
Suara Musik yang kencang membuat risih telinga Yuri Tomoko.Dia adalah anak blesteran antara Indonesia dan Jepang.
Sekarang dia bekerja di korea di Club malam sebagai pengatar minuman kepada pelanggan VIP karena pekerjaan ini dia harus menerima tantangan hidup yang begitu melelah kan bagi nya.
"Yuri" Panggil Boss nya
"Ada apa Boss ?" Sahut Yuri yang langsung mendekat kan diri nya
"Antar kan minuman ini ke Ruangan VIP nomor 135 di lantai 5 " Sambil menyodor kan sebuah minuman kepada Yuri
"Siap boss kalau begitu saya pergi dulu"
"Ehm"
Ting suara lif terbuka
"Nomor 135...ahhh ini dia pas sekali....Permisi saya pelayan yang di tugas kan untuk mengantar kan minuman kepada Tuan Harry di kamar 135"
"Silahkan masuk,Tuan Harry berada di dalam" seorang pengawal membuka kan pintu ruangan
"Terimakasih"
Saat dia masuk dia melihat ada 4 pria tampan dan sekitar 10 orang perempuan cantik dan seksi.
"Permisi saya mengantar kan pesanan anda Tuan"
"Taruh lah..." Ucap Harry seorang lelaki yang memesan minuman tadi
"Terimakasih banyak"
Tiba tiba tangan Yuri di tarik oleh Harry dengan cepat sampai menjatuh kan Yuri ke dalam pangkuan Harry
"Ah...Maaf kan aku tuan" Ucap Yuri yang langsung bangkit sambil membungkukan badan nya
"hehhhh meminta maaf dengan ku tidak mudah sayang" Harry menggeluarkan senyum genit nya kepada Yuri
"Bagaimana saya harus memintaf dengan anda?" Yuri mulai merasakan firasat aneh saat melihat Harry
"Cium aku" Ucap Harry sambil menunjuk pipi nya
"Hah......" Sahut Yuri dengan helaan nafas panjang nya
"Kenapa...aku yakin boss boss besar itu sudah pernah mencium diri mu kan ? katakan kepada ku dengan jujur!"
"Anda salah tuan saya orang baru di sini dan masalah ciuman saya belum pernah sama sekali" Ucap Yuri dengan wajah datar nya
"ethhhh mau kemana kau?" Harry menahan tangan Yuri yang mau pergi dari diri nya
"Saya harus pergi bekerja lagi tuan apa adan tidak punya otak Hahh ? hal semacam ini saja di tanyakan lagi" Ucap Yuri yang sudah naik darah
"Temani aku di sini...kalau tidak akan ku lapor kan kepada Boss mu"
"Lapor kan saja saya tidak takut laki laki ******** seperti anda ini bagi saya hanya seperti kutu air Heh" Yuri langsung melepaskan tangan nya
"Hey hey harry...kau menyakiti perempuan" potong salah satu teman Harry
Dia Pangeran dari inggris yang berkunjung ke korea begitu tampan dan tinggi dia juga begitu kaya dia adalah Pangeran Alexander.
"Alexander....dia begitu imut...mata nya berbeda dari perempuan lain nya...kulit nya juga tidak berwarna putih pucat seperti orang kita...jika aku memiliki anak dengan nya pasti anak ku akan tampan dan cantik cantik" Ucap Harry
"Kau benar sekali...Rambut gadis ini Juga Tebal" Sahut Antoniyo seorang boss berlian yang langsung memotong pembicaraan Harry dan Alexander
"Gadis kecil....Katakan kepada kami semua orang mana kau?" Harry kembali menggapai Yuri dan memegang dagu nya
"Untuk apa bertanya ? aku tidak akan memberitahu indentitas ku kepada kalian itu juga tidak ada guna nya...Permisi" Yuri memalingkan langsung wajah dan pergi menuju keluar
Saag Yuri ingin keluar tiba tiba para tuan muda itu menutup pintu nya dengan keras
"Brak....!!!"Suara pintu tertutup
"Hey....tuan tuan buka pintu nya...." Sahut Yuri dengan nada suara yang ia tekan
"Selama ini belum ada perempuan yang mau lari dari diri ku,katakan saja berapa banyak yang kau ingin kan?" Ucap Harry
"Plak...!!!!" Suara tamparan, Yuri menampar wajah Harry dengan keras sampai wajah nya memerah
"Anda pikir saya Perempuan Murahan,saya ingat kan kepada anda...saya bukan perempuan penikmat hawa nafsu anda ingat itu baik baik" Ucap Yuri yang berusaha melepaskan diri dari para tuan muda
__ADS_1
"Kauuu berani sekali menampar ku,aku akan melapor kan mu kepada boss mu" Ucap Harry yang tiba tiba melototi mata Yuri
"Maaf tuan sebelum anda melapor saya akan mengundur kan lebih dulu,saya permisi" Yuri benar benar tidak bisa lagi menahan emosi nya
"Nona...." Panggil seorang lelaki yang sedari tadi hanya duduk diam memperhatikan ketiga perilaku tuan muda lain nya
"Siapa lagi kau....apa kau ingin mempermain kan ku ju....ga..." tiba tiba Yuri pingsan di depan mereka
Mulut Yuri di tutup dengan kain yang sudah bercampur obat bius oleh seorang Boss yang sebenarnya lebih brengsek dari pada Harry dia adalah boss perusahaan Elektronik tingkat internasional nama nya adalah Lei.
