berkultivasi dengan game

berkultivasi dengan game
6


__ADS_3

Saat seseorang pertama kali memainkan sebuah game, mereka mungkin merasakan campuran antara rasa penasaran, eksitasi, dan ketidakpastian. Mereka mencoba memahami aturan dan mekanika permainan, sambil berusaha mencapai tujuan dalam game tersebut. Pengalaman ini seringkali penuh dengan perasaan antusiasme dan tantangan yang baru.


Ini yang terjadi pada Go Han sekarang. Kembali dari toko game online, dia langsung masuk ke kamarnya lagi. Dia tidak bisa tidur tapi terus mengingat pengalaman bertarungnya di game online. Ini membuat dia penasaran dan ingin pergi lagi ke sana. Begitu pagi datang, Go Han langsung keluar tapi pergi untuk bertemu ayah di ruang tamu.


"Ayah," sapai Go Han.


"Ahan, cepat banget kau bangun, mau ke Menara Biru?" Tanya ayahnya yang sedang dalam posisi bersemedi.


Ayah dan anak sama-sama memiliki akar spiritual angin. Ayah Go selalu ingin putranya ini maju. Go Han adalah putra pertama, jika memungkinkan kelak dia akan menggantikan posisinya sebagai kepala keluarga.


Tapi Go Han sepertinya tidak memiliki bakat berkultivasi sama sekali meskipun dia terlahir dengan akar spiritual. Tapi kemampuannya menyerap pelajaran dalam membina diri benar-benar adalah nol. Buktinya dia masih ada di tahap awal kultivasi level tiga pada usianya sekarang. Ini lah yang membuat ayahnya khawatir.


"Ayah tidak ada gunanya pergi ke Menara Biru, ayah. Aku membutuhkan casual energi sekarang, beri aku beberapa," kata Go Han.


Mendengar itu, pandangan ayahnya segera berubah. Dia menghentikan tindakannya bersemedi tapi duduk seperti biasa dan menatap putranya ini sambil menghela nafas panjang. Kapan Go Han bisa berkembang.


"Ahan, kudengar semalam kau di-bully lagi, apa begitu?" tanya nya alih-alih mengiyakan permintaan putranya ini.


Go Han yang ditanya segera ingat tentang kejadian kemarin. Dibully oleh beberapa orang di sekolah, sudah biasa terjadi bahkan ayahnya sendiri tidak bisa membantunya. Ini adalah dunia di mana kekuatan adalah segalanya. Tapi Go Han seperti anak sekolah yang tidak naik kelas dalam beberapa tahun, sementara para siswa yang berada di usia yang sama sudah melampaui kelas yang lebih tinggi.


Sebagai seorang putra dari keluarga inti, hal ini sangat memalukan sekali. Beberapa tetua bahkan mencoba membujuk ayahnya untuk mengadopsi sepupu yang lebih berkemampuan agar bisa menjadi kepala keluarga selanjutnya jika Go Han tidak ada peningkatan sama sekali.


"Ayah aku tahu. Namun kupikir pergi ke Menara Biru juga akan sia-sia dengan tingkat pemahamanku. Tapi jangan khawatir, aku sudah pun mendapatkan pencerahan dan berusaha belajar lagi," kata Go Han dengan serius.


Ayah Go Han tidak bisa percaya begitu saja karena Go Han sudah mengatakan ini beberapa kali.


"Tidak, pergilah ke Menara Biru, ayah tidak akan memberimu kristal energi lagi jika kau tidak pergi ke sana."


"Tapi ayah, aku..."


"Sudah lah, ayah akan memberimu seratus kristal, habiskan itu di Menara Biru," kata ayah nya lagi seraya melemparkan sebuah kantong yang berisikan 100 kristal energi.


Setelah mengatakan hal seperti itu, dia menutup matanya lagi dan melanjutkan meditasinya. Melihat itu, Go Han tidak bisa lagi berbicara. Dia menahan nafasnya dan mengambil inti kristal itu.


Menara Biru adalah sebuah nama untuk pelatihan kultivasi. Untuk bisa masuk ke sana, Anda perlu membayar sejumlah dana. Untuk lantai pertama, sejumlah dana dibayarkan. Anda harus bekerja keras untuk mampu naik ke menara selanjutnya.


Tapi Go Han tidak pernah bisa naik ke menara kedua. Apapun strategi yang dia buat, semuanya akan gagal total. Bahkan Go Han tidak bisa bertahan di sana lebih dari 5 menit.


