.Weiwei akhirnya berhasil mencapai target misinya . Itu adalah momen yang telah lama ia tunggu-tunggu.
Weiwei merasa getaran ajaib dalam dirinya. Ini adalah akar spiritual, hadiah yang begitu diimpikannya. Kini, ia merasa memiliki kekuatan dan kemampuan yang di impikan oleh semua orang yang hidup dari dunia kultivasi ini.
Dalam kebahagiaan dan kepuasan, Weiwei mengangkat pandangan ke arah dentian.Ini sudah benar benar membentuk akar bukan lagi sebuah benih.Ia tahu bahwa dengan akar spiritual ini, akan tantangan-tantangan baru yang menunggunya.
Tapi ini bukan waktunya untuk memeriksa kondisi tubuhnya karena masih ada banyak orang di dalam toko.
Ayah Weiwei tidak tau apa yang terjadi tapi dia melihat wajah putri nya agak pucat jadi dia mendatanginya dan berkata,"Weiwei, pergi lah istirahat di kamarmu,ayah akan mengganti kau di sini"
Weiwei menggangguk dan tidak berlama-lama karena dia memang sedang butuh itu
Tapi tetua dari kelompok Go menahannya dan berkata," pemilik toko, apakah artefak komputer ini sedang di jual?kami akan membayar banyak kristal ,ayo bicarakan saja harganya"
Weiwei segera tersedak,dia melebarkan matanya sesaat sebelum sadar jika perilaku ini tidak pantas mengingat jika yang bertanya adalah seorang senior.
"Para tetua,maaf tapi artefak ini tidak di jual,ini hanya lah permainan saja"kata weiwei pelan yang berusaha sopan.
Kultivator tua mengernyitkan kening ketika Weiwei dengan tegar mengumumkan bahwa artefak komputernya tidak akan dijual. Rasa ketidaksenangannya semakin terlihat di wajahnya. "Pemilik toko begitu sombong," gumamnya, menggambarkan ketidakpuasannya. Untuk yang kedua kalinya, ia mencoba meminta dengan sopan, " jangan begitu tidak tahu diri, ayo kami tidak ada masalah tentang uang sama sekali"
Weiwei, pemilik toko yang tampaknya tidak menyerah, sekali lagi dia menggelengkan kepala dengan tegas. "Tidak dijual," ucapnya dengan mantap.
Pria tua tersebut mulai merasa terganggu oleh sikap keras kepala Weiwei. Dengan perasaan ketidakpuasan ia mengeluarkan aura spiritualnya, meskipun ia menyadari bahwa pemilik toko ini memiliki akar spiritual yang sangat lemah.
Tetua Go, dengan rasa percaya diri yang melekat pada kemampuannya, mencoba menindas Weiwei dengan tingkat aura spiritual yang tinggi yang dimilikinya. Baginya, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan dominasinya karena ia telah melihat bahwa lawannya baru saja memperoleh akar spiritual yang baru terbentuk.
Dengan pandangan tajam, ia mengarahkan aura spiritualnya dengan intensitas penuh ke arah Weiwei. Namun, apa yang terjadi selanjutnya mengguncangkan ekspektasinya. Weiwei, dengan ketenangan yang menakjubkan, tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap tekanan aura yang mendekatinya. Tekanan kuat yang dikeluarkan oleh Tetua Go hanya menghilang begitu saja, seolah-olah tanpa jejak, seperti angin yang melintas.
Tetua Go tidak bisa mempercayai mata dan indera spiritualnya. Ia mencoba lagi untuk kedua kalinya, lebih keras dan lebih tegas, namun hasilnya tetap sama; Weiwei tetap tak tergoyahkan. Kekuatan dan ketangguhan pemilik toko game ini telah mengherankan Tetua Go.
Percobaan ketiga Tetua Go juga tidak berubahkan hasilnya. Aura spiritual yang ia keluarkan seperti tetap menabrak tembok tak terlihat yang melindungi Weiwei. Namun, pemilik toko game tersebut tetap tenang, tanpa goyah sedikit pun.
Dalam kebingungan yang mendalam, Tetua Go akhirnya memutuskan untuk menarik kembali aura spiritualnya. Ia memandang Weiwei dengan rasa ingin tahu dan ketidakpastian. Dalam suasana yang tegang, ia bertanya, "Siapakah sebenarnya dirimu?"
