
"Novi-ah ini oppa bokeh oppa masuk" tanya Suga dari balik pintu
"ya oppa masuklah pintu itu tidak di kunci"Novi kini sedang sibuk berkemas di dalam kamar.
"ada apa Novi-ah kenapa kau memangil oppa? Apa kau merindukanku?" Suga berjalan mendekati Novi sambil tersenyum manis.
"berhentilah bercanda oppa. Duduklah ada hal serius yang ingin aku bicarakan" Novi menarik tangan Suga dan mereka duduk bersebelahan di sofa sambil Novi menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan pesab chat dari Lucas.
"Siapa ini?" tanya Suga yang mengerutkan keningnya.
"Lucas... Dia pria yang kuceritakan kemarin. Pria yang akan dijodohkan denganku"
"kau tenang saja, ancaman seperti ini tidak berpengaruh padaku. Jika dia memnyebarkan rekaman ini aku akan mengkomfirmasi kalau kita memang menjalin hubungan" Suga mencoba menenangkan Novi.
__ADS_1
"yak...oppa kau berbicara sembarangan lagi. Aku belum menerimamu dan apakah hal ini tidak berpegaruh buruk terhadap karir kalian nanti" Novi sangat kesal dengan jawaban Suga yang sangat terlihat tidak peduli.
"Selama kau tidak masalah maka kami juga tidak masalah. Kau tenang saja fanbase kami tidak seperti yang di beritakan media. Aku yakin mereka akan mendukung semua keputusan kami" Suga kembali menenagkan Novi.
"maaf oppa tapi sepertinya aku tidak bisa ikut dengan kalian. Aku harus menemui Lucas dan membicarakan ini baik - baik dengannya. Aku tidak ingin membuat kalian susah dengan masalah ini"
"Novi-ah aku mohon jangan seperti ini. Aku akan membicarakan hal ini dengan para member dan aku yakin mereka tidak akan bermasalah. Percayalah kami bisa menangani semuanya" Suga meraih tangan Novi dan menggenggamnya dengan erat.
Suga menarik nafas dalam ada perasaan tidak rela yang sekarang dia rasakan. Kecemasan akan hal buruk apa yang akan di lakukan Lukas pada Novi. Dan juga perasaan tidak rela kalau Novi bisa saja membatalkan perjanjiannya dengan ayahnya dan menerima perjodohannya dengan Lucas.
"kau tenang saja oppa. Aku pasti akan bisa menyelesaikan semua ini, ingatlah aku tidak akan menyia - nyiakan usaha kerasku selama ini" Novi menyandarkan kepalanya pada pundak Suga berusaha agar Suga tidak terlalu khawatir.
"baiklah kalau memang itu keputusanmu. Tapi ingatlah aku selalu menunggu jawabanmu aku mohon berilah aku kabar bahagia nantinya" Suga membelai wajah Novi yang masih bersandar di pundaknya.
__ADS_1
"akan aku usahakan, ini sudah sangat malam beristirahatlah oppa besok pagi kalian harus ke bandara kan?"
"bagaimana penerbanganmu? Bisakah kita pergi bersama besok ke bandara?"
"sepertinya tidak oppa aku akan pergi besok jam 5 pagi. Lukas memintaku untuk mengambil penerbangan pertama"
"yak ... Aku ingin sekali menghajar pria br*ngs*k itu. Bagaimana bisa dia membiarkan kau pergi sendirian padahal hari masih sangat gelap" Suga kembali emosi .
"tenanglah oppa aku tidak sendiri. Malam ini bodyguard kiriman Lukas akan tiba untuk mengawalku besok kembali ke Jakarta. Dan aku juga tidak sendiri aku akan kembali bersama dengan Yuni"
"Akh.. Baiklah kali ini aku memaafkannya karena setidaknya otaknya masih sedikit bekerja"
"percayalah oppa Lukas sebanarya orang yang baik. Hanya saja dia terlalu ambisius, aku bisa mengetahui sifatnya karena dia tidak pernah berkata kasar ataupun menyusahkan semua usahaku untuk membatalkan pernikahan ini. Padahal jika memang dia jahat bisa saya dia membuatku tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali dengan kekuasaannya itu" jawaban Novi membuat Suga sedikit lega sekarang.
__ADS_1