
Hari ini merupakan hari libur untuk Raline. Libur yang hanya dua kali dan satu bulan itu akan di manfaatkan Raline semaksimal mungkin. Sudah lama sepertinya Raline tak menonton film layar lebar. Hari ini Raline memutuskan untuk pergi menonton di bioskop seorang diri. Raline memang mempunyai banyak teman. Tapi terkadang dia lebih suka menghabiskan waktu sendirian seperti ini.
Tiket sudah di tangan, tinggal menunggu panggilan untuk memasuki ruang teater. Menonton tanpa cemilan sepertinya kurang seru. Kali ini sebuah kentang spiral dan satu cup besar jus jeruk menjadi pilihan Raline untuk menjadi kudapannya.
tiiing nuuuu niiii nuuuung,
tiiiiiiing nuuuuu niiiiiiing nuuuuuuuuuunn.
"Pintu teater satu telah di buka, para penonton yang telah memiliki karcis, dipersilahkan memasuki teater." Suara panggilan dari voice over bioskop telah bergema. Tanda bahwa penonton harus memasuki teater segera.
Raline yang sedang mengantri untuk memasuki teater, tiba-tiba di dorong dari belakang oleh segerombolan anak muda yang sedang bercanda. Minuman yang Raline pegang tumpah separuh ke punggung penonton lain di depannya. Sedangkan tangan Raline di tahan oleh laki-laki di sebelahnya yang memang sedang mengantri juga.
"Gimana sih mba, basah ni belakang saya!" protes pengunjung yang terkena tumpahan air minum Raline.
"Maaf mas maaf, saya kedorong dari belakang." Ujar Raline. Dia meminta maaf atas kesalahan yang tidak dia perbuat.
Pengunjung itu terlihat tak suka dan sepertinya tak ingin memaafkan Raline.
"Mba ini ga salah mas, dia di dorong sama rombongan di belakangnya." Ujar pria yang memegang tangan Raline sambil menoleh dan melihat sinis ke arah rombongan muda mudi di belakangnya.
"Bantu mbaknya minta maaf!" Ujar laki-laki itu pada rombongan di belakang Raline.
Akhirnya mereka meminta maaf dan pengunjung yang bajunya terkena minuman Raline pun memaafkan.
"Terimakasih ya mas." Raline bersyukur karena ada orang baik yang mau menolongnya.
Setelah mencari nomor bangkunya, Raline menyetel kursi yang bisa di atur kenyamanannya itu. sedikit bersandar dan Raline menaikkan tumpangan kakinya. Tak di sangka, pria yang tadi menolong Raline duduk tepat di sebelah wanita periang itu.
__ADS_1
"Lho, sebelahan ternyata. Haaaii" sapa Raline pada laki-laki tampan dan berkarisma itu.
"Hai. Jodoh mungkin." Bukannya marah, Raline justru tertawa. Bingung sudah pasti, biasanya wanita jika di beri gombalan seperti itu marah jika tak suka, atau terbawa suasana jika menaruh harapan yang sama.
"Noah" Ujar laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya.
"Raline" Raline pun menyambut tangan kekar Noah.
"Jarang aku liat perempuan nonton film sendirian. Apa lagi untuk sebuah film horor." Ujar Noah.
"Aku juga baru liat ada cowok ganteng nonton sendirian. Pacar kamu ketinggalan di toilet apa lupa di beliin tiket?" Raline justru bertanya balik kepada Noah.
"Hahahahahahah, Eeemmmm beginilah cara aku menikmati hidup yang cuma beberapa jam istirahatnya. Anggap lah me time."
"Okeh, jawaban aku pun sama."
Film di mulai, Raline dan Noah sangat menikmati film yang sedang ditayangkan. Tak terasa, di pertengahan film, rasa kantuk lebih mendomin pada Raline. Matanya sayu-sayu terpejam lembut, Suara dentuman layar lebar itu tak di dengarnya. Raline terpulas di kursinya yang nyaman. Dinginnya ruangan teater membuat Raline semakin pulas di buatnya.
