Bodyguard Cantik Penakluk Hati

Bodyguard Cantik Penakluk Hati
pesan nyonya besar


__ADS_3

"Semua yang dilakukan oleh tangan kananku, mulai sekarang kau gantikan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari itu mereka pulang cepat, Raline merasa sangat lelah karna Kevin kmterus mengerjainya sedari tadi. Kantuk mulai menyerang wanita muda itu. Saat tiba di rumah, Raline langsung menuju kamarnya dan tidur di sana.


tooook,


toooookk


tooookkk


"Nduuuuk, Raline. Kamu belum makan malam nduk." kerokan pintu dari bibir Sumi tak di hiraukan Raline. Dia masih saja nyaman dengan kasur dan bantalnya.


Malam sudah semakin larut. Raline yang memang belum membersihkan tubuhnya merasa sangat gerah. Sekujur badannya lengket dan bau tidak enak. Raline terbangun dari tidurnya. Perutnya kini sudah berdemo minta di isi makanan.


Raline beranjak dari tempat tidurnya. Mencari baju rumahan yang nyaman di gunakan. Dia mandi karna sudah tak tahan dengan gerah. setelah mandi, dia berencana untuk masak mie untuk makan malamnya.


Saat Raline menuju dapur pelayan, Raline di Magetan dengan panggilan nyonya Lusi.


"Raline, sini!" Ujar nyonya Lusi sambil melambaikan tangannya.


"Nyonya belum tidur?" Tanya Raline pada nyonya besar itu.


"Saya laper. Kamu mau ngapain?" Tanya nyonya Lusi ingin tau


"Mau masak mie. heheheheh saya belum makan nyonya, tadi pulang langsung tidur karna kecapean." ujar Raline.


"Taro mienya, kita pesen makan di aplikasi online aja ya." Nyonya itu malah mengambil mie di tangan Raline dan menaruhnya di meja. Lalu dia menuntun Raline untuk mengikutinya ke ruang TV.


Disana mereka duduk di sebuah sofa panjang berdiameter lebar. Memang di desain khusus untuk menonton tv sepertinya.

__ADS_1


"Kamu mau apa Lin?" Tanya nyonya Lusi.


"Apa aja nyonya."


"Jangan apa aja dong, kan saya jadi bingung."


"eeeemm, ada apa aja nyonya?" Tanya Raline. Mereka saling mendekat melihat gawai si nyonya.


"Ini kayanya enak" Ucap Raline.


"Oke, aku mau ini, sama ini." ujar nyonya Lusi sambil memilih makanan itu.


Sambil menunggu makanannya tiba, dua wanita beda usia itu pun saling berbincang.


"Gimana Kevin di kantor Lin?" Tanya nyonya Lusi.


"Semua berjalan aman nyonya."


Pesan nyonya Lusi. Dia sedang mengingatkan Raline tentang musuh anaknya. Raline pun mengingatnya untuk kewaspadaan. Pantas saja dia harus tau jadwal Kevin, ternyata untuk ini.


"Alex Nolan, Nama itu harus kamu ingat. Karna dia adalah rival sekaligus musuh terberat Kevin."


Raline mendengarkan dengan serius. Dia mencatat baik-baik apa yang nyonya besar itu katakan.


Ketukan pintu mengakhiri perbincangan dua wanita itu. Seorang penjaga membawa beberapa bungkus makanan.


"Yang ini untuk kalian. Terimakasih." Ujar nyonya besar dengan ceria.


"Makan yang banyak Raline. Kamu butuh tenaga ekstra untuk menghadapi si Kevin." Ucap nyonya Lusi sambil memasukkan sepotong martabak telur kemulutnya.


Hal yang tak Raline sangka, ternyata nyonya Lusi sangat suka jajan makanan kelas rendahan. Martabak telur, mie goreng ala abang-abang pinggir jalan yang di bungkus kertas nasi berkarat dua adalah makanan nyonya besar itu malam ini.

__ADS_1


Raline merasa heran, nyonya Lusi sangat kaya. Bahkan untuk menyewa chef saja dia sanggup. Tapi dia malah memilih jajanan pinggir jalan.


"Apa anda tidak takut sakit perut nyonya, dengan makan makanan seperti ini?" Tanya Raline.


hahhahahahahahahhahah


nyonya Lusi justru malah tertawa dengan ucapan Raline.


"Tau ga sih Lin, ini tu justru eeeenaaak, kamu pikir yang di restoran kaya gimana? Sama tau cara masaknya. Beda bungkusannya doang, sama beda tempat. Harga murahan ini pastinya. Emang kamu pikir restoran ga ada yang jorok? Banyak Lin."


Penuturan dari nyonya besarnya itu justru membuat Raline paham, tipe orang kaya seperti apa mereka. Nyonya lobet isi lebih mementingkan rasa, di banding dari mana makanan itu berasal.


Raline tersenyum mendengar ocehan nyonyanya itu. Sebungkus kwetiau goreng habis tak tersisa.


"Lin, kalo ada perempuan yang Deket sama Kevin, jangan lupa kasih tau saya ya."


Hampir saja Raline menyemburkan air yang sedang dia minum. Karna selama beberapa hari bekerja dengan Kevin, tak ada gelagat tuannya itu dekat dengan wanita manapun.


"maaf nyonya, tuan muda sepertinya tidak dekat dengan perempuan mana pun. Karna tidak ada wanita yang datang ke kantor, atau tuan yang berkunjung."


"Kevin sebenarnya punya pacar, tapi mereka LDR Indonesia Paris. Pacarnya lebih mementingkan karir dari pada hubungannya dengan Kevin."


Raline hanya mengangguk tanda bahwa dia mendengarkan cerita nyonya besarnya.


Pantes tu beruang kutub suka telpon pas jam kerja. Ujar Raline dalam hati.


Setelah selesai makan bersama dan berbincang, mereka kembali ke kamar masing-masing.


Raline masih dengan pikirannya tentang pesan-pesan nyonya besarnya.


"ALEX NOLAN. Itu tuan Alex bukan? Pantes aja tuan muda membatalkan perjanjian main golf di akhir pekan besok. Tapi apa ga bahaya? Aaaaakh, ni bos bikin pusing nih. Kalo si Alex ga terima terus dia malah nyerang gimana? Heeran orang kaya hidupnya ribed banget." Raline menggerutu sendiri di dalam kamarnya. Sebagai bodyguard, sekaligus asisten pribadi, dia memikirkan hal apa saja yang mungkin dilakukan oleh Alex. Hingga Raline lelah sendiri dan Tertidur lagi.

__ADS_1


__ADS_2