Kejadian ini membuat tetua itu heran dan emosi. Dia kembali meningkatkan tekanan aura, dan kali ini Weiwei menggelengkan kepala dan memberikan peringatan tegas, "Ini adalah peringatan terakhir. Kalau senior terus melanjutkannya, aku harus membuat daftar hitam khusus untukmu."
Tekanan aura yang dikeluarkan oleh tetua tadi , juga dirasakan oleh para pemain dan penonton. Go Han, yang menyaksikan situasi ini, merasa terkejut karena pernah melihat kejadian serupa.
Para dedengkot tua dari kelompok ini,berada di Tingkat Pemula atau foundation Establishment di level menengah.Jadi Go Han masih percaya diri jika Dedengkot tua ini akan menang pada akhirnya.
Namun, tiba tiba saja,Go Han merasakan sesuatu yang tidak beres saat tekanan aura tiba-tiba menghilang, sama seperti sebelumnya.
Go Han merasa ada sesuatu yang buruk dan dengan cepat, dia bangkit untuk berbicara dengan tetua itu, "Kakek, pemilik toko hanya memiliki benih spiritual, dia bukanlah lawanmu sama sekali. Jadi, lebih baik kita lupakan saja, baik?"
Kata-kata Go Han berfungsi untuk meredakan ketegangan, tapi di telinga para tetua ini kata-kata itu penuh dengan kejutan. Salah satu tetua menanyakan kepada Go Han, "Apakah dia orang yang mendapatkan benih spiritualnya beberapa hari yang lalu?" Mereka sebelumnya telah mendengar kisah itu, tetapi mereka tidak menyadari bahwa Weiwei adalah orang yang dimaksud.
Go Han menganggukkan kepala dan menjawab, "Ya, memang dia yang dimaksud."
"Apakah kau yakin tidak salah? Masalahnya, dia memiliki akar spiritual, bukan lagi benih!" kata salah satu tetua.
Kata-kata ini membuat seisi toko keheranan. Belum satu minggu sejak Weiwei mendapatkan benih spiritual, dan hari ini benih itu telah berubah menjadi akar spiritual. Pertanyaan muncul, "Apakah ini penipuan?"
seperti yang diketahui sebelumnya tidak mudah untuk seseorang yang baru memiliki benih mengubahnya menjadi akar. jika seseorang memiliki sumber daya dia harus mengkonsumsi pil eliksir selain daripada meditasi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan bahkan ada juga yang mengalami ini selama bertahun-tahun.
Tapi apa yang terjadi jika pemilik toko hanya menjalaninya secara santai seraya bermain dan itu hanya satu minggu?
__ADS_1
Apa kau bercanda?
tidak ada yang mempercayai ini secara mutlak Jadi mereka buru-buru mengarahkan pandangan spiritual ke arah Weiwei dan jatuh ke arah dentiannya yaitu di sekitar pusar.
Kebanyakan orang bisa memindai seseorang yang berada di level yang lebih rendah.Weiwei baru saja mendapatkan akar spiritualnya dalam hitungan menit .Jadi dengan mudah dia dipindai begitu saja oleh orang-orang yang berada di tokonya. Hasilnya semuanya di bikin melongo dan memandangnya seperti Dia adalah seorang monster yang hidup.
"Ya dewa kultivasi ,apakah ada yang salah di sini ?"
"Ah ini tidak mungkin ,mataku mungkin ada yang salah"
"Ah benar ini adalah akar spiritual tapi kok bisa ya padahal belum seminggu loh"
Pertanyaan demi pertanyaan jatuh begitu saja, ayah dan ibu weiwei juga terkejut mendengarnya. Tapi berbanding terbalik dengan orang lain, mereka bahkan bahagia dan ingin berjingkrak -jingkrak di sini jika tidak malu dengan usia sendiri.
Ibu segera bertanya dan memegang tangan putrinya dengan bangga," Weiwei apakah ini benar?"
