
Di antara pegunungan yang mendung dan lembah yang hijau, terletaklah Sekte Langit Elysium, sebuah tempat yang didambakan oleh banyak pencari kebijaksanaan dan kekuatan. Sekte ini dipimpin oleh Pemimpin Jiang, seorang tokoh bijaksana dengan kekuatan luar biasa.
Namun, baru-baru ini, situasi yang tak biasa muncul. Pemimpin kelompok Sekte Langit Elysium, Guru Li, dengan wajah serius melaporkan kepada Pemimpin Jiang,
"Hormatilah Pemimpin Jiang, saya membawa kabar yang perlu saya sampaikan. Keluarga Go dan Meng, dua keluarga yang selama ini setia kepada sekte kita, telah mengirimkan pesan bahwa mereka tidak akan mengirim anak-anak mereka untuk belajar di sekte ini tahun ini. Mereka memohon untuk masuk tahun depan."
Pemimpin Jiang, yang selalu teguh dalam menerapkan "Hukum Delapan Arah" sekte ini, mengernyitkan kening, "Ini benar-benar tidak biasa. Mengapa mereka menunda keikutsertaan mereka? Apakah mereka memiliki alasan khusus?"
Keluarga Go adalah keluarga sampah di antara para kultivator dan itu tidak perlu dikhawatirkan jika mereka tidak datang tahun ini. Tapi kenapa keluarga meng juga ikut-ikutan. Tuan mudanya bisa dikatakan sebagai jenius di dalam keluarga itu .Tapi bukankah jenius juga perlu dipupuk sehingga menjadi talenta yang dikenal seluruh dunia.
Mengingat masalah itu ,Jadi mungkin ada situasi yang terjadi di belakang ini.
Guru Li menjawab, "Saya tidak yakin, Pemimpin Jiang. Ini telah menjadi perdebatan di antara anggota sekte kita ,dan banyak yang bertanya-tanya mengapa keluarga Go dan Meng membuat keputusan tersebut."
Sebenarnya mereka bukan , sekte satu-satunya di negara ini.Yang paling ditakuti adalah dua keluarga ini berpindah kepada sekte lain. Jika kabar ini diketahui oleh orang luar bukankah ini seperti menampar wajahmu sendiri.
Jadi masalah ini tidak bisa dianggap sebagai sebuah masalah yang remeh, jangan sampel hal-hal kecil bisa menjadi besar dan itu sudah terlambat ketika anda ingin menyelamatkan situasi.
Pemimpin Jiang mengangguk dan berkata, "Saya pikir kita perlu menyelidiki ini lebih lanjut. Kita tidak boleh mengabaikan hal seperti ini tanpa alasan yang jelas"
"Menyusul pertemuan itu, Akuang pergi lah untuk menyelidiki keluarga Go dan Meng"tambah nya lagi.
Akuang, yang telah mengabdikan hidupnya untuk sekte ini, merasa misi ini juga penting. Aturan-aturan Sekte Langit Elysium memiliki keterkaitan dengan situasi tersebut.
Akuang berdiri di pinggir lapangan luas dekat dengan pintu gerbang Sekte Langit Elysium. Di tangannya, dia memegang sehelai kertas yang terlihat seperti kusam dan acak. Kertas itu adalah medium yang akan membantunya berpergian ke kota dan memonitor kondisi kota, serta mencoba mendeteksi keberadaan tuan muda Go dan Tuan muda Meng.
Dengan cermat, Akuang menyuntikkan aura spiritual ke dalam kertas tersebut. Secara ajaib, kertas mulai bergetar dan mengembang, seolah-olah memiliki nyawa sendiri. Dengan satu gerakan tangan, Akuang melayangkan kertas itu di udara, dan segera, itu berubah menjadi perangkat terbang yang mengambang di atas tanah.
Akuang mengambil langkah hati-hati ke arah perangkat terbang dan dengan hati-hati melompat ke atasnya. Begitu dia bersandar, perangkat terbang tersebut mulai naik ke langit dengan ringan, melayang di atas pemandangan yang memukau. Akuang merasa energi spiritualnya berkurang secara perlahan karena dia harus terus menyuntikkan energi untuk menjaga perangkat terbang bergerak.
