
"Kenapa nih bocah.....? kok tumben banget sih ngechat duluan,padahal biasanya kalau bukan aku yang ngechat duluan dianya nggak bakalan ngechat apa lagi nelpon?."Pikir Mira dalam hatinya,seusai melihat layar handphone yang tengah ia genggam.
.
.
.
.
.
"Siang sayang ku sayang yang paling ku cintai di hidupku?!." Chat dari orang yang di gumankan Mira didalam hatinya beberapa detik yang lalu.
"Sayang - sayangmu itu lho,bikin aku geli."Balasan Mira di chatnya.
"Kenapa In?.Ku kira peranmu di novel ini udah habis setelah episode yang kemarin itu?." Chat Mira nembalas sapaan Iin.
"Kalau emang bener kayak gitu.Plis deh authornya jahat banget sama aku." Balas Iin di dalam chatnya.
"Wkwkwkwkwkwkwk." Chat Mira yang ketawa.
"Btw...... kenapa nih?.Tumben banget situ chat duluan?." Chat Mira yang bertanya - tanya.
"Ya nggak kenapa - napa juga.Emang ngechat lho harus selalu ada alasannya ya?.Gini nih aku tuh sebenarnya cuma kepengen aja ngechat kamu sekali - kali.Trus sekalian juga aku mau berkabar gituh." Chat Iin yang menjelaskan.
"Berkabar......? berkabar kenapa sih?. Apa jangan - jangan rumahmu kebakaran ya?." Chat Mira yang mengajak barcanda Iin.
"Ih.......lelucon lho garing sumpah!." Chat Iin yang kemungkinan besar jengkel dengan Mira.
"Mana mungkin garing.Wong ini lelucon dadakan!." Chat Mira menyangkal balasan Iin.
"Oke....oke! sekarang kita kembali ke topik prmbahasan aja.
Jadi gini nih Mir,aku mau berkabar kalau lusa nanti aku bakalan pindah rumah." Chat Iin memberitahu
"Lho kok gitu In? pindah?." Chat Mira kaget.
"Ho'oh,Ya mau gimana lagi..........karena bapak ku itu di pindahin tugas ke kota K." Chat Iin menjelaskan.
"Trus sekolahmu gimana?." Chat Mira kebingungan.
"Ya Allah Mira kok kamu sekarang jadi goblok sih? Ya ikut pindahlah." Chat Iin malas meladeni.
"Trus.....trus... kita gimana?." Chat Mira sedih.
"Uluh ini nih yang gua suka dari lho Mir.
Ya kan kita bisa chat - chatan buat komunikasi.Trus kalau pengen ketemu tinggal janjian aja ketemu dimana." Chat Iin meredakan kesedihan Mira.
"Iya." Chat Mira singkat.
"Kalau gitu lusa nanti aku sempat - sempatin datang ke rumahmu deh In.Tapi habis pulang sekolah ya." Chat Mira.
"Yoi tapi jangan sore - sore banget ya." Chat Iin.
"Siap bos.Kapan sih Mira gak tepat waktu!." Chat Iin.
__ADS_1
"Yayayayayayayaya."Chat Iin.
"Mir ada yang buat aku penasaran deh?." Chat Iin.
"Apa!." Chat Mira bertanya - tanya.
"Cowok di sekolahan Lho ganteng - ganteng gak?." Chat Iin tanyanya yang penasaran.
"Ya........gitulah." Chat Mira singkat.Ya Mira yang malas menjelaskan.
Disaat itu pula mamak Mira memanggil Mira,hingga pada akhirnya memutuskan komunikasi antara Mira dan Iin yang sedang asik.
"Eh udahan dulu ya In.Ini mamak manggil - manggil aku nih?." Chat Mira.
"Ya....ya....ya....sana - sana anak yang berbakti sama orang tua!." Chat Iin.
"Love you!." Chat Mira.
"Too!." Chat Iin.
.
.
.
.
.
Paginya...........
Mira yang terbiasa berjalan kaki menuju sekolah kini harus naik sepeda motor karena jarak kesekolahnya terbilang cukup jauh.
Meskipun dikatakan sebagai kota besar.Namun,daerah dimana Mira tinggal adalah tempat tinggal yang dimana masyarakatnya masih sangat menjaga kelestarian alamnya sehingga lingkungan disana masih terawat dan lestari,hingga tersuguhkan pemandangan yang asri.Oleh karenanya,Mira sangat bersyukur setiap hari di pagi harinya dia masih bisa mendengar kicauan burung bernyanyi,sepanjang jalan pepohonan masih menemani tak kalah penting mentari keindahanya ketika terbit sepadan dengan tenggelamnya di ujung garis bumi.
Setelah menempuh beberapa kilo meter jauhnya tibalah Mira di tempat tujuannya yaitu sekolah.
