Bertanya Tentang Sebuah Rasa

Bertanya Tentang Sebuah Rasa
Bertanya tentang sebuah rasa Part#5


__ADS_3

"Mir! beli air dong.Nih uangnya! gantian ya,kan kemarin yang beli aku sama Arya sekarang yang beli kamu sama si noh gunung es."Ujar Alfi.


"Aku....aku.....gimana?.Kata Budi sambil menahan air matanya.


"Yak elah.Ya kamu di sinilah sama aku sama Arya!."Beritahu Alfi.


"Nggak mau!! aku maunya sama Mira!."Kata Budi merengek seperti anak kecil.


Sementara itu,Mira dan Arya saling memandang satu sama lain dengan kebingungan.


"Susah banget sih di omongin,di sini aja tahu.Kan enak,tadi katanya kelelahan.Istirahat aja di sini,nggak usah kemana - mana."Kata Alfi teramat jengkel.


"Nggak!! pokoknya aku ikut kalau ada Mira,pokoknya aku nggak mau dipisahin dari Mira.Titik! komanya gak guna."Kata Budi mempertahankan keinginannya dengan teguh.


"Uhh...! kan udah aku bilangin.Biar si Mira sama Dodik aja.Kamu nggak usah ngikut.Nanti kalau ada kamu kan mereka jalannya jadi kayak siput,gara - gara kamu lari sana lari sini.Contohnya tadi pas mau nyelesain permainan dari senior.Lihat kupu - kupu lewat malah kamu ikutin.Ada kursi di depan kelas kosong aja kamu duduk - dudukin.Ada tanaman mati kamu tangisin.Ada batu bentuknya gak jelas kamu puji - puji.Ada daun jatuh kamu kuburin.Ada ulat kamu malah njerit - njerit tapi habisnya bilang lucu.Eh.......Bagian ada cewek cantik aja kamu malah cuekin."Celoteh Alfi sambil marah - marah.


"Kok kamu tega!."Balas Budi sambil menumpahkan bendungan air asin dimatanya.


"Dan sana.Buruan Mir! Dodik juga!."Suruh Alfi.


"Kamu aja sendiri!."Kata si Dodik dengan dingin.


Mira dan Aryapun semakin kebingungan.Author yang melihat kejadian itu pun ikut menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Duhhhhh nih anakkkkkkk!!!!!.Susah baget sih di atur!!!!."Teriak Alfi sambil marah.


"Kamu bukan ibuku!."Jawab Dodik teramat dingin.


"Kamu!!!!!!!!."Teriak Alfi.


Keadaan dikala itu benar - benar kacau.Alfi yang terus mengoceh sambil marah - marah ke Dodik.Namun,Dodik malah menutupi telinganya dengan kedua tangannya.Memang Dodik kuakui sangat pemberani,hingga tak takut dengan kemarahan Alfi yang meledak - ledak.Lalu si Budi malah menangis dan terus merengek.Keadaan yang kacau benar - benar melelahkan.Malahan tak ada yang menyudahi perkelahian kecil mereka,alasan yang di dapat ya karena takut di semprot oleh mulut Alfi.


Hingga berselang beberapa waktu.........


"Al!."Panggil Budi.


"Apa!!!!!!?."Jawab Alfi sambil marah.


"Aku mau ngikut Mira!."Kata Budi sambil mengusap air matanya.


"Ku bilanging nggak usah!."Tolak Alfi.


"Dengerin dulu!."Tahan Budi.


"Aku bakalan traktir tapi aku harus ikut."Tambah Budi.


Alfi yang mendengar perkataan Budi langsung bersemangat.


"Nah......kalau gitu kan enak.Aku nggak perlu marah - marah sama ngurusin kalian berdua."Ujar Alfi sembari amarahnya mereda.


"Huh...! mata duitan!."Ejek Dodik.


"Kamu!!!!! lihat aja.Aku bakalan bikin perhitungan sama kamu."Jawab Alfi atas ejekan Dodik.

__ADS_1


"Gimana?."Tanya Budi.


"Oke aku setuju!."Jawab Alfi.


"Yang lain gimana?."Tanya Alfi sambil menoleh ke tempat dimana Mira dan Arya berdiri.


Sementara itu........


"Lho mereka kemana?."Tanya Alfi terkejut.


"Pergi!."Jawab Dodik acuh dan berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Dasar dua bocil b*******.Duit ku tidak.....traktiranku tidak........"Teriak Alfi merengek.


"Hueeee!!!!!! aku ditinggalinnnnn!!!!!!!.Mira.....Mira......Mira berduaan sama..sama Arya..!!!."Ratap Budi sambil menumpahkan air mata yang beberapa menit lalu ia seka.


"Traktiranku.......!!!!."Ratap Alfi pada traktirannya yang tak lolos dari genggamannya.


Di sisi lain.......


Bagaimana dengan kedaan Mira dan Arya.


Ya tentunya sepanjang perjalanan mereka asik berbincang - bincang.


Di perjalanan kembali ke tempat mereka berteduh.Akan terekap seperti apakah perbincangan yang mereka obrolkan.


"Jadi Ar,bagaimana kabar mereka ya?."Tanya Mira sambil tersenyum.


