Bertanya Tentang Sebuah Rasa

Bertanya Tentang Sebuah Rasa
Bertanya tentang sebuah rasa part#3


__ADS_3

Episode sebelumnya.......


"What......! kamu Budi?!....." Balas sekertaris satu dengan teramat kaget.


"Hohoho........iya kak.Kenapa memangnya?."Tanya Budi yang terheran - heran.


"Kok aku rasa kamu itu mirip sama Youtuber yang itu ya? yang kerjaannya ngeprankin orang - orang?."Tanya sekertaris satu sembari mengingat - ingat.


Seketika budi langsung menyahut "Bravo!! ingatan kakak emang luar biasa ya?.Tepat sekali itu adalah saya."Jawab Budi dengan bangga.


"Jadi benar ya?."Tanya sekertaris satu menyakinkan.


"Benar sekali!."Balas Budi dengan pasti.


"Woww.......aku itu ngefans banget lho sama kamu.Berhubung kita itu satu sekolah dan bakalan sering ketemu juga gimana kalau nanti kita sering - seringin nongkrong bareng.Trus boleh dong minta tanda tangan sama foto bareng?!."Celoteh sekertaris satu dengan semangat.


"Eits.......gak boleh kak!."Tolak Alfi dengan tegas.


"Kenapa lho cewek centil yang respon sih?."Tanya sekertaris satu sebal.


"Ihhhhh.............."Gini kak? Budi bakalan tanda tangan sama foto bareng kakak.Tapi setelah Budi mengabulkan keinginan kakak,kakak nggak boleh kasih tantangan ke kita.Jadi gimana?."Jelas Alfi pada sekertaris satu.


"Jadi,ceritanya ngajak negoisasi?."Tanya sekertaris satu.


"Iyups benar sekali!."Sahut Arya.


"Bolehlah.Ini karena ada idolku di grup kalian ya?.Kalau enggak kalian udah aku suruh dandan jadi orang gembel kayak mereka tuh yang ada disana."Jelas sekertaris satu.


"Of course!."Kata Alfi.


Dan disinilah Budi baru unjuk suara.


"Hmm.......wait,,,,wait,,,nggak ada yang nanya pendapatku ini?."Kan aku orang yang bersangkutan juga!."Ujar budi.


Sementara tak ada yang mendengarkan dan menyetujui pendapat yang diajukan oleh Budi.


"Hihihihihi........sabar ya Bud.Kita diam aja."Jawab Mira merespon pendapat Budi.


"Iya Mir kamu memang yang paling ngertiin aku."Kata Budi menjawab.


Karena kepopuleran Budi sebagai youtuber akhirnya menangkap tanda tangan sekertaris satupun berjalan dengan lancar dan berhasil mereka dapatkan.

__ADS_1


Selesainya mereka menjalankan misi pertama mereka.Berencanalah mereka untuk beristirahat,lagi pula mentari sudah berada tepat diatas ubun - ubun mereka.Sekiranya mereka menemukan tempat yang teduh mereka bergegas duduk dan beristirahat meregangkan tubuh mereka yang kelelahan.


Arya dan Alfi mereka berdua pergi membeli minum di kios depan sementata Mira,Dodik,dan Budi duduk bersandar dibawah pohon beringin.


Canggung adalah suasana yang menyelimuti mereka bertiga.Mira yang merasa tidak nyaman dengan hal keadaan di saat itu pun,mengambil sebuah buku yang tadi dia simpan.Sambil menunggu kedatangan Arya dan Alfi,Mira pun menyibukan dirinya pada rajutan kata - kata pengukir rindu.


Di bawah sinar rembulan yang pucat pasi.Beriringan dengan kedatangan angin yang berhembus.Rambut indah milikmu yang terurai berterbangan memenuhi layar mataku.Aku,merasa puas melihatmu yang tersenyum padaku yang seolah bak bunga yang tengah merekah.Rasanya didunia yang luas ini hanya tersadar akan keberadaanmu padahal jelas kutahu bahwa bukan hanya aku dan dirimulah yang ada didunia ini.Memoriku entah sejak kapan memoriku terukir jelas tentang dirimu.Jilid tentang kehidupanku pun tertulis namamu.


Tersadar aku,bahwa dibelakang punggungku kusembunyikan setangkai bunga mawar yang mulai layu.Layu karena aku terlalu lama terpaku pada sosok bak bidadari dihadapanku.