Weiwei harus mengetuk dahinya sendiri karena dia justru tidak tahu apa-apa tentang itu. Walaupun begitu dia mengakuinya dan berkata," memang benar ibu aku baru saja mendapatkannya dan ini belum ku pelajari lebih lanjut"
Tiga tetua keluarga Go tidak bisa berkata-kata dan mereka juga tidak bisa menindaklanjuti masalah ini.
tapi salah satu dari mereka bertanya, apa yang terjadi kenapa kau bisa mengalami perubahan ini tidak sampai satu minggu?"
Weiwei tidak tahu harus menjawab apa namun dia adalah pemilik toko ,jadi dia berkata ,"aku tidak tahu aku hanya bermain game dan itulah yang terjadi hehehe"
Sebuah jawaban yang simpel namun benar-benar membuat semua orang terkejut terutama dengan tiga tetua ini.
Keinginan untuk membeli artefak yang tadinya membuncah sekarang menjadi sebuah impian yang tidak akan bisa dilakukan sama sekali.
Jika pemilik toko yang awalnya tidak memiliki apa-apa menumbuhkan benih dan kemudian berakar hanya dalam durasi kurang dari satu minggu bukankah itu artinya ada pendukung kuat di belakang orang ini.
Tapi siapa itu.
Ada sebuah istilah yang mengatakan di atas langit masih ada langit yang lainnya dan itu yang kemudian disadari oleh para tetua ini. Bukan mereka takut untuk kalah dalam pertempuran tapi mengingat kemampuan orang di balik toko tersebut ,mereka sudah kalah sebelum bertarung.
Jadi lebih baik menggunakannya sebagai teman alih-alih membawanya menjadi musuh.
Keinginan tadi segera ditekan dan wajah yang tajamnya bengis menjadi berseri-seri dengan senyum yang lebar.
"Ohh jadi bermain game bisa dikatakan sebagai sebuah pelatihan, Apakah itu yang dimaksudkan oleh pemilik toko?"
"Hem nggak tau juga ya tapi mungkin aja sih"jawaban imbigu diberikan oleh weiwei , bukan saja membuat orang marah tapi merasa bersemangat ingin bermain.
Bahkan tetua Go merasa uang yang sudah dihabiskan untuk pelelangan reservasi tadi benar-benar bukanlah apa-apa.
Informasi ini saja sudah membuat mereka menyadari jika situasi sebenarnya lebih baik daripada pergi ke menara biru.
Anak anak yang pergi ke menara biru sebenarnya hanya untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka berkembang.Tapi juga mengasah strategi bertempur mereka.
Tapi keburukan dari menara biru, penggunanya harus membayar sejumlah uang di sana. Dan ketika terjadi kecelakaan ataupun kematian dari pertarungan yang terjadi di dalam menara biru, pemilik bahkan tidak akan pernah bertanggung jawab dan juga tidak akan pernah dituntut.
Sudah berapa nyawa yang melayang di menara biru karena pelatihan itu.
Tapi jika anda bermain game Anda tidak akan mendapatkan keburukan apapun selain dari harus mengeluarkan dana. dalam jangka waktu tertentu anda akan digiring untuk mengalami beberapa fase pertempuran di sana yang mengasah kemampuan pemainnya.
Semakin cepat para pemain ini mendalami karakter,maka pemahaman mereka tentang kultivasi juga akan meningkat di saat yang sama.
Ini luar biasa.
__ADS_1
Weiwei tidak tahu apa yang dipikirkan orang-orang ini tapi dia bergerak untuk naik ke atas di bawah tatapan kagum semua orang.
Weiwei masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam kemudian dia duduk bersemedi.
Ayo cari tahu jenis spiritual mana yang anda miliki saat ini.Apakah sama seperti yang dikatakan oleh sistem, jika akar spiritualnya adalah jenis dari 5 elemen sekaligus.
Weiwei yang duduk di tengah ruang meditasi yang tenang, matanya terpejam dalam meditasi mendalam. Ia merasa tegang karena saat ini adalah saat yang sangat penting dalam perjalanan menuju pemahaman akar spiritualnya.
Ohh Weiwei bahkan tidak memiliki guru spiritualnya sama sekali.
Sekarang Weiwei hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri dan percaya kepada sistem game online.
Ketika Weiwei memejamkan matanya dia bisa merasakan, titik-titik energi yang berbeda warna.weiwei tidak memiliki guru jadi dia tidak mengetahui apa yang mewakili warna tersebut.