"Entahlah,mungkin saja mereka bertiga masih sibuk berperang."Balas Arya sambil tertawa.


"Tapi,tadi aku ketakutan.Soalnya Alfi galak banget pas marahin si Dodik!."Tambah Mira.


"Iya,aku tadi juga sempet kaget kok Mir lihat Alfi benar - benar marah besar.Ya meski nggak seseram ibuku pas marah sih."Kata Arya.


"Iya juga Ar.Hmmmmm.......lagian kalau menurut aku Alfi juga salah sih?."Kata Mira berpendapat.


"Iya.Kan nggak seharusnya juga Alfi nyuruh - nyuruh sembarangan tanpa mempertimbangkan pendapat orang yang bersangkutan."Tanggap Arya.


"Yah.....namanya juga cewek kan?."Tambah Alfi.


"Ya.......pernah nonton the power of emak - emak nggak?."Tanya Arya.


"The power of emak emak ya?.Kayaknya pernah deh."Jadi?."Jawab Mira.


"Nah kita ganti aja.Jadi The Power of ledies.Lucukan?.Tanya Arya.


"Ha....ha....ha...."Jawab Mira dengan tawa yang kaku.


"Tapi nggak papalah kalau mereka ribut terus Ar.Tahu - tahu nanti mereka akur kan,nantinya juga bakalan lebih kompak."Kata Mira.


"Iya bener juga.Apa kata mu Mir."Balas Arya.


"Arya!."Panggil Mira.

__ADS_1


"Ya?."Jawab Arya atas Panggilan Mira.


"Ngomong - ngomong,umur kamu berapa sih Ar?."Tanya Mira penasaran.


"Kenapa?."Tanya Arya yang kebingungan.


"Tabu ya?.Nggak - nggak aja.Cuma kepengen tahu aja kok.Sumpah aku nggak bermaksud apa - apa.Cuma gini aja,dari awal lihat kan sikap kamu lebih dewasa dari yang lainnya makanya aku jadi penasaran.He...he...he..."Jelas Mira dengan canggung.


"Kalau nggak mau kasih tahu ya nggak papa."Tambah Mira.


"17 tahun."Jawab Arya.


"Jangan - jangan?!."Kata Mira menduga - duga.


"Hapus tuh pikiranmu.Dulu aku itu sakit - sakitan.Jadi satu tahun nggak masuk sekolah."Jelas Arya.


"Ya Allah Ar.Aku minta maaf,aku benar - benar ngak sengaja...."Kata Mira yang terpotong oleh perkataan Arya.


"Nggak papalah."Kata Arya tersenyum.


Seusai pembicaraan tersebut,keheningan melanda diantara mereka berdua.Sangat lama hampir dari setengah perjalanan.Namun secara mendadak tanpa di ketahui penyebabnya Arya terpeleset.Dengan cepat dan sigap Alfi langsung menangkap Arya.Dan posisi antara mereka berdua bak Ciderella yang berdansa dengan sang Pangeran.Namun Pangeran di sini posisinya di isi oleh Mira dan Arya adalah sang Ciderella.Mira yang melihat ekspresi Arya yang terkejut setengah mati tak mampu menahan tawanya lagi.Malu pastinya Arya malu dan terdiam seribu kata.


Setibanya di sekolah.Entah apalah itu,sebuah cahaya yang amat terang bersinar di sudut gerbang.Hingga setiap orang yang melihatnya harus menggunakan kaca mata hitam.Takutnya berefek kebutaan.


Semakin dekat nampaknya asal cahanya itu adalah sesosok lukisan yang membawa sebuah buku.Juga yang paling enggan di ganggu.Sebut saja Dodik.


"Sejak kapan Dodik jadi setampan ini?.Jawabanya sejak di semprot amarah Alfi."Kata Mira dan Arya yang bicara melalui telepati.


"Kenapa di sini sendiri Dik?."Tanya Arya.


"Iya juga,kemana Budi sama Alfi?."Tambah mira.


"Aku nggak sudi! ada sewilayah diantara dua ayam berkokok yang ramenya kek pasar.Apalagi kalau bertelur yang ramainya minta ampun."Jelas Dodik.


Mendengar perkataan yang Dodik lontarkan,Mira dan Arya pun tertawa tanpa penyesalan.Ya memang benar saja,sesampainya mereka disana Alfi dan Budi masih sama - sama membuat pusing dunia.


"Kalian?.Minta ku tendang? kalian tahu nggak traktiranku melayang dan aku baru dapat kabar kalau traktiranku udah sampai surga."Kata Alfi.


"Nggaklah,tadi ku tangkep traktiranmu.Untung aja lewat dihadapanku.Nih hari ini aku yang traktir!."Kata Mira.


"Beneran?."Tanya Alfi bersungguh - sungguh.


"Iya,pakai uangmu sih!."Jawab Mira sambil tersenyum.


"Sama aja!!!!."Sahut Alfi membentak.


"Udah - udah!.Kayak anak kecil."Ujar Arya.


Masalah dengan Alfi pun usai.


Tapi bagaimana kabar masalah dengan si Budi?


Penasaran?

__ADS_1


Next episode:).........


__ADS_2