
“ ini sudah sangat larut kembali lah beristirahat oppa, maaf aku telah mengganggu waktu istirahatmu”
“ jangan berkata seperti itu kau membuatku sedih karena memperlakukan ku seperti orang lain” Suga menundukan kepalanya.
“ maafkan aku aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya tidak ingin oppa terlalu lelah. Kembali lah aku akan mengabarimu besok di saat aku akan berangkat ke bandara”
Suga pergi meninggalkan kamar Novi untuk kembali ke kamarnya. Keesokan paginya tepat pukul 5 pagi Novi mengirim pesan kepada Suga bahwa dia akan berangkat ke bandara. Niat di hatinya megirim kabar melalui pesan agar tidak menggangu tidur Suga ketimbang menelpon langsung.
“oppa aku pergi dulu, aku harap masalah ini bisa cepat selesai agar kita bisa bertemu kembali” batin Novi dengan wajah yang tertunduk sendu. Dia merasa sangat aneh dengan dirinya kini. Dia sama sekali seperti tidak mengenali dirinya sendiri. Bagai mana tidak dia yang memiliki sifat tidak peduli dengan orang lain kini merasa sangat sedih saat akan berpisah dengan orang asing yang baru saja dia kenal beberapa hari ini.
Novi berjalan pergi menuju lift dan menutup pintunya. Sebelum pintu tertutup rapat tiba – tiba ada tangan yang berusaha menahan pintu agar tidak tertutup.
“AKKHH....” teriak Novi yang ketakutan wajar saja kerena suasana pagi itu sangat sunyi
__ADS_1
“maaf Novi-ah apa aku mengaggetkanmu” tanya Suga dengan nafas yang terengah – engah kerena habis berlari.
“YAK..OPPA APA KAU BERNIAT MEMBUATKU MATI JANTUNGAN?! AKU KIRA KAU HANTU!! Novi memukul – mukul bahu Suga pelan.
“akh..akh maafkan aku, aku tadi ingin kekamarmu setelah mendapat pesan darimu. Tapi aku melihat kau sudah masuk ke lift jadi aku cepat berlari kesini”
“apa pesanku mengganggu tidurmu? Maafkan aku oppa tadinya aku hanya berniat memberimu kabar saja”
“kenapa kau tidak tidur oppa pantas saja wajahmu terlihat sangat lelah. apa karena aku? tidak perlu seperti itu oppa, kau juga pasti sibuk hari ini kan karena akan melakukan perjalanan yang jauh. Kembalilah member yang lain pasti akan khawatir jika tidak melihatmu nantinya.
“ kau tenang saja Novia-ah aku sudah membicarakan ini tadi malam pada mereka dan merekapun bisa mengerti. Lebih baik kita sekarang ke bandara kalau tidak kau bisa ketinggalan penerbanganmu”. Suga mearik tangan Novi dan membawanya menaiki mobil yang saudah di mintanya kepada staf untuk di siapkan.
Sebelum mereka menaiki mobil tiba – tiba ada seorang pria yang menarik tangan Novi lagi.hal itu sontak membuat Suga marah.
__ADS_1
“ apa yang kau lakukan, lepaskan tanganya atau aku akan matahkan tanganmu itu”( dalam bahasa inggris ) wajah Suga memerah karena menahan emosi.
“ maaf tuan, tapi kami di tugaskan tuan Lucas untuk mengawal nona Novi dan memastikannya selamat sampai tujuan” jawab pria itu yang ternyata adalah bodyguard suruhan Lucas.
“AP...” belum sempat Suga menyelesaikan omongannya Novi sudah memotongnya.
“ tenanglah oppa, pak kami akan ke bandara aku aman bersamanya. Kalian ikuti saja dari belakang” pinta Novi pada para bodyguard itu
“baiklah nona” sambil memberi kode pada bodyguard lainnya untuk mengikuti mereka saja sampai ke bandara.
Merekapun bergegas masuk kedalam mobil dan langsung menuju bandara. Di dalam perjalanan tiba - tiba suasana menjadi canggung.
"oppa apa kau masih marah. Kita akan berpisah tidakkah kau ingin meninggalkan kenangan yang menyengkan untukku. Wajahmu sekarang sangat meyeramkan" Novi berusaha mengubah mood Suga.
__ADS_1