
Setelah keluar dari villa Novi dan Suga pergi menggunakan mobil. Setelah berjalan kurang lebih 1 jam mereka sampai ke sebuah mall yang cukup besar.
“Oppa, aku kira kau akan mengajakku keliling desa untuk menikmati pemandangan”
“yah.. kita akan melakukan itu setelah kita selesai berbelanja pakaian untuk mu”
“aku tidak perlu itu, aku sadah cukup membawanya dari jakarta”
“aku akan membelikannya sesuai dengan seleraku, ikut saja”
“apa kau kelebihan uang, kalau berlebih berikan saja padaku, saat ini aku sedang miskin”
“ya aku akan memberikan semuanya kalau kau sudah jadi istriku nanti”
“ A-Apa ... yakh...Oppa berhenti menggodaku” Novi memegang kedua pipinya yang teras panas.
“aku sedang tidak mengodamu aku serius, apa perlu aku memberimu uang untuk membayar uang taruhan dengan orang tuamu?”
“permisi pak... berhentilah sok kaya, kau semakin menyebalkan aku akan mendapatkan uang untuk membayar taruhan dengan orangtuaku dari usahaku sendiri. tapi jika kau mau memberikanku sesuatu kenapa tidak kau belikan aku sebuah rumah di sini dengan halaman yang luas. Itu impianku juga hidup menjadi pengagguran di sebuah rumah dengan pemandangan yang indah”
“Ya... kita pikirkan itu nanti jika sudah menikah, sekarang ayo kita ke toko itu dulu “ Suga menarik tangan Novi sambil menunjuk sebuah toko pakaian.
“haizz...baiklah...baiklah jangan tarik -tarik aku, aku bisa jalan sendiri tau” Novi mengomel tapi masih membiarkan Suga menariknya.
Sesampainya di toko.
“Selamat datang ada yang bisa di bantu” ( bahasa inggris ) pegawai toko membungkuk sambil tersenyum ramah.
“tolong keluarkan semua pakaian yang sesuai dengan ukuran pacarku ini”
“baik, silakan tunggu sebentar”
"Yakh...apa yang kau ucapkan, sejak kapan kau jadi pacarku" Novi memukul dada Suga pelan.
"aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu, jadi kau sudah jadi kekasihku"
__ADS_1
"tapi aku belum menerimanya"
"aku tidak terima penolakan"
"Oppa kau sangat menyebalkan"
Tidak lama pegawai tadi datang kembali dengan membawa banyak setelan pakaian.
“silakan pilih yang anda ingikan tuan”
“Ok ... aku ambil semua” Suga berjalan mengambil salah satu dress soft pink dan memberikannya pada Novi.
“Apa?...kenapa?” Novi menerima baju dengan bingung.
“Gantilah dengan ini sekarang” Suga membawa Novi ke ruang ganti dan menyuruh pegawai toko membungkus sisanya.
“Oppa, sepertinya model ini sama dengan pakaian yang ku pakai pertama kali tadi saat di villa”
“benarkah...aku menyukainya, pakai saja”
“tidak apa – apa yang boleh melihat itu hanya aku, member yang lain tidak. Aku tidak mau bersaing dengan saudaraku”
“kau memang sesukanya sendiri” Novi berjalan ke sofa untuk menunggu Suga menyelesaikan pembayaran sambil menghentak – hentakkan kakinya dan wajah cemberut.
“berhentilah cemberut, apa kau lapar ayo kita makan. Kau belum makan siang, mereka akan mengirim langsung sisa pakaiannya ke villa nanti”
“kebetulan Oppa aku ingin makan Rosti dan Raclette, belikan aku itu” Novi mengeluarkan puppy eyesnya.
“haizzz... tidak perlu seperti itu, aku akan membelikan apapun yang kau mau. Jadi jangan seperti itu lagi aku bisa menggigitmu pipimu nanti”
“kau menyeramkan”
Mereka keluar dari mall dan menuju ke sebuah restoran yang menjual makanan Rosti dan Racletti terenak di kota itu, selesai makan Suga membawa Novi ke sebuat tempat yang di penuhi dengan rumput hijau. Mereka duduk di bawah sebuah pohon rindang yang menghadap ke salah satu air terjun di lembah Lauterbrunnen.
“Oppa pemandangan di sini sangat indah, suasananya juga damai” Novi membaringkan tubuhnya di rumput dan menatap langit biru dengan awan putih dari balik dedaunan pohon yang rindang itu.
__ADS_1
“Yakh... jangan sampai tertidur, atau aku akan meninggalkanmu”
“kau jahat sekali, bersikaplah lebih manis lagi”
“ aku sekarang sedang melakukannya, kau tau aku bahkan malas berbicara dengan orang lain yang bukan teman dekat ataupun keluargaku” Suga ikut berbaring di samping Novi.
“kurangilah sifat menyebalkanmu itu, ah... tapi kenapa kau mengajakku berbicara terlebih dahulu saat kita pertama kali bertemu? Bukannya kau tidak mengenalku?” Novi memiringkan tubuhnya menghadap ke Suga.
“karena kau cantik dan menarik perhatianku”
“akh... apa yang harus kulakukan dengan wajah ini”
“berhentiah bersikap sombong, kau sekarang terlihat menyebalkan”
“haizz... kau ini” Novi kembali membalikan tubuhnya menghadap langit, angin yang berhembus lembut di cuaca yang sejuk membuat mata Novi mengantuk tanpa sadar dia sudah tertidur. Suga yang mengetahui Novi tertidur tidak tega membangunkannya dan hanya berbaring di samping Novi sambil memandangi wajahnya yang seperti malaikat yang tertidur dengan damai.
“bagaimana bisa ada wanita secantik ini” batin Suga sambil terus memandangi wajah Novi.
Kurang lebih satu setengah jam Novi tertidur akhirnya dia terbangun dengan sendirinya, tapi dengan posisi yang berbeda dari yang dia ingat saat belum tertidur tadi.
“Oppa, kenapa kau tidak membangunkanku” tanya Novi heran.
“ kau tidur dengan nyeyak aku tidak tega membangunkanmu, jadi aku hanya memindahkan kepalamu di pangkuanku agar tidak sakit” Suga yang tadinya berbaring mengganti posisinya menjadi duduk bersandar di pohon lalu memindahkan kepala Novi di pangkuannya.*
“akh...maafkan aku aku tertidur nyenyak sekali apa pahamu tidak sakit”
“Sakit, maka dari itu kau harus bertanggung jawab” Suga mengelus pahanya yang di gunakan oleh kepala Novi tadi.
“haizz....kau ini, baiklah bagaimana caranya aku bertanggung jawab?”
Suga menarik tangan Novi dan menyuruhnya untuk duduk bersandar pada pohon dan berganti sekarang Suga lah yang meletakan kepalanya di pangkuan Novi.
“Aku juga mengantuk jadi biarkan aku tertidur sebentar”
“baiklah... sekarang tidurlah” Novi mengelus kepala Suga dengan lembut.
__ADS_1
Karena elusan Novi itu suga semakin mengantuk dan dengan cepat terlelap.