Ketika dia mencapai ketinggian yang cukup, Akuang melihat ke arah kota yang terletak di kejauhan. Dengan pandangan tajam, dia memperhatikan kondisi kota yang tampak seperti sebuah kota istana megah. Langit-langit cerah memberikan pandangan yang jelas, dan Akuang merasakan kehangatan matahari yang menyinari perjalanan.
Sambil terus mempertahankan perangkat terbangnya di langit, Akuang mencoba mendeteksi keberadaan tuan muda Go dan Tuan muda Meng dengan energi spiritualnya yang berfungsi mirip seperti GPRS. Dia merasakan adanya jejak kehadiran mereka, seakan-akan ada titik-titik energi yang berkilauan di jantung kota.
Akuang terus mengikuti jejak energi spiritual yang dia rasa, dan perasaan heran semakin mendalam ketika dia merasa kedua titik energi itu saling berdekatan. "Apakah mereka berteman?" pikirnya dalam hati.
Namun, saat dia mendekati pinggiran kota yang seharusnya jauh dari paviliun biru yang biasa menjadi tempat berkumpul anak-anak kaya, Akuang semakin bingung. "Bukankah mereka sering menghabiskan waktu di sana?" tanya dia sendiri.
Tetapi Akuang tidak mengucapkan sepatah kata pun saat dia mencapai tepi kota. Aura energi terakhir yang mereka tinggalkan berakhir di depan sebuah toko yang tidak biasa bagi anak-anak kaya. Akuang menundukkan dirinya ke depan toko dan membaca papan nama: "Paviliun Game Online."
Mendekati jendela toko, Akuang melihat adegan yang membuat hatinya berdetak. Di dalam, dia melihat kedua tuan muda, Go dan Meng, duduk di depan komputer dengan penuh semangat, bermain game online bersama dengan pemuda dan pemudi lainnya.
Saat mereka berteriak-teriak dalam kegembiraan dan tertawa riang, Akuang merasa emosinya berkecamuk. Keheranan, kebingungan, dan akhirnya, sedikit tawa getir ketika dia menyadari bahwa mereka hanya remaja yang mencari hiburan dan persahabatan, tak terikat oleh norma-norma kasta sosial yang biasanya mengikat mereka.
Xxx
__ADS_1
Akuang memasuki Paviliun Game Online dengan perasaan bingung yang masih mengendap di hatinya. Namun, ketika Go Han, yang sudah menyelesaikan permainannya, dia melihat kehadiran Akuang, ekspresi terkejutnya tak terbendung.
Akuan, adalah salah satu guru di dalam sektenya.
Go Han, setengah berteriak, berkata, "Guru, apa yang kau lakukan di sini?"
Tapi sayang, kegembiraan Go Han di sambut dengan Akuang yang menatap Go Han dengan dingin, matanya berkilat dengan kemarahan yang susah diabaikan. "Apa yang kalian lakukan di sini?" tanyanya, suaranya menggema di paviliun yang tadinya riuh.
Semua orang yang bermain game tiba-tiba mengangkat kepala mereka, tercengang oleh kedatangan Akuang yang tak terduga. Mereka menyapanya dengan sapaan "guru," tetapi saat mereka melihat tatapan tajam Akuang, rasa cemas dan curiga mulai merayap dalam hati mereka.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" ulang Akuang, suaranya lebih keras, menunjukkan ketidaksetujuannya dengan keberadaan mereka di sana.
Tetua Go, yang juga sedang bermain, tiba tiba bangkit dari kursinya dan mendekati Akuang dengan ekspresi terkejut. "Tuan Akuan, apa kabar? Apa yang Tuan lakukan di sini?" tanyanya dengan penuh sopan.
"aku yang seharusnya bertanya seperti itu kepada tetua go, apa yang kalian lakukan di sini?"katanya yang balas bertanya.
"Guru , Jangan berpikiran buruk anak-anak hanya bermain game di sini dan...
Kata kata game tidak dikenalnya tapi kata "bermain" sungguh akrab dengan sebuah kata yang ditujukan pada pemalas. Hanya orang malas saja yang bermain sementara orang yang rajin hanya akan belajar dan bermeditasi.