Namun Weiwei tahu jika mereka mewakili 5 elemen.Seseorang yang hanya memiliki satu elemen hanya akan melihat satu warna saja, tapi Weiwei melihat 5 warna sekaligus.
Dari sini dia mulai yakin memang dirinya mendapatkan 5 elemen tadi secara gratis, tapi juga akan menjadi beban psikologi untuk menjadi masa depan.
Tapi titik-titik energi tadi mulai menyerbunya dan masuk ke dalam dirinya secepat kilat.
Mereka segera masuk dalam dentiannya,Weiwei merasa dengan jelas jika kehadiran lima elemen dasar yang berlomba-lomba untuk bersatu di dalam dirinya.
Api, air, tanah, udara, dan energi roh semuanya bersentuhan di jaringan kompleks yang ada di dalam dentiannya. Namun, bukannya harmoni, elemen-elemen ini justru saling bertabrakan. Ini membuat Weiwei merasakan sakit di seluruh tubuhnya, dan otaknya terasa pening karena belum pernah menghadapi sesuatu yang sekuat ini sebelumnya.
Uhkkk...
Weiwei segera memuntahkan darah kental,dia merasa area dentiannya seperti sedang terbakar.
("tuan rumah harap sabar, jika kau bertahan maka kau akan berhasil")
Weiwei merasa khawatir karena tidak ada guru yang menuntunnya tapi ketika digema mendengar suara dari sistem dia merasa, aman dan rasa tertekannya tadi menjadi lebih rileks.
Orang yang bermimpi memiliki akar spiritual seperti Weiwei ,sebenarnya memiliki kemauan yang keras jadi dia bertahan dan mencoba untuk terus-menerus dalam posisi fokus.
fokus... fokus ..fokus....
Dalam keadaan yang sulit, Weiwei bersikeras untuk tetap tenang. Dalam meditasinya, ia mencoba untuk memahami bagaimana menetralkan elemen-elemen yang bersaing satu sama lain.
("5 elemen memiliki watak masing-masing seperti hewan kecil yang perlu dijinakkan jadi ayo jinakkan mereka terlebih dahulu sebelum bisa mengaturnya pada koridor itu")
Ia memusatkan pikirannya, mencoba untuk menemukan cara agar elemen-elemen ini tidak bertumpuk dan membuat jalur masing-masing di dalam jaringan kompleks di dalam dirinya.
Secara bertahap,dia mengumpulkan semua elemen dengan warna yang sama,lalu dia secara perlahan-lahan menggiringnya menjadi dalam sebuah kelompok.
Ini sulit karena dibutuhkan dengan fokus yang kuat.Oh Setelah lama ma bermain game online weiwei memiliki konsentrasi yang luar biasa.
Baru sekarang Weiwei tahu, jika bermain game bisa menstimulasi otak dan membuat fokus pada satu titik.
Segera dia berhasil.
Weiwei mulai merasakan adanya keseimbangan yang mulai terbentuk. Ia membiarkan elemen-elemen ini berinteraksi dengan lembut, mengarahkan mereka untuk bekerja bersama. Api dan air yang semula bersaing, kini mulai berdampingan dengan harmoni. Tanah dan udara menyatu dalam keseimbangan, menciptakan fondasi yang kuat. Energi roh yang semula kacau, kini mulai berirama dengan elemen-elemen lainnya.
Saat akhirnya, Weiwei merasa bahwa elemen-elemen ini telah menemukan tempatnya masing-masing dalam dirinya. Dalam keadaan tenang, ia merasakan kekuatan akar spiritualnya semakin kuat dan terhubung dengan dunia sekitarnya.
Ini adalah pencapaian yang luar biasa dalam pencariannya untuk memahami dirinya sendiri dan akar spiritualnya yang unik.
Sementara Weiwei sedang bertarung dengan 5 elemen, orang orang di bawah terutama dengan para tetua, merasakan pergolakan elemen yang menyerbu ke lantai atas.
__ADS_1
Di sini tiga tetua, merasakan jika mereka sudah terlalu tua. Gadis muda itu sebenarnya sedang mengolah elemennya sendiri dan itu tanpa kehadiran seorang guru.
Ini benar-benar tua dan tertinggal zaman.