"Hei lei dia perempuan ku!!!" Tegas Harry.
"Dia perempuan mu hahaha dia tidak pantas untuk mu dia hanya cocok untuk ku kalau begitu aku pergi dulu aku ingin bermain dengan gadis ini" Tuan muda Lei langsung mengangkat Yuri dan membawa nya pergi
"ARRRGGHHHH SIAL" Tegas Harry
Saat Lei turun ke bawah banyak wanita wanita iri dengan Yuri yang sedang dia gendong.
"Coba lihat aku iri sekali dengan pelayan itu.."
"Iya kau benar"
"Heyyyy lei...." sapa pemilik bar yang ternyata dia teman Lei
"Akhir nya aku menemukan mu....aku ingin pelayan ini bersama ku...jika dia mau berhenti berhentikan lah dan berikan dia modal untuk membuka usaha sendiri aku akan memberikan uang nya ke kamu dan kau berikan uang itu untuk nya atas nama mu" Jelas Yuri
"Ouhhh teman lama ku...tidak bisa begitu...dia pelayan tercantik yang ku punya" tahan nya di hadapan Lei
"Kalau begitu aku akan berikan uang sekitar 2 miliar untuk club malam mu ini" Tawar Lei
"Aku terima...." Ucap nya langsung setrlah mendengar 2 miliar
"Kalau begitu aku pergi dulu permisi" Lei langsung membawa pergi Yuri yang masih ia gendong
"Baiklah..."
Saat di dalam mobil
"Ke vila Rose" Ucap Lei langsung ke pada supir nya
Setelah tiba di rumah para palayan terkejut karena ini pertama kali nya mereka melihat Tuan Lei membawa seorang perempuan ke vila Rose pribadi milik nya.
"Siap kan air hangat aku ingin mandi dan bersihkan badan perempuan ini" perintah Lei
"Siap tuan"
Lei pun mandi sambil menunggu Yuri sadar,setelah tau Yuri sadar dia pun menyuruh pelayan nya untuk memberikan air minum yang mengandung obat perangsang.
"Nona ini saya bawa kan air untuk anda" seorang pelayan memberikan minuman yang sudah bercampur obat bius
"Terimakasih...kira kira di mana saya?" Tanya Yuri
"Anda sedang berada di Villa Rose milik Tuan Muda Lei" Jelas pelayan tadi
"Benarkahh...aduhh kepala ku sakit aku mau istirahat dulu..kalian pergi lah"
"Siap nona tolong air nya di minum dulu nona sekarang juga" sambil menekan suara nya
"Aneh sekali kenapa kau memaksa ku minum ?" Tanya Yuri
"Ini Perintah tuan muda karna anda tamu nona"
"Baiklahhh baiklahhh" Yuri meminum air yang sudah bercampur obat itu dan langsung tertidur
Setelah Setengah jam kemudian Suara pintu terdengar ternyata Lei masuk ke kamar yang di tiduri oleh Yuri.