Ketika aku membuka mulutku yang rapat,aku tersadar bahwa perlahan - lahan sosokmu itu bersatu dengan waktu.Saksi bisu rembulanlah yang menjadi saksi bisu kagumku pada sosokmu dalam semalam.Biarkan semua itu berjejak dan nyata meski esok harinya ketika ku terbangun aku lupa akan segalanya.


Tiba - tiba tanpa aba - aba Budi merebut buku yang sedang di baca oleh Mira.Seketika Mira terkejut dan langsung mencoba meraih kembali buku miliknya.


"Apa ini?.....Biarkan aku memilikimu meski dalam mimpi.Kehadiranmu adalah anugrah namun cintamu mengutukku menjadi sebuah kegilaan..


......Prfft....Wkwkwkwk......wah Mira kamu baca buku klise percintaan kek gini nih?.Apasih judulnya Pucat? wah aneh nih.Hobinya Mira pasti ngehalu mulu.Mir jangan banyak baca buku kek gini ya kasian sama otakmu pasti lelah.Kalau otakmu bisa bicara pasti bakal bilang gini "Lepaskan Mira lepaskan! aku lelah.Wkwkwkwkwkwk........kan serem jadinya kalau otak bisa bicara"Ujar Budi mengejek Mira.


"Apaan sih!.Kamu diam aja deh tokoh sampingan!!!!!."Bentak Mira malu.


"Wkwkwkwkwkw............Mira malu - malu.Tapi kamu imut banget kalau lagi malu!."Kata Budi sambil tertawa keras.


"Kenapa sih emangnya?."Tanya Budi terheran - heran.


"Gimana kalau aku aja yang bacain.Ini khusus buat kamu lho.Aku jamin aku bakal bacain dengan keras dan lantang deh!."Tambah Budi.


"Nggak usah.Makasih!."Tolak Mira.


Namun Budi tetap memaksa dan lanjut membacakan cerita itu dengan keras dan lantang.Lantas Mira yang sudah tak kuasa menahan malupun langsung membungkam mulut Budi dengan tangannya hingga ia terjatu menimpa tubuh Budi.


Mereka masih saling tatap menatap satu sama lain sama - sama bingung dengan perilaku apa yang nantinya akan mereka lakukan.


"Wahh........Mira ganas juga ya?."Olok Alfi yang baru saja datang bersama Arya.


"Hmm!.Mohon maaf perhatikan kami yang jomblo."Sahut Arya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Setelah beberapa saat sejak kejadian tadi,mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan game yang diadakan oleh para panitia.Lagi pula masih ada hari esok yang menanti.Setelahnya mereka hanya ingin bersenang - senang sebelum sekolah berakhir.


"Bud! kembalikan buku ku?."Ajak bicara Mira pada Budi.


"Buku yang tadi?.Tanya Budi.


"Iya!."Jawab Mira.


"Nggak akan aku balikin!."Tolak Budi.


"Lho kok gitu?!."Tanya Mira terkejut.


"Kalau mau ini buku kembali lho harus traktir aku nanti di akhir Minggu.Gimana?."Tawar budi.


"Hmm........?."Respon Mira ragu - ragu.


"Kenapa?.Memangnya berharga banget ya ini buku?."Tanya Budi mengejek.


Seketika Mira menjawab dengan sedikit suara yang telah dibumbui amarah,"**Memangnya kamu tahu apa tentang buku ini?."


"Oi........sejak kapan kalian jadi dekat kek gini sih**?."Tanya Alfi penasaran.


Tak ada respon sepatah kata pun dari Mira dan Budi.Malahan pertanyaan Alfi dijawab oleh Dodik.


"**Berisik!."


"Diam lho patung es**."Jawab Alfi sewot.


Untuk mengambil buku miliknya akhirnya Mira bersedia mentraktir Budi diakhir Minggu.Toh hanya mentraktir bukan kencan lagi pula Mira sudah terbiasa diakhir Minggu mentraktir si Iin.Namun tak tahu seperti apa yang kini tengah dipikirkan oleh Budi.


Sepulang sekolah,Mira langsung mengucapkan salam pada bapak dan mamaknya.Lalu berlari menuju kamarnya,derap langkahnya terdengar keras sampai ke gendang telinga.Mira lantas merebahkan tubuhnya diatas kasur tak perduli isi tas yang tadi dilemparnya berserakan kemana - mana.


Tak berselang beberapa waktu handphonenya berdering.Mira langsung mengambil tasnya yang tadi ia lempar dan mengambil belahan jiwanya.Terkejut ketika Mira melihat dengan mata kepalanya sendiri nama penelpon yang terpampang jelas dilayar handphonenya.


Next episode:)........

__ADS_1


__ADS_2