
Sepanjang jalan terlihat gedung gedung tinggi dan pepohonan,kembali ke tempat yang serasa asing bagiku walaupun pernah ke kota ini tapi melewati jalan ini mungkin tak tau aku karna pada malam hari mati rasanya,diam seribu bahasa...
Setelah masuk gerbang dan menuju pintu masuk kantor di balik pintu terbuka ku lihat duduk seorang paruh baya dengan seragam dinasnya...
"selamat pagi buk"
"iya selamat pagi,nisa"
"silahkan duduk"
"terimakasih buk"
"kamu, ibu panggil kesini untuk memberitahu kamu soal pendidikan tentang apa yang kamu beri tahu persoalan persoalannya serta mewakili teman temanmu dan kami sudah rapatkan tentang membahas soal anak anak didik termasuk kamu,kami memutuskan memberi kesempatan lagi kepada kalian untuk pendidikan,sebagai permintaan maaf kami selaku atas nama menejemen tentang masalah masalah yang tidak kami cari tahu dulu dan bijak dalam hal itu,teman temanmu yang lain juga sudah saya panggil kesini,jadi kamu sudah siap nanti kita adakan pertemuan ya"
"ya siap buk"
Ku hela nafas panjang seakan ini awal perjalanan yang sesungguhnya akan di mulai...
ku bertemu dengan dia di kampus,kebetulan banget yaaa..
"hai nis"
__ADS_1
"iya mas"
Sosok lelaki tinggi dan tampan berdiri di hadapanku entah dari mana dia datang tiba tiba sudah berdiri di hadapanku...
Aku dan teman cewek si mbak itu akhirnya balik,dalam perjalanan aku bilang,"mbak kita cari kosan putri saja yaa ngga usah kita kembali ke hotek,ak ngga enak sama pak ridho,bukan siapa2 juga atuh"
"ya deh mba,aku tau tempat disini ada kos kosan putri di rumah teman aku,kita disana aja ya mba"
"oke deh mbak"
tiba tiba ada sebuah mobil menghadang kita berhenti ternyata sudah mengikuti kita dari belakang...
Turun seorang cewek muda **** dan seorang ibu yang masih terawat menghampiri kami,si mbak terheran heran nebak nebak apa yang bakal terjadi seakan negara api menyerang...
Kata seorang mbak cewek muda **** itu..
"iya mba ada apa ya"? Kataku
"kamu jauhi tunangan aku ya"
"maksud mbak apa ya"?
__ADS_1
"alah,kamu ngga usah pura pura ngga tau,mas harry itu tunangan aku,dan bentar lagi kami akan nikah !!"
" dia itu ngga cocok ya sama kamu,dia anak kesayanganku,ngga sederajad dengan kami,kamu hanya tamatan SMA,ortu kamu juga ngga kaya,bukan orang terpandang jadi jangan mimpi ketinggian kamu ya"
"maaf buk,mbak boleh menghina saya tapi jangan bawa bawa ortu saya,terserah maunya ibu dan mbak saja,saya tidak memaksa dia kok buk,yang nikah kan anak ibu,bukan ibu,semoga saja pilihan ibu ngga salah,saya permisi buk,terimakasihh..."
Geram si mba dan ibuk itu melihatku jawab dengan santai dan berlalu...
"nisa,mas mau ngomong apa benar ibu dan reva datang menemuimu"
"ya sudahlah mas,kamu nurut saja perkataan ortumu,ak ngga apa apa kok,mungkin kita ngga jodoh"
"jangan ngomong gitu ah,mas tetap perjuangkan kamu,karna mas cintanya sama kamu"
"percuma mas,kalau ortu kamu ngga restui kita,apakah kita akan bahagia tanpa restu ortu"
"aku ngga peduli nis,kita kawin lari saja,kita pergi jauh dari sini"
"kamu gila ya mas"
"iya emang aku sudah gila nis,aku ngga mau kehilangan kamu lagi"
__ADS_1
*** bersambung ***