
Saat ingin turun dari mobil Suga mengulurkan tangannya untuk membantu Novi agar lebih mudah. Namun Novi yang tidak peka dengan hal itu malah salah sangka.
"yak oppa apa ini, apa kau meminta ongkos sekarang?" tanya Novi bingung
"apa...! Kenapa aku harus meminta uangmu. Uangku lebih banya dari milikmu. Kemarikan tanganmu aku akan membatumu turun" Suga cemberut karena kesalah pahaman Novi.
"ahh.. Maaf" sambil tersenyum
"tapi kenapa tadi dia memamerkan uangnya padaku. Sombong sekali pria ini" batin Novi yang sekarang malah cemberut karena sadar omongan Suga.
Tanpa mereka sadari adegan itu di foto oleh Yuni yang memang sudah ditugaskan Novi standby lebih dulu di lokasi acara.
"aku akan memberikan laporan ini pada tuan Lucas"dengan smirknya Yuni langsung mengirim photo itu pada Lucas.
***
Bunyi Notifikasi pesan yang tiba-tiba berbunyi di tengah suasana rapat spontan membuat semua mata tertuju pada sumber suara.
__ADS_1
"apa...!! Kenapa menatapku? Lanjutkan saja rapatnya" Lucas memberikan tatapan yang sangat tajam membuat para karyawan merinding.
saat Lucas membuka pesan itu wajahnya yang putih dan tampan itu tiba-tiba berubah menjadi merah dan menyeramkan.
"BR*NGS*K...!!!" teriaknya yang membuat para karyawannya kaget dan semakin takut.
Lucas langsung meninggalkan ruang rapat dan menuju ke ruang kerjanya. Sesampainya di sana dia membanting vas bunga ke meja sofa yang terbuat dari kaca.
"PRANKK..!!" suara kaca pecah yang kuat bisa terdengar bahkan jauh di luar ruangan itu.
"Siapkan tiket. Aku akan pulang ke indonesia sekarang" Lucas memerintahkan serketarisnya untuk memesankan tiket ke indonesia.
"Tapi pak besok kita akan ada rapat besar dengan perusahaan milik tuan Arnold" Sekertarisnya mencoba mengingatkan Lucas
"AKH ... SI\*L!!!" Lucas memutuskan sambungan telponnya. Dia ingin sekali pulang saat itu juga ke indonesia dan langsung menikahi Novi lalu menghajar siapa saja yang berani mendekati kekasihnya.
__ADS_1
Namun dia tidak dapat melakukan itu karena rapat besok merupakan rapat yang sangat penting untuk perusahaannya dan dia harus bisa mendapatkan proyek itu karena itu adalah syarat dari Rudy ayahnya jika dia ingin menjadi penerus Antony Corporation Grup.
Lucas melemparkan tubuhnya ke sofa dan berusaha menenangkan fikirannya.
"sayang...kenapa kau selalu saja membuatku marah! Apa yang harus aku lakukan sekarang" Lucas terus berfikir bagaimana cara agar dia bisa mendapatkan Novi.
Belum sempat Lucas menenangkan fikirannya suara ketukan pintu yang tidak ada hentinya membuatnya semakin kesal.
"APA KAU GILA, KENAPA MENGGANGGUKU!! Teriaknya sambil membuka pintu yang ternyata itu adalah Vivian dan Jesica ibu dan adiknya.
"YAK ...!! KAU YANG GILA BERANINYA KAU MEMBENTAKKU HAH..!!" bentak Vivian yang emosi
"ah mama maafkan aku, aku tidak tau kalau itu kau. Ada apa masuklah" Lucas berhenti sejenak dia teringat kalau ruangannya saat ini sedang sangat berantakan.
"apa ... Kenapa kau diam saja? Tidak jadi menyuruhku masuk?"
" ah...i-itu. A-apa kalian sudah makan? Lebih baik kita langsung ke restoran untuk makan saja ma. Liatlah Jesica pasti lapar"segila-gilanya Lucas dia tetaplah anak yang segan pada orang tuannya.
"aku tidak lapar" Jesica menggelengkan kepalanya
"ah...sayang sekali padahal disan ada es crim yang sangat enak"
"ah ...Jesy ingin escrim" jesica sekarang sudah genap berusia 12 tahun dan baru saja menyelesaikan pendidikan dasarnya.
__ADS_1
"kau sangat mencurigakan! Apa yang kau sembunyikan?" Vivian melihat sikap yang sangat mencurigakan dari putra sulungnya itu.