"Ehmmm" Efek obat yang di berikan bekerja begitu cepat terhadap Yuri
"Kenapa cantik...?" Tanya Lei dengan suara seksi nya
"Panas....." Sahut Yuri yang sedikit demi sedikit melucuti pakaian nya
"Panas....apa kau mau sesuatu ?" Tanya Lei dengan wajah nya yang sudah tidak sabar lagi ingin melahap Yuri
"Ehmmm tubuh mu enak sekali" Yuri benar benar mengatakan di bawah alam sadar nya
"Kalau begitu sentuh lah aku sepuas mu aku akan memberikan tubuh ku kepada mu malam ini
__ADS_1
"Ehmmmm...." Lei langsung mencium bibir merah muda Yuri
"Wahh apa ini...kau ternyata masih perawan sayang....aku sangat menyukai diri mu" Bisik Lei dengan suara serak basah nya yang seksi
Semalaman mereka memadu kasih,saat tersadar Yuri dari tidur nya dia melihat sesosok lelaki yang duduk di depan nya sambil membaca surat kabar.
"Ouhhhmmmm" Yuri menguap dan mengucek mata nya
"Kau sudah bangun !" Tanya Lei yang langsung melepas kan kaca mata nya
"Siapa kau?" ucap Yuri yang masih setengah sadar
"Aku...aku Tuan Lei..." dengan wajah sombong nya Lei langsung mendekat kan diri nya
"Kenapa aku bisa ada di sini ?" tanya Yuri lagi
"Karena aku yang membawa mu" bisik Lei
"Ha...hahhh APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KU ?" Yuri langsung melotot kan mata nya
"Apa kau lupa...kau sendiri yang malam tdi meminta nya...jika kau lupa aku bisa saja membuat mu mengingat nya kembali hahaha" tawa licik Lei terdengar begitu mengerikan di telinga Yuri
"Tidak usahhh....aaaa.sakit sekali apa yangg.... aaaaaaa...kau kau mengambil keperawanan ku" Ucap Yuri yang melihat darah perawan nya di kasur
"Terus kenapa....aku akan bertanggung jawab"
"KAUUUU DASAR ******** PERGI DARI KU...AARRGGHH AKU MAU KEMBALI" Yuri langsung bergegas membersihkan diri nya ke kamar mandi tanpa memperdulikan Lei
"Haisss perempuan ini pemarah sekali" ucap Lei sambil menghela nafas nya dengan santai
Setelah selesai membersihkan diri nya Yuri langsung pergi tanpa berpamitan dengan Lei
"Heng sialan sudah mengambil keperawanan ku, muka sok, haisss laki laki tak benar...untung aku tau jalan di daerah ini Heng" Kutut Yuri dalam hati
Waktu berlalu malam hari pun tiba Yuri kembali bekerja ke club nya
"Boss saya ingin berhenti kerja" Ucap Yuri yang langsung menemui boss nya di kantor nya
"Kenapa ?" Boss Yuri berpura pura penasaran padahal ia sudah tau bahwa Yuri pasti akan di tiduri oleh Lei
"Saya trauma dengan bos bos besar yang ada di sini...saya ketakutan saya....saya..."
"Kenapa ceritakan lah" Ucap boss Yuri yang mengeluarkan bakat ekting nya
"Saya bertemu dengan seorang boss dan dia dia meniduri saya waaaaaaaaa...."
Yuri menangis dengan kencang di ruang kerja boss nya.
"Ushhh...ush..ush...diam lah dan ambil lah ini cek senilai 2 miliar kau bisa membuat usaha dengan uang ini" Tiba tiba boss Yuri langsung memberikan nya cek
"Tapi boss...dari mana kau menemukan uang ini? ini terlalu banyak" tanya Yuri yang hidung nya sudah memerah karna menangis
"Shut...ini adalah ganti rugi dari perusahaan ku jika seorang pegawai perempuan nya kehilangan malam pertama nya" Jelas Boss Yuri dengan wajah nya berpura pura prihatin
"Tetapi saya tidak bisa mengembalikan nya"
"Tidak apa apa....kalau begitu kau beres beres lah"
"Baik bos..."
Saat Yuri keluar ruangan, Boss nya langsung menelphone Lei.
"Hey...sobat,cek nya sudah ku berikan"
"Bagus...terimakasih"
"Jika kau sungguh sungguh suka dengan nya kau harus serius dengan nya ku lihat dia orang yang cantik dan cerdas dia juga lembut"
"Kau tidak usah khawatir...aku bisa menjalan kan rencana ku sendiri"
"Baiklah jangan lupa juga cek 2 miliar ku" ucap Boss Yuri di telphone
"Ehmmmm silahkan datang ke kantor ku nanti, kaau begitu aku tutup dulu"
"Yaaaa"
"Gadisss 4 Miliar, 4 miliar ini...aku tidak akan melepas kan mu dengan mudah heng" Cetus Lei dalam hati nya
__ADS_1