Bertanya Tentang Sebuah Rasa

Bertanya Tentang Sebuah Rasa
Bertanya tentang sebuah rasa Part#6


__ADS_3

"Mir!."Panggil Budi dari arah belakang punggung Mira.


"Ya Allah Bud.Bikin kaget aja!."Ujar Mira sambil menghela nafasnya.


"Kamu tega ya sama aku!."Ucap Budi meneteskan air matanya mengalir terjun teramat deras.


"Bud.Kok nangis?."Tanya Mira khawatir berbingkai terheran - heran.


"Udah ya?.Jangan nangis lagi.Nih aku pinjamin sapu tangan aku buat usap air matamu yang bak air terjun itu derasnya.Yang paling penting itu,Budi jangan nangis dong! Budi kan cowok jadi harus kuat jangan lembek kayak cewek.Nanti siapa yang mau lindungi kekasihnya Budi di masa depan,kalau Budi sendiri rapuh kek gini.Lagi pula aku itu nggak pantas buat kamu tangisin,oke?!."Tambah Mira.


"Iya Mir.Tapi aku rasa kamu itu layak kok buat aku tangisin."Balas Budi atas perkataan Mira.


"Iya Bud iya.Sekarang Budi hapus dulu ya air matanya.Jangan nangis,nggak malu apa? Budikan dah gede.Hehehehehe"Kata Mira tersrnyum sambil menepuk - nepuk pundak Budi.


"Nih udah nggak nangis lagi."Jawab Budi menunjukan wajahnya.


"Iya,sekarang senyum yang lebar dong.Jangan cemberut?."Suruh Mira agar Budi tersenyum.


Budi yang melipat rapi raut wajahnya pun akhirnya luluh dengan bujukan Mira.Mereka berlima menghabiskan waktu yang tersisa dengan santai sambil bercengkrama hangat menjelaskan tentang diri mereka masing - masing.


Hingga waktu tanpa terasa berjalan mendekati jam pulang sekolah.


Dari dahulu sudah menjadi tradisi para siswa sangat antusias ketika bel pulang sekolah berbunyi.Mereka berbondong - bondong pulang kerumah mereka masing - masing.Kemungkinan besar alasan yang menjadi tolok ukur kegirangan mereka adalah sepiring nasi lengkap lauk pauk dan semangkok sup di bawah tutup saji yang menanti untuk disantap.


Ketika pulang Mira lupa akan sesuatu.


Sepanjang perjalanan pulang ia terus berusaha keras mengingat - ingat hal apakah yang telah ia lupakan hingga membuatnya resah.


Sampainya ia di sebuah jembatan,hal apa yang menjadi bebannya teringat sudah.Mengingat bahwa besok Iin akan pindah rumah,mana mungkin Mira hanya mengucapkan selamat tinggal dan hati - hati.Selayaknya Mira memberikan sebuah hadiah sebagai tanda persahabatan mereka.


Karena waktu yang terbilang mepet,tanpa berfikir panjang Mira langsung memutar arah laju motornya dan memutar gas sepedanya.Hingga kecepatan sepeda motornya terbilang cukup kencang.Dalam kecepatan cahaya Mira menuju toko perlengkapan aksesoris yang menjadi tujuan utamanya.


Di dalam toko.......


Saking banyaknya aksesoris yang di pamerkan Mira merasa sangat kebingungan untuk memilah apa yang nantinya akan ia beli.


Tak ingin berputus asa,Mira mencoba bertanya pada pegawai toko yang tengah mendapat tugas untuk berjaga.


"Permisi mbak?."Sapa Mira.

__ADS_1


"Iya dek,ada yang bisa kakak bantu?."Tanya pegawai toko menawarkan bantuan.


Sambil menoleh sekelilingnya Mira berkata.


"Begini kak?.Saya pengen beli sesuatu buat temen saya yang mau pindah rumah sebagai hadiah supaya dia ingat saya setiap saat meski jauh.Tapi setelah saya keliling - keliling saya bingung mau beli apa saking banyaknya aksesoris yang dijual.Jadi mbaknya punya saran."Tanya Mira bimbang.


"Oh gitu ya dek.Kalau boleh tahu temanya adek cewek apa cowok?."Tanya kakak pegawai toko.


"Cewek mbak!."Jawab Mira.


"Gini ya dek.Kalau kakak boleh kasih saran.Yang namanya hadiah kan bukan di timbang dari harganya.Tapi di timbang dari ketulusan seseorang yang ingin memberikan.Jadi,nggak kasih hadiah pun nggak papa.Tapi karena adek merasa nggak enakkan kalau nggak ngasih?.Kalau adek bingung,gimana kalau adek buat aja sendiri hadiahnya?."Kata kakak pegawai toko tersenyum.