Akuang yang sudah penuh dengan kemarahan tidak bisa lagi menahan emosinya. Dia berbicara dengan keras dan tajam, "Jadi ini tujuan kalian? Bermain-main di tempat ini? Tetua sendiri yang telah menunda keikutsertaan anak-anak kalian di Sekte Langit Elysium hanya untuk bermain?!"
Ketua Go, terkejut oleh kemarahan Akuang, mencoba menjelaskan, "Tuan Akuan, Mereka akan bergabung dengan sekte, tapi kami ingin mereka memiliki pengalaman yang beragam sebelumnya."
"Lagi pula,ini juga sedang berlatih kan, jadi mereka tidak akan menyia-nyiakan waktu guru katakan "tambah nya lagi.
Kerugiannya tidak akan pernah sepadan sama sekali. Itulah sebabnya dia mencoba yang terbaik untuk membujuk guru ini agar menerima penjelasannya.
Namun, Akuang tidak dapat menerima penjelasan ini. Baginya, bermain adalah tindakan pemalas yang tak bisa dibenarkan. Kemarahannya semakin memuncak, dan tatapannya menusuk tajam ke dalam hati keluarga Go dan keluarga Meng, menyalahkan mereka atas keputusan ini yang dinilainya sangat salah.
Akuang telah menghabiskan bertahun-tahun untuk mencapai tingkat keempat di "Tingkat Pemula".
Setelah anda menyelesaikan Qi refining,anda akan memasuki level dengan sebutan, tingkat pemula. untuk melewati tingkatan-tingkatan di level ini bahkan akan lebih sulit lagi jika anda di tahap,qi refinery.
Sudah lazim terjadi di dunia kultivasi di mana orang yang lebih kuat memandang rendah orang yang lebih lemah. Mereka bahkan tidak menghormati yang namanya usia sama sekali.Seperti akuan yang saat ini berada di tingkat pemula.Dia merasa seperti seekor gajah yang bisa menginjak semut saat berhadapan dengan praktisi Qi Refining , yaitu tetua Go.
Dengan tangan yang bergetar, akuan mengumpulkan aura spiritual di telapak tangannya, menciptakan serangan yang berkilauan. Aura itu terasa tajam dan mematikan, mampu menghancurkan organ dalam lawan yang memiliki tingkat lebih rendah jika digunakan dengan optimal.
Tanpa sepatah kata, dia meluncurkan serangannya ke arah tertua Go. Aura spiritual ini menyelinap dengan cepat, dia bisa menghancurkan apapun yang ada di jalannya.
Namun, ketika serangan itu semakin mendekat ke arah lawan,Tuan Go memandang dengan tenang.Bukan saja tetua Go,para pemain game juga menahan nafas tapi jelas sangat menantikan ini.
Serangan terakhir, yang ditujukan pada toko game online,hanyalah serangan penekanan aura bukan aura spiritual yang melakukan serangan mematikan seperti ini. Pada saat itu tekanan aura tidak mampu menampakkan wujudnya lagi.
Kira kira, apakah serangan semacam ini masih mampu dipatahkan oleh toko. Atau toko hanya bisa menahan kemampuan di level tertentu.
__ADS_1
Weiwei yang baru saja, mendapatkan akar spiritualnya jelas merasakan serangan itu juga tapi, wajah nya tidak memperlihatkan jika dirinya ketakutan sama sekali.
Sistem game online-nya adalah sistem yang maha kuasa.
Ingin membuat kerusuhan di dalam toko ? hehehe silakan mencoba jika kau bisa.
Serangan aura spiritual yang membentuk tombak tiba-tiba terhenti dalam sekejap.Tapi alih-alih serangan itu sampai ke pihak lawan.Tombak dengan aura penuh tiba-tiba hilang entah kemana.
Di tempat awal serangan yang semula mematikan itu, sekarang ada kilatan cahaya yang memukau, yang mengalirkan aliran petir yang kuat.
"Akhhhh...!"
Akuan sang pelaku tiba-tiba menjadi kejang kejang di tempat karena sambaran petir yang berasal dari tempat yang tidak diketahui.