Jika sudah keluar, untuk masuk lagi maka Anda harus membayar ulang biaya masuknya. Go Han terkadang menghabiskan 100 inti kristal ini hanya dalam durasi setengah jam saja. Jadi dia menghabiskan semua uang ini dengan cara itu . Meskipun Go Han tidak mau, dia tetap saja melangkahkan kakinya pergi ke Menara Biru.


Di mana kehadirannya disambut baik oleh penjaga di sana, karena Go Han dianggap sebagai pelanggan yang loyal.


"Tuan muda Go, selamat datang," katanya dengan sumringah.

__ADS_1


Go Han menghabiskan ratusan crystal energi hanya untuk bertahan di lantai 1. tidak semua pelanggan yang seloyal dia. Jadi penjaga menara biru ini benar-benar menghargai pelanggan seperti Go Han.


Ini adalah angsa yang bertelur emas untuk menara biru.


Go Han juga mengerti pemikiran dari penjaga menara biru ini tapi dia juga tidak berdaya.Ayah bekerja keras untuk menempa dia menjadi pribadi yang lebih baik tapi ramuan alixir harganya cukup mahal. palingan ayah hanya bisa memberikan dia pil murahan untuk membangun pondasi tubuhnya.


Meski begitu tidak tahu apa yang terjadi Dia tidak pernah bisa bertahan selama lebih dari 5 menit di menara biru ini.


Dengan malas,Go Han melemparkan sekantong crystal energi pada penjaga menara biru dan dia tidak bicara apapun selain daripada berjalan maju ke depan.


Go Han berdiri di depan pintu megah dari Menara Biru yang legendaris. Ketika dia melangkah masuk, atmosfer segera berubah, mengisi udara dengan energi kultivasi yang kuat, menciptakan suasana misterius yang begitu akrab baginya.


"Dia lagi," batin Go Han, tetapi kali ini dia merasa semangat yang berbeda. Meskipun sudah ratusan kali dia menghadapi tantangan yang sama, kali ini adalah kesempatan lain untuk mengatasi kekalahan-kekalahan sebelumnya.


"Tapi dalam dunia kecil di game online, ini hanya sebatas hiburan. Kali ini, ini adalah pertarungan nyata dengan musuh yang berbeda," gumamnya dalam hati, semangatnya kembali menyala.


Dengan hati yang penuh tekad, Go Han memasuki "Tempat Pelatihan Teragung" di lantai pertama. Di sini, dia segera dihadapkan pada tantangan yang luar biasa sulit: "Arena Ilusi Seribu Bayangan." Tantangan ini menguji kekuatan fisik, kecepatan, dan ketajaman pikiran.


Ratusan bayangan, masing-masing dengan serangan dan taktik yang berbeda, menyerangnya dari segala arah, menciptakan ilusi yang membingungkan. Go Han melihat bayangan dirinya sendiri yang sangat nyata, menciptakan kebingungan yang tak terhingga.


Namun, Go Han tidak menyerah pada tantangan ini. Dia merasakan pukulan pertamanya dengan keras, tetapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Sebaliknya, dia dengan cepat mengambil langkah-langkah pertahanan dan menyiapkan serangan baliknya.


"Sialan, aku harus bisa kali ini"teriak nya dengan keras.


"Setidaknya aku bisa menghilangkan satu musuh," pikir Go Han dengan semangat.


Tapi tantangan ini tidak pernah begitu mudah. Bayangan-bayangan lainnya segera menggantikan yang telah dihancurkan, dan mereka memiliki kemampuan yang sama dengan dirinya. Go Han harus bekerja keras untuk melindungi dirinya dari serangan angin yang datang dari berbagai arah.


Tiba-tiba, Go Han mengingat kelemahan harimau emas dalam game online yang ia mainkan sebelumnya. Mereka memiliki kelemahan pada kaki. Semangatnya yang hampir padam kembali menyala.


"Dalam game, harimau emas memiliki kelemahan pada kaki. Mungkin ini adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini," pikirnya dengan cepat.


di dalam game online Go Han juga mengalami kekalahan berkali-kali namun di sana dia memiliki partner yang membantunya dan selalu mengikuti pengaturan yang dibuat.


meskipun dia masih kalah tapi ada pembelajaran yang bisa diambilnya dari kekalahan tersebut.


"Oke kalah tetap kalah tapi berjuang masih perlu di lakukan "teriaknya dengan keras demi memberikan semangat untuk diri sendiri.


Dengan penuh semangat, Go Han memusatkan serangannya pada kaki musuh-musuhnya. Sambil menghindari serangan angin yang datang dari atas, dia berhasil memotong dua musuh dengan pedangnya.


"Brak... Sret... Bruk..."


Dalam waktu singkat, dua musuh berubah menjadi kayu tiruan.

