
Awas typo bertebaran
Happy reading guys!!
Indahnya pagi ini yang menyambut harinya putri, seperti biasa dia membantu para pelayan di rumah itu, dia menyiapkan serapan untuk tuannya yaitu suaminya sendiri, sudah lama ia berkutat dengan aktifitas memasaknya.
Andre dan Rina keluar dari kamar mereka dan melangkah menuju meja makan, harum masakan dari dapur membuat mereka ingin langsung melahapnya.
Mereka masih bermesraan walaupun ada pelayan dan juga istri sah andre di situ namu dia tidak peduli, putri yang hatinya sudah teriris menahan semua derita yang dia alami, ia harus bertahan walaupun kadang dia menyerah, " silakan di makan tuan,kak" ucapnua menunduk.
hei jalang apa kamu mau meracuniku? " tanya rina dengan wajah marahnya.
tidak kak" ucapnya lirih.
Rina yang tidak suka dengan pembelaannya langsung mengambil soup yang ada di depannya yang masih panas dan menumpahkannya ke tubuh putri.
ahhhhh" teriak putri.
Para pelayan itu dengan sigap membawa nyonya mereka ke toilet dapur dan membasuh seluruh tubuhnya, dia ingin menahan semua rasa sakitnya. Walau mereka tidak menganggapnya ada, dia menangis dalam diam, meratapi semua tindakan sang kakak yang tidak pernah menyukainya.
__ADS_1
Suaminya yang hanya menonton drama bagaikan patung bernapas tidak ada pembelaan darinya.
mungkin aku harus pergi dari sini " batin putri.
Kulitnya yang mulus memerah setelah tumpahan soup yang di sengaja oleh kakaknya, dia berjalan ke meja makannya dengan air mata.
Andre yang mlihatnya cuman bisa menundukkan kepala tanpa melihatnya.
tuan bolehkh kita berbicara? " ucapnya lirih.
bicaralah"perintah rina.
cukup...pulanglah dia ingin berbicara denganku! " bentak andre dengan nada tinggi. Baru kali ini andre marah besar dengan rina dan sesegera mungkin rina berlari keluar dan menangis.
ada apa katakanlah" ucapanya dingin.
tuan biarkan aku pergi dari sini saya tidak akan mengganggu kalian, tidak akan muncul di hadapan kalian, saya lelah tuan...mu.... mungkin aku bukan istri yang tepat untuk anda" ucapnya lirih sambil menunduk.
Andre yang mendengarkan itu langsung naik pitam dan membuka ikat pinggangnya dan mencambuki tubuhnya sampai mengeluarkan darah.
__ADS_1
aku belum puas untuk membuatmu menderita" ucapnya dingin.
aku istrimu bukan jalangmu, sebulan lalu aku kecelakaan dan koma semingggu, tapi ketika aku pulang kau langsung mencambukiku sebenarnya apa salahku kenapa orang yang aku sayangi selalu membuatku menderita.
Aku mohon biarkan aku yang pergi, aku ingi merasakan bahagia walau hanya sementara saja" ucapnya lirih darah segar yang mengalir dari tubuhnya tidak mempedulikannya lagi, dia sudah putus asa sekarang.
Andre yang melihat darah putri dan wajahnya yang sudah memucat, dan tiba tiba putri langsung tergeletak di hadapan suaminya.
Dia membawa putri ke kamarnya dia meletakkan tubuh putri dengan pelan dan segera mungkin dokter sudah datang dan langsung memeriksa kondisinya.
bugh...
Beberapa tinjuan dari sang dokter berhasil mengarah ke wajah tampan andre, dia tidak membalasnya, dia melihat putri di bawa dokter itu denga mengendongnya ala brital.
kalau kamu tidak mencintainya izinkan aku membahagiakannya" ucap sang dokter itu.
Andre yang menatap kepergian mereka dengan sedih, dia mengingat semua perbuatannya pada putri, dia melihat kamarnya tanpa kasur, selimut tipis milik putri dan melihat lilin kecil di pojokan kamar putri yang mungkin beberapa bulan ini dia pake untuk penerangan, dia menatap miris.
Nasehat bijak :
__ADS_1
Berbuat baiklah jika kamu tidak menyukainya, ramahlah ketika kamu membencinya, karna semua itu pasti ada balasannya😊😊