Biarkan Aku yang Pergi

Biarkan Aku yang Pergi
Seandainya


__ADS_3

Awas typo bertebaran


Happy reading!!


Setelah kepergian putri dia menjadi lebih dingin daripada sebelumnya, dia membuat dirinya sibuk dengan mengurus perusahaannya, dia selalu lembur dan tidak mengenal waktu. Dia selalu sibuk dengan pekerjaannya di kantor dan kadang dia harus tidur di kantornya, dia ingin melupakan gadis itu walaupun belum sepenuhnya.


Sudah sebulan lebih putri menghilang dari jangkauannya namun dia tidak pernah berusaha mencari wanita itu, dia hanya menfokuskan dirinya mengurus perusahaannya, mungkin dia sudah pasrah dengan takdirnya atau dia tidak menginginkan wanita itu lagi.


Terkadang manusia tidak luput dari rasa egonya sendiri, karna itulah banyak orang yang meninggalkan orang orang yang menyayanginya demi sesuatu yang membuatnya bahagia.


Andre yang memiliki sifat dingin membuatnya semakin bersinar di mata para kaum hawa, yang membuatnya semakin terkenal di mana mana. Ada banyak kaum hawa yang ingin menjadi istrinya, Dan terkadang para kaum hawa banyak yang datang keperusahaannya hanya untuk melihatnya tapi dengan penjagaan yang ketat membuat para kaum hawa tidak jengah dengan tindakan mereka itu.


Seperti hari ini Andre menatap kebawah dari ruangannya begitu banyak wanita di sana berjejeran, namun tidak ada satupun yang ingin ia persunting sebagai istrinya. Dia hanya menatap tajam pada mereka yang rela mengantri demi hal yang membuatnya muak.

__ADS_1


bagaimana keadaan di bawah jhon? " tanya Andre pada assisten pribadinya.


seperti yang anda lihat tuan ini sangat mustahil untuk membuat mereka mundur dari sini" jawabnya pada andre.


aku akan pulang sebentar lagi dan alihkan semua perhatian mereka karna aku tidak ingin berurusan dengan mereka" ucapnya dingin.


baik tuan" jawabnya lagi ke andre.


Setelah sampai ke tempat parkiran mobilnya dia melangkah cepat dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia ingin pergi kerumahnya walaupun tidak ada yang menungguinya seperti dulu.


Terkadang dia melamun sendiri mengingat semua perlakuannya pada istrinya itu, kini ia hanya meratapi nasibnya yang malang ini, ibarat pepatah menyatakan nasi sudah menjadi bubur, tapi bisa juga bubur itu menjadi nasi ketika kita mencampurkannya dengan roti tawar.


Setelah dia sampai ke rumah seperti biasa dia langsung ke kamar putri dan menyalakan lampu yang sudah ia ubah menjadi kamar pribadinya, walaupun kamar itu sempit namun dia sudah nyaman seperti itu, terlihat dari seisi kamar itu hanya ada lukisan besar namun bermakna untuk andre, lukisan itu sangat istimewa untuknya hingga ia selalu tersenyum jika melihat lukisan itu.

__ADS_1


Kamar yang sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam untuknya sendiri, lukisan putri yang seperti bidadari dengan senyuman manis yang di milikinya, membuat Andre selalu melihat kearah lukisan itu jika ia memiliki masalah di kantor, seperti hari ini dia ingin mencurahkan isi hatinya pada sang gadis pujaannya.


sayang aku merindukanmu! " ucapnya lirih.


kau tau hari ini aku lengah dengan para gadis gadis di kantorku yang mengantri demi suamimu ini, tapi kau hanya diam dan tersenyum sepanjang hari" ucapnya lagi.


apa aku terlihat kejam dulu? " kata andre pada lukisan itu.


aku akan berubah sekarang tapi kumohon kembalilah padaku sayang" ucapnya lirih dan tanpa sadar dia sudah meneteskan air matanya dan segera ia menghapus jejak air mata itu, mungkin jika putri si sisinya dia akan menertawakannya karna terlalu cengeng Seperti wanita.


maaf" lagi lagi hanya kata itu yang selalu ia lontarkan kepada lukisan itu.


Jika saja dulu dia tidak menyakiti wanita itu mungkin dia sudah bahagia bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2