Disekolah........
Mira yang terlalu fokus berjalan.Tanpa tersadar dirinya menabrak seseorang.Mira terkejut akan apa yang telah ia perbuat.Tersadar ia bahwa orang yang ditabraknya terjatuh tersungkur hingga mencium tanah.Mira yang merasa bersalah pun menolongnya berdiri dan ikut membantunya memunguti buku - buku yang berserakan serta bergegas meminta maaf pada orang tersebut.Sekiranya usai Mira langsung beranjak pergi meninggalkan orang itu. Tanpa Mira ketahui bahwa orang tersebut diam - diam menperhatikannya dari jauh.
Di Kelas..............
"Pagi teman - teman!."Sapa Mira pada teman - teman sekelasnya.
Sementara tak ada satu pun orang dikelas itu.Kecewa tak ada yang menjawab sapanya,Mira pun menggerutu dengan suara kecil.Ya di karenakan Mira yang berangkat terlalu pagi hingga tak ada yang datang lebih pagi dari Mira.Kecuali si Dodik yang disebut sebagai gunung es.
"..............berisik."Balas Dodik.
Mira yang menerima respon Dodik pun terdiam seketika.Dengan perlahan Mira melangkah pelan - pelan dengan tujuan agar tidak menimbulkan suara yang dapat mengganggu Dodik sehingga Dodik tidak perlu mengatakan kata "BERISIK".
"Mir!? kamu kenapa?."Tanya Arya yang tiba - tiba muncul entah dari mana.
Sambil menoleh Mira mengatakan,"Ngak......ngak kenapa - napa kok....."
Di sisi lain Dodik menatap Mira teramat lekat - lekat dan berkata "Terimakasih".Mendengar apa yang dikatakan oleh Dodik,Mira pun tertegun dan mungkin berfikir "Ternyata seorang Dodik yang dingin,rupanya bisa berterimakasih"
__ADS_1
Kelima anggota tim kuning yang telah berkumpul pun langsung menyelesaikan permainan yang di berikan oleh panitia.Satu hari lagi,permainan yang mereka mainkan akan usai dan pemenangnya lun akan segera ketahuan.Selama setengah hari ini,jujur mereka telah berusaha dengan keras.Hingga tersisa dua orang lagi yang belum ditangkap tanda tangannya oleh tim kuning,yaitu Ketua Osis dan juga wakil ketua Osis.Hari esok yang menanti mereka tentunya akan mereka habiskan untuk menahklukkan ketua Osis dan wakil ketua Osis.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya mereka bersinggah dibawah rerimbunan pohon yang teduh.
"Wahhh.......hari,aku lelah sekali."Keluh Budi kelalahan.
"Sama Bud.Aku juga kelelahan."Tambah Alfi.
"Manja!."Kata Dodik dengan sadis.
"Apa!!!!!!."Kata Alfi penuh jengkel.
"Sabar Al.Jangan marah."Lerai Arya.
"Hahahahahaha........ kalian lucu."Sahut Mira tertawa terbahak - bahak.
"Tambah lagi nih satu anak yang bikin aku jengkel."Kata Alfi sangat - sangat jengkel.
"Hahahahahaha!."Mira yang tetap tertawa.
"Uhh.....Mira manis banget kalau ketawa.Lelahku terbayar kalau Mira ketawa."Ujar Budi dengan senang.
"Tambah lagi nih bocah!."Kata Alfi benar - benar jengkel.
"Bud jangan ngelawak!."Kata Mira cuek setelah Budi mengatakan hal sebelum Alfi.
"Ihhhh Mira curang.Biasanyakan kalau cewek di gituin bakalan malu.Kok Mira nggak sih?."Tanya Budi kecewa.
"Aku bukan cewek.Puas?."Jelas Mira serius.
"Hii...........Mira!!!! kamu.....kamu....? bilang begitu tetep cantik kok!."Kata Budi senang.
"Minta di tabok ya mulut kalian berdua?."Sahut Alfi gregetan.
"Al jangan marah.Kesehatanmu lo dijaga gak baik tahu."Kata Mira.
"Ih Mir.....kamu udah ketularan Budi deh kayaknya."Balas Alfi jijik.
"Idih........amit - amit."Kata Mira sembari mengetuk - etuk kepalanya tiga kali.
"Berisik!."Sahut Dodik tiba - tiba.
Menyelesaikan perkara itu,Alfi yang mulai muak akhirnya menyuruh Mira dan Dodik untuk membeli air minum.Sementara Budi nerengek seperti anak kecil yang tidak di belikan permen oleh ibunya.
Kenapa ya?
__ADS_1
Penasaran kenapa Budi merengek kayak anak kecil.
Next episode:)........