Biarkan Aku yang Pergi

Biarkan Aku yang Pergi
Andre Pratama


__ADS_3

Awas Typo Bertebaran


Happy Reading Guys!!


Angga Pratama siapa yang tidak mengenalnya, dari kalangan rendah hingga tinggi semuanya sudah mengenalnya, pria dingin yang di puja para kaum hawa, fotonya sudah beredar kemana mana karna kesuksesannya di dalam kepariwisataaan dan juga industri yang membuat dia semakin kaya raya, namun masih ada yang kurang dengan dirinya, yaitu istrinya yang selama ini ia hiraukan, tidak ada kata perpisahan namun hanya ada kesedihan dan penyesalan, karna itulah dia tidak pernah memandang wanita ataupun pergi ke club malam, dia hanya mengurung dirinya di ruang kerjanya dan memfokuskan dirinya dengan setumpuk berkas berkas yang ada di depannya.


Terkadang dia ingin pergi tapi dia tidak ingin menyakiti istrinya itu, walaupun tidak ada foto pernikahan hanya ada bukti bahwa mereka sudah menikah, dia melihat lukisan wajah istrinya yang tersenyum.Senyuman itu tidak pernah pudar walaupun di di kegelapan, jika dia merindukan putri dia hanya memandangi lukisan itu yang sengaja ia pesan dari seorang pelukis terkenal dan memajangnya setiap sudut rumahnya, hanya itu yang bisa membuatnya merasakan kehadiran sang istri.


Sayang kamu tidak merindukanku? " dia mengoceh kecil ke arah lukisan itu.


aku sangat merindukanmu, apakah kamu tau suamimu ini sudah terkenal dimana mana dan para gadis gadis selalu mengantri datang padaku tapi kamu hanya terdian di sini dan memberiku senyummu itu, apakah kamu tidak lelah tersenyum sepanjang hari? " celotehnya pada lukisan itu.


maaf sayang aku menyia nyiakanmu! " ucapnya lagi.

__ADS_1


Sudah sejam lebih dia memandangi wajah mulus istrinya, hingga tidak terasa tertidur di ruang kerjanya, dia sedang memeluk lukisan istrinya seperti itulah dia setiap malam, wajahnya dingin dan tidak berperasaan tapi dia luluh ketika dia berhadapan dengan lukisan istrinya itu.


Pagi menyambut harinya secerca cahaya berhasil menerobos tirai kamarnya, membuat sang empunya kamar merasa risih dengan sinar itu. Segera ia membuka matanya dan melangkah ke bathroomnya dia sudah rapi dan dia sudah siap berangkat kerja.


Setelah barpakaian rapi dia mendekati cermin dan melihat dirinya, dan tersenyum seketika, setelah merasa cukup dia melihat sekilas lukisan di samping tidurnya dan melangkah mendekati lukisan itu.


sayang aku pergi dulu, aku akan pulang cepat" ucapnya sembari tersenyum, seperti itulah keseharian dia ketika ingin pergi ke mana mana.


Setelah dia merasa sudah selesai melakukan rutinitasnya yang berpamitan dengan lukisan putri dia melangkah menjauhi lukisan itu.


Tuan anda mau serapan dulu? " kata salah satu pelayan itu.


tidak bi aku serapan di kantor saja, tolong siapkan aku bekal saja bi! " ucapnya lembut ke wanita paruh baya itu. Wanita itu hanya menunduk tanda ia mengerti.

__ADS_1


Dia mengingat kembali masa lalunya ketika putri membuatnya bekal namun berakhir di tempat sampah, dia tidak ingin membuanya lagi, karna dia sudah begitu kehilangan istrinya itu.


Terkadang dia ingin mencarinya namun dia tidak tau ia harus mencarinya kemana, dia tidak pernah tau tentang wanita itu, dia hanya menunggu keajaiban datang pada mereka, jika mereka memang jodoh Tuhan psati mempertemukan mereka bagaimanapun caranya.


Setelah beberapa saat seorang pelayan di rumahnya menyodorkan bekalnya dan dia melihat tuannya yang sedang melamun, beberapa kali wanita itu memanggilnya namun dia tidak mengubrisnya. wanita itu menyentuh pundanya, dan dia terkejut karna sentuhan itu.


maaf tuan saya terlalu lancang! " ucapnya menunduk takut jika sang majikan marah padanya.


tidak apa apa bi! " ucapnya lembut dan segera ia melangkah menjauhi meja makan dan langsung mengambil kunci mobilnya karna hari ini dia ingin sendiri, dia tidak mau ada orang yang mengganggunya untuk hari ini, dia ingin memperingati hari dimana putri menghilang, seperti itulah dia ketika memperingati hari kepergian putri.


Dia mendiamkan diri selama sehari dan dia hanya menghabiskan waktunya dengan melamun, dan dia akan pergi ketempat dimana orang tidak terlalu banyak berlalu lalang, dia ingin sendiri saja.


tbc

__ADS_1


__ADS_2