Tetapi sebenarnya, ini bukanlah petir alami, melainkan kemampuan luar biasa dari Paviliun Game Online.Mereka adalah para kultivator yang hidup di dunia kultivasi Jadi tidak mengetahui apa itu listrik. mereka masih menganggap itu hanyalah petir yang aneh.
Di sisi akuan yang masih berkedut di lantai,sebuah aliran listrik terus-menerus menyerang nya. Meskipun Akuan adalah seorang kultivator, serangan ini tak terduga.
Dalam sekejap, Akuang terlempar keluar dari toko, tubuhnya terasa seperti terbakar akibat serangan aliran listrik yang kuat. Bagi manusia biasa, serangan ini mungkin sudah cukup untuk menyebabkan kematian, tetapi karena dia seorang kultivator, itu hanya mengejutkannya dan membuat organ-organ tubuhnya berhenti bekerja untuk beberapa saat.
Untuk beberapa waktu hanya ada kesunyian di dalam toko tersebut. sampailah Weiwei berkata,"oh toko kami mendapatkan pelanggar pertama yang mendapatkan daftar hitam, hei dia tidak akan pernah bisa bermain game di masa depan ,kasihan"
Segera pandangan mereka bertumpu kepadanya , bahkan tetua Go yang justru menganggap tingkatan pemilik toko sebenarnya lebih tinggi dari yang dia pikirkan sebelumnya.
Siapa kah cultivator tua yang berdiri di balik toko ini.
Bagaimana petir bisa datang di dalam sebuah toko, di mana tidak ada langit. Jika tidak ada kultivator setingkat dewa di dalamnya,bagaimana mungkin itu dilakukan.
Tetua Go tidak banyak berkata, namun, matanya penuh dengan kekhawatiran. apapun yang terjadi Dia adalah seorang guru di dalam sebuah sekte yang besar. Tetua Go akhirnya mengucapkan, "Go Han, mengapa diam saja? Pergi dan bantu gurumu."
Go Han yang semula bengong menjadi sadar, dan dengan cepat menganggukkan kepala. Dia lari keluar dari paviliun untuk menemui Akuang yang terbaring di tanah dalam keadaan memalukan, dengan sebagian tubuhnya terbakar dan rambut yang hangus.
Go Su juga ikut keluar, memberikan pertolongan kepada Akuang yang sedang dalam keadaan malang.
Go Han mengeluarkan kata-kata dengan nada bersalah, "Guru, maafkan aku. Sebelumnya, aku tidak memberitahumu tentang peraturan di toko ini. Sekarang guru sudah masuk dalam daftar hitam pemilik toko."
Akuang tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia merasa sangat malu dengan situasinya yang memalukan. Tapi sebagai seorang kultivator yang selalu menghormati orang-orang yang lebih kuat darinya, dia menarik nafas dalam dan bertanya dengan lembut, "Siapa orang kuat di balik toko ini?"
Go Han menggelengkan kepala dan menjawab, "Aku tidak tahu, guru. Tapi bermain game di sini ternyata setara dengan berlatih."
Jawaban ini membuat Akuang terkejut dan tertarik sekaligus. Jika dia tidak merasakan serangan balas tadi mungkin dia tidak akan percaya sama sekali .Dengan wajah yang terbakar dan jelek, dia terus bertanya kepada Go Han, "Apa itu game online?"
Go Han, sebagai murid yang jujur, menjelaskan dengan penuh semangat, "Ini adalah dunia kecil yang aneh yang terkandung dalam sebuah artefak kecil. Anda tidak akan menghabiskan ratusan tahun di dalamnya, bahkan tidak akan mengalami kematian, meskipun rasa sakitnya nyata. Di dalamnya, kemampuan sebenarnya terakumulasi melalui kenaikan kultivasi bertahap."
Akuang merasakan bahwa tindakan penyerangan bodohnya tadi adalah kesalahan besar.Di masa depan dia hanya akan menjadi penonton, bukan pemain .
__ADS_1
Dalam hatinya, dia merasa seperti akan menangis karena sudah melewati kesempatan ini.
"Biarkan aku bermain, oke."