Bintang Angkasa

Bintang Angkasa
penantian tes


__ADS_3

kami pun berjalan riang bersama teman teman sambil menikmati jajanan kami ala anak sekolah hihihii...


eee teman yuk kita cari pinang dulu di mana begitu,oh disana teman ada yang jual pinang,kami pun beli beberapa tumpuk.


Dara..ni ambil pinang,(aduh saya ini tidak biasa makan pinang,pernah si coba tapi karna baru pertama rasanya mau muntah,saya ambil saja menghargai teman,sok sok an juga saya ini tau makan pinang hahahaa dalam hati saya berkata )


banyak sudah teman saya berbagai suku,warna warni,lurus dan kriting,budaya,adat istiadat,toleransi yang tinggi,dsb ada semua disini di Papua 😃


saya berdarah bugis dari provinsi Sulsel,lahir dan besar di Papua,ortu merantau sudah dari tahun 70an jalan masih setapak dan hutan belantara masih manual memotong kayu dengan kampak,merintis jalan yang sekarang sudah berkembang,mulai padat penduduk apalagi di kota kelahiranku resmi di nobatkan sebagai ibu kota dari provinsi Papua Tengah 😀


hari tes pertama sudah tiba saatnya,pagi pagi sekali saya sudah siap2,semalam ga bisa tidur ingin cepat hari itu tiba...


berdiri menunggu angkutan umum lewat,tak lama saya pun naik angkutan umum itu,singgah di terminal sambung lagi dengan angkutan yang lain,beberapa kali ganti angkot buat menuju kesana,akhirnya sampai...


berdiri di depan papan dinding pengumuman..

__ADS_1


"nanti kalau kamu sudah ada di Jawa jangan bawa sifat orang papuamu" kata bapak panitia yang seorang papua juga dengan gaya bahasanya yang khas"..


"iya bapak,siaapp"..!!


sementara saya lagi tulis pengumuman yang ada di tempel di papan pengumuman..


"sudah cabut saja itu terlalu lama di tulis"..


respek saja saya cabut wah nakalnya diriku dan tiba tiba berdiri sosok pegawai yang bertugas di situ dengan muka datar,spontan saja saya terdiam menatap wajahnya tanpa berkata..


sebelumnya saya sudah pernah coba daftar tapi ukuran tinggi tak sesuai,tahun depannya baru ikut lagi tes baru bisa daftar karna masuk persyaratannya pas waktu itu ada instansi yang membuka pendaftaran yang memenuhi kriteria saya,dan yang ke 2 kalinya ke kota Jayapura saya numpang di rumah keluarga dari bibi saya di Nabire,kalau boleh di bilang saya orang lain,saya bertemu di atas kapal,saya hubungi keluarga tidak ada jawaban,sementara kapal sudah mau sandar,distulah saya ketemu Anto dan dengan tak ada rasa malu saya karna tak ada jalan lain dengan kondisi begini siapa yang mau menolong dan cuma dia yang saya kenal dari Nabire,setidaknya saya ada tempat tinggal,saya langsung bilang bolehkan saya numpang di tempat keluargamu,dengan hati ku yang pilu,teganya mereka biarkan saya,anak gadis sendirian di kota orang,mana lagi uang menipis,hanya ada buat keperluan disana,buat bayar biaya biaya tes,dll dan saya harus hemat karna sapa tau nanti tak cukup karna belum tau biayanya,seandainya saya mampu,tak merepotkan siapapun,saya kos saja ! 🥲


mungkin ini jalan Tuhan pertemukan saya dengan Anto penolong saya..


dengan tangan gemetar saya memegang hp nokia jadul dengan gelisah bagaimana ini.?

__ADS_1


saya berjalan di koridor kapal..


Ya Allah pasrah ku,sambil menengok dermaga yang sudah kelihatan ujungnya...🥲


dari jauh ku lihat Anto..


malah si Anto yang tegur saya duluan..


ee Niss..


kamu ke Jayapura juga yaa,,hehe iya anto ni,eehh kamu tinggal dimana??,di keluargaku,,boleh kah saya juga ikut kamu numpang di rumah keluargamu,sementara saja,oh boleh kok,mari sini..(dalam hatiku tidak mau dan malu juga tapi terpaksa)


Alhamdulillah Ya Allah,hatiku lega ada tempatku bernaung...


sampainya di Dok 5 bawah,di pinggir pantai,di situlah rumahnya,saya di sambut baik oleh mereka,saya ceritalah dengan mereka kedatangan saya disini mau daftar di penerbangan,ya saya harus kasi tau saja,mereka sudah kasi saya tumpangan gratis masa sih saya bohonga apalagi mereka ortu,di situ banyak orang yang tinggal dari anak anaknya,anak mantu dan cucu cucu mereka...

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2