"Kayaknya bisa di coba deh kak?."Pikir Mira.


"Tapi aku bingung kak.Mau buat apa?."Tambah Mira.


"Gimana kalau bikin kalung gembok dek.Kakak dulu juga buat untuk teman kakak.Ya meski ketinggalan zaman.Tapi nggak ada salahnya di coba?."Saran kakak pegawai toko.


"Kalung gembok ya?.Boleh deh kak tapi gimana cara buatnya?.Bahanya juga apa kak."Tanya Mira.


"Oh itu,kalau dulu sih.Kakak ngeronce pakai manik - manik benangnya pakai kawat besi yang sulit di putusin.Trus kalau udah tinggal kaitkan kawat besinya ke gembok.Gemboknya berfungsi jadi pengait.Gemboknya khusus dek trus kecil banget.Nanti buat gelang juga caranya sama kok.Bedanya gelang itu buat naruh kunci.Jadi kunci untuk gembok A yang dipakai si B di bawa si A dan sebaliknya.Gitu dek."Jelas Kak pegawai.


"Iya."Balas kakak pegawai.


"Tapi kak,yang jadi masalah.Sekarang memangnya masih ada gembok yang kayak kakak maksud?."Tanya Mira."


"Bentar dek."Kata kakak pegawai toko.


.


.


.


"Nih!."Kata kakak pegawai toko setelah beberapa saat yang lalu sambil menyerahkan sekotak kecil yang berisikan gembok mungil dan berwarna lucu.


"Wahhhh lucu ya kak?."Kata Mira terkagum - kagum.


"Tapi kok masih ada ya kak.Sementara aku dari tadi nggak ngelihat ini gembok kecil - kecil."Tambah Mira bertanya.

__ADS_1


"Iya dek.Beberapa hari yang lalu kakak tahu kalau barang ini masih ada,pas waktu kakak dapat tugas bersihin gudang.Mungkin karena udah lama dan nggak laku - laku akhirnya di sisihkan."Kata kakak pegawai toko menjelaskan.


"Oh iya deh kak."Kata Mira mendengarkan.


"Jadi,aku mau beli bahan - bahannya kak!."Kata Mira memutuskan.


"Iya dek."Sahut kakak pegawai toko sembari menyiapkan bahan - bahan yang diperlukan.


"Jadinya berapa kak?."Tanya Mira.


"37.500.00 ya dek!."Jawab kakak pegawai toko.


"Makasih ya kak.Makasih juga atas saranya!."Ucap Mira sambil beranjak pergi dari tempat semula ia berdiri.


"Iya sama - sama.Kapan - kapan mampir lagi ya dek?."Teriak kakak pegawai toko.


"Pastinya kak!."Balas Mira yakin.


Sore hari yang singkat,Mira habiskan untuk berbincang dengan kakak pegawai toko.Di malam harinya,Mira cukup sibuk membuat kalaung gembok.Baginya membuat kalung gembok ini sangatlah sulit,memang wajar sulit baginya karena baru pertama kali mencoba terlebih lagi jarang sekali ada seseorang yang bisa membuatnya di zaman sekarang.Malam yang panjang Mira habiskan dengan bergadang demi membuat hadiah untuk temannya.Hingga ia tertidur tanpa tersadar setelah ia terlalu lelah membuat kalung tersebut.


Mira yang kelelahan pun,esoknya terbangung kesiangan.Mira yang terbangun kesiangan itu segera mengambil air wudhu dan segera turut sholat berjamaah bersama keluarganya di mushola.Sesampainya di rumah Mira langsung membereskan tas sekolahnya dan mengambil kalung yang semalam di buatnya.


"Haihhh untungnya aku ketiduran setelah kalungnya jadi!."Kata Mira bersyukur.


Di sekolah..............


"Pagi Mira..........kurang pagi lo kamu berangkat sekolah?."Sapa salah satu teman di kelas Mira.


"Hehehe iy."Jawab Mira malu.


"Hmmm Din!.Arya sama Dodik kemana?."Tanya Mira pada Andini peran pembantu dalam novel ini.


"Entahlah......Mir! tadi mereka berdua pergi bareng sama Alfi dan Budi dari kelas sebelah."Jawab Andini.


"Oh iy...makasih ya Din infonya!."Kata Mira.


Mira berjalan menuju tempat yang terpikirkan di otaknya.


Penasaran?

__ADS_1


Next episode:)............


__ADS_2