
Sesampainya di bandara Zurich – Swiss Novi langsung menuju ke desa Lauterbrunnen tempat para member BTS menyewa villa. Di dalam perjalanan Novi terus berkomunikasi dengan Jimin membuat gerak – gerik Jimin menarik perhatian para member BTS yang lain.
“Yakh...JImin-ah kau ini kenapa? Kenapa kau terlihat sangat gelisa setelah menerima telpon. Memangnya itu dari siapa?” tanya Jin.
“ah...hyung tidak itu t-tadi dari eomma ku, d-dia menanyakan kunci gudang rumahku. Aku lupa meletakannya sekarang karena itulah sekarang aku sedang berpikir keras” Jimin gugup karena berbohong.
“kenapa kau harus berfikir keras begitu. Suruh saja eomma-mu untuk mendobrak pintunya” Suga menatap Jimin penuh curiga.
“yakh hyung pintu itu akan rusak jika mereka mendobraknya, kau kira harganya murah” Jimin kesal mendengar ucapan Suga.
“dasar pelit, bahkan baju yang kau pakai sekarang pun jika di jual bisa di belikan 10 pintu untuk mengganti pintu gudangmu itu. Apa susahnya” Suga masih tidak habis fikir dengan jalan fikiran Jimin yang menurutnya hanya mempersulit diri sendiri.
"ah...sudahlah hyung kalian tidak akan mengerti. Kalau kalian sudah tau nanti kalian pasti akan berterima kasih kepadaku, terutama kau hyung" Jimin menunjuk Suga.
"Apa...kenapa pintu gudangmu bisa berhubungan denganku" Suga makin tidak habis fikir
__ADS_1
"pokoknya kau liat saja nanti" Jimin pergi meninggalkan para member dan berjalan keluar villa.
Di dalam villa para member yang lain hanya saling bertatapan karena semua orang di ruangan itu sama bingungnya dengan Suga.
" kenapa dia, kalian mengerti maksudnya" tanya Suga pada yang lain
" aku juga tidak tau hyung, apa kau ada menyimpan suatu barang di gudang rumahnya?" tanya V balik pada Suga.
"tidak tuh...gudang rumahku saja masih banyak yang kosong" sombong Suga.
Diluar villa Jimin berjalan ke luar halaman menunggu mobil Novi datang.
"tunggu saja Yoongi hyung kau berhutang budi denganku, aku akan minta imbalan padamu nanti" gumam Jimin sambil terus berjalan.
tidak terlalu lama menunggu mobil Novi pun sampai dan berhenti tepat di depan Jimin.
__ADS_1
"Jimin oppa apa yang kau lakukan di luar sini?" Novi membuka kaca mobilnya dan membuka pintu mobil mengisyaratkan Jimin untuk masuk.
"aku menunggumu. Karena kau tidak mau kedatanganmu di ketahui member yang lain aku terpaksa memberi alasan yang tidak masuk akal. Aku juga harus menghindar dari yang lain agar mereka tidak memberi pertanyaan yang semakin menyusahkan" Jimin membuka pintu dan duduk di samping Novi sambil menarik nafas panjang.
"ah...maafkan aku oppa, aku sudah membuatmu susah. Tapi, apa tidak apa - apa kau keluar di tempat umum ini sendirian bagaimana kalau ada yang mengenalimu" Novi melihat sekitar takut kalau ada orang yang melihat mereka.
"kau tenang saja di sini aman, hal itulah yang membuat kami memilih tempat ini untuk berlibur karena desa ini sangat menjaga privasi pengunjung.
"ah...baiklah sekarang kita harus kemana?"
"itu...villa kita yang itu" Jimin menunjuk Villa besar tempat mereka menginap.
Novi menjalankan mobilnya dan sampailah mereka di halaman villa, para member yang mendengar suara mobil di depan villa mereka langsung bergegas keluar untuk melihat siapa yang datang.
"apa...apa benar itu Novi" Jongkook membuka matanya lebar - lebar untuk memastikan tidak salah liat karena terlalu kaget begitu pula member yang lainnya. Bahkan Suga pun membeku karena terlalu senang melihat kedatangan Novi.
__ADS_1
"Yoongi hyung aku menunggu ucapan terima kasihmu" Jimin berteriak kepada Suga sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.