__ADS_1


Tetapi pertarungan belum berakhir. Dua musuh yang baru segera menggantikan yang telah jatuh. Go Han terus bertarung dengan tekad yang kuat, tetapi kembali ia dikepung oleh musuh-musuh yang semakin banyak.


"Tidak boleh menyerah. Aku harus terus berjuang," kata Go Han kepada dirinya sendiri sambil mencoba melindungi diri dari serangan angin yang datang.


Ketegangan mencapai puncaknya, dan akhirnya, Go Han menyerah pada kelelahan dan kebingungan. Dalam satu serangan terakhir, salah satu bayangan menghantamnya dengan kekuatan yang tak terduga, mengirimnya terlempar ke udara.


"Ahhhhkk..."


Dengan kekalahan yang memilukan, Go Han terlempar keluar dari "Arena Ilusi Seribu Bayangan" dan keluar dari lantai pertama Menara Biru. Meskipun kekecewaan kembali melandanya, dia tahu bahwa ini adalah bagian dari perjalanan kultivasinya yang panjang dan penuh tantangan.


Go Han, yang marah dan kesal setelah kekalahan telaknya, merasa semakin terperangkap dalam perasaan keputusasaan. Namun, ia menyadari bahwa kemarahannya seharusnya diarahkan pada dirinya sendiri, bukan pada penjaga yang tampaknya memperhatikannya dengan aneh.


"Penjaga, kenapa kau melihatku seperti ini, seolah-olah aku belum pernah kalah di sini!" ujarnya dengan nada marah, mencoba menutupi rasa malunya.


Tapi ketika penjaga itu memberikan pengakuan yang mengejutkan, Go Han merasa dunia seakan-akan berputar. "Tuan muda Go, kau sudah menghabiskan 1 jam di dalam sana, apa yang terjadi?" tanya penjaga dengan ekspresi khawatir.


Go Han terkejut, "Apa? Apa maksudmu aku sudah menghabiskan waktu 1 jam? Bukankah ini baru 5 menit?"


Penjaga itu menggelengkan kepala dengan penuh kekhawatiran dan sedikit kekecewaan, "Tidak, tuan muda. Ini sudah satu jam, dan hari ini adalah rekor terlama yang pernah tuan muda capai di Menara Biru."


Go Han merasa seperti ditipu, "Kau bercanda, kan?"


Penjaga itu menjawab dengan serius, "Tidak, tuan muda. Aku serius. Tuan muda menghabiskan satu jam di lantai pertama hari ini. Apakah semalam tuan muda meminum elixir baru yang meningkatkan kemampuan?"


Seseorang yang mengalami peningkatan signifikan dalam dunia kultivasi biasanya didukung oleh beberapa pil kultivasi atau ramuan eliksir yang mumpuni. Hanya itu penjelasan yang bisa dipikirkan oleh penjaga Menara Biru saat ini.


Sementara itu, Go Han juga terkejut dan memandang penjaga dengan ketidakpercayaan. Apa yang baru saja terjadi? Sepertinya ada sesuatu yang tidak biasa dengan waktu yang dia alami di dalam Menara Biru ini.


"Sulit untuk menemukan ramuan eliksir, jika pun ada itu hanya akan dilelang di rumah lelang dengan harga yang tidak murah. Tapi aku juga tidak minum pil dalam 1 minggu ini, jadi alasan apa yang membuat aku bisa bertahan di sana dalam durasi 1 jam?" pikir Go Han dalam hati.


Go Han tidak percaya dengan kejadian itu, tapi setelah dia menyelidikinya, memang dia menghabiskan 1 jam di sana. Hanya saja kemudian dia terkejut dan menyadari ada sesuatu yang berbeda.


"Game online? Apakah ini ada sangkut pautnya dengan Paviliun game online?" gumamnya di dalam hati, yang membuat jantungnya begitu berdebar tidak karuan.


Apakah bermain game untuk beberapa jam mampu meningkatkan pemahamannya tentang kemampuan diri sendiri dan gaya bertarung? Apakah itu nyata?


Pada akhirnya, Go Han tidak bisa menemukan jawaban yang cocok daripada bermain game online.


"Daripada aku penasaran, lebih baik aku ke sana lagi dan mencari tahu."


Go Han tidak berkata banyak kepada penjaga Menara Biru. Yang jelas, dia keluar dari sana dengan langkah yang tergesa-gesa, dan tujuannya pastinya adalah di toko game online atau yang tertera dengan Paviliun game online.


Hanya penjaga menara biru yang menatap kepergian Go Han seperti menatap kristal energi yang berjalan pergi dari tangan nya.

__ADS_1


Uang ku .


__ADS_2