Dua setengah jam berlalu, film sudah usai. Lampu bioskop pun sudah kembali terang. Namun Raline masih setia dengan mata terpejamnya. Noah menoleh pada wanita cantik itu. Ingin membangunkannya namun rasanya tak tega. Wajah Raline yang terlalu polos itu membuat Noah gemas.
"Cantik, ku pastikan kau sendiri yang akan menyerahkan wanita cantik ini padaku Vin. Dan dia tak akan ku lepaskan sampai kapan pun." Noah mengelus pipi mulus Raline pelan. Namun refleks Raline sangatlah peka. Raline menangkap tangan Noah dan mencengkramnya erat-erat.
Mata Noah membulat ketika tangannya di genggam Raline kuat, dia tak menyangka bahwa kekuatan Raline sebesar itu.
Mata Raline yang masih sayu-sayu pun melihat reaksi dari Noah dan dia langsung tersadar dan kaget. Sontak raline meminta maaf pada Noah. Noah tersenyum dan memegangi tangannya yang sakit karna cengkraman Raline.
"Maaf Noah, maaaaafff. Aku refleks dan tak sengaja. Maaf noooaaaah." Raline masih saja meminta maaf padahal Noah sudah memaafkannya.
__ADS_1
"Yasudah, sebagai permintaan maaf, kamu harus traktir aku makan." Pinta Noah
"Iya, tapi jangan mahal-mahal aku belum gajian." Ucapan Raline benar-benar membuat Noah geli. Baru pertama kali bertemu saja, mereka sudah bisa seakrab ini.
Noah menunjuk sebuah restoran Jepang yang masih berada satu gedung dengan bioskop. Raline menekuk wajahnya. Sudah di bilang jangan ketempat mahal, Noah justru menguras dompetnya di restoran ini. Bagaimana tidak, untuk sebuah air mineral ukuran duaratus lima puluh Mili saja, dia harus membayar seharga lima belas ribu rupiah. Raline hanya memutar-mutar air minumnya itu. Karna tabungannya di kuras habis sehabis-habisnya oleh Noah.
Noah tersenyum kepada pelayan saat pesanannya datang. Dua mangkuk ramen, dimsum, sushi plate dan beberapa jenis makanan lainya. Tak lupa green tea dan matcha juga tersedia di atas meja.
"Coba deh Lin, green teanya waaangiii banget, kamu bakal kangen sama tempat ini."
"Gaaaak, gak akan aku kangen. Wong segini aja habis tabungan aku selama kerja." Ujar Raline memotong ucapan Noah.
Noah hanya tertawa geli melihat tingkah Raline. Sebaliknya, Raline justru sangat kesal. Noah mengeluarkan handphone dari saku celananya. Dia lantas mengambil handphone Raline dan meminta Raline membuka pola handphonenya tersebut. Noah dengan cekatan membuka fitur mobile banking di handphone Raline. Raline yang hanya melihat tingkah Noah itu ikut mengecek handphonenya saat sebuah notifikasi berbunyi.
Tiga kali lipat dari harga semua makanan itu di bayar cash, eeeeh transfer oleh Noah. Mulut Raline menganga lebar saat melihat nominal yang tertera.
"Kamu ga salah enol?" Tanya Raline.
Noah tertawa atas pertanyaan wanita cantik itu.
"Udah ayok makan. ga enak nanti ramennya keburu dingin."
Raline yang tadinya tak bersemangat, kini bagai mendapat rejeki nomplok. seperti tak memiliki dosa, apa lagi curiga, Raline melahap sajian yang tersedia di atas meja sambil berbincang dengan Noah. Tapi sudah pasti Raline memfilter apa saja yang dia katakan. Apa lagi menyangkut pekerjaannya. Raline sangat berhati-hati karena dia bekerja pada orang terpandang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Asssseeekk Kevin punya saingan, kamu team mana pemirsa? Kevin? Leo? apa Noah?
__ADS_1
Jangan lupa like & subscribe 😘