
"Hah..hah hah....Panas...pedas...aku tidak kuat!!!Lei merintih di kamar mandi dia bahkan menyeburkan diri nya ke dalam bak mandi"
Sudah setengah jam Lei merasakan panas di tubuh nya,Yuri yang khawatir langsung pergi meminta bantuan Feng.
"Feng.....Feng...Feng...di mana kamu"
"Maaf kan saya nona ada yang bisa saya bantu?"
"Feng...dari tadi Lei tidak keluar dari kamar mandi dia seperti kepanasan dan merasakan pedas yang membakar tubuh nya"
"Nona cepat tunjukan kepada ku di mana Tuan Muda sekarang?"
"Dia di kamar mandi"
"Nona aku akan mengurus tuan...nona tolong panggil Dokter Mei"
"Baiklah"
Feng memberikam susu manis kepada Lei dan Dokter Mei juga memeriksa Lei.
"Apa yanh di makan tuan Lei Feng?"
"Itu...sebenarnya aku yang memberinya makanan,aku hanya iseng...aku membuatkan nya terong balado dengan bubuk cabai yang banyak dan pedas,aku tidak tau dia elergi terhadap pedas"
PLAK!!!Suara Tamparan
"Hei kau ini pelayan macam apa bisa memberikan tuan mu makanan seperti ini hah"
"DOKTER MEI!!!kau salah orang dia adalah Nona muda di rumah ini"
"Ouhh begitu Feng...kalau dia Nona Muda di rumah ini seharusnya dia bisa menjaga Etika nya"
PLAK!!!
Dokter Mei menampar Yuri lagi karena dia cemburu lei menyukai orang lain selain diri nya,dia sudah berusaha keras untuk mendapat kan hati Lei tetapi dia sama sekali tidak pernah memandanh Mei dan tidak pernah memberikan rasa sedikit pun keda Mei.
"CUKUP...Kau hanya dokter pribadi nya lei,kau tidak bisa menamparku seperti ini...aku istri sah nya Lei...Feng bawa Dokter ini keluar dan setelah itu berikan tuan Lei sup agar lebih baikan"
"Baik Nona"
__ADS_1
"Dasar tidak tau malu"
Karena Kesal Yuri pun meninggalkan Apertemen nya dan pergi untuk menenangkan diri di villa pribadi yang tidak memiliki akses internet sama sekali.
Hari pun mulai Sore,Lei tersadar dari pingsan nya sedangkan Yuri pergi entah kemana setelah dari villa pribadi nya.
"Ahhhh kepala ku sakit....Feng di mana Yuri?"
"Tadi saat kau pingsan Nona Yuri pergi dengan kesal"
"Apa yang terjadi???"
"Sebenarnya tadi Dokter Mei datang kemari untuk memeriksa anda,dia bertanya apa yang sudah anda makan dan..."
"dan apa feng katakan saja dengan jujur"
"Nona Yuri mengakui kesalahan nya,dia sudah memberikan anda makanan yang pedas dia tidak tau bahwa anda elergi pedas...lalu Dokter Mei...menampar nya dua kali di wajah,Nona menyuruh nya pergi saat saya kembali Nona sudah bersiap untuk pergi dengan eajah yang kesal"
"Berani nya dia menampar istri ku,Feng bawa aku ketempat Dokter Mei"
"Tapi tuan tubuh anda masih lemah...anda harus beristirahat"
"Aku akan menemani anda Tuan muda"
Lei pun menemui Dokter Mei di rumah sakit dengan keadaan marah.
"Mei...."
"Lei...apa kau sudah sehat...aku merindukan mu"
PLAK!!!
"Apa yang kau lakukan?"
PLAK!!!
"Ini setimpal...kau menampar istri ku dua kali dan aku membalas nya untuk mu,INGAT kau tidak berhak menceramahi istri ku"
"Lei...mengapa kau tidak pernah melihat ku sedikit pun???"
__ADS_1
"Karna aku hanya menganggap mu sebagai teman,Feng ayo pergi kita harus mencari Yuri"
"Baik Tuan"
Lei dan Feng sudah mencari kemana mana tetapi tidak menemukan nya,akhir nya mereka menggunakan jalan pintas
"Feng apakah dia tadi membawa telphone genggam nya"
"Seingat ku dia membawa nya"
"Kalau begitu kita lacak saja,dan kau coba telphone dia'
"Baik Tuan Muda"
Kring...Kring...Kring...
"Ahhhhh Siapaaaaa iniiii...."
"Tuannn suara ini seperti suara nona"
"Benarkah di mana dia....?"
Saat berbalik ke belakang Lei dan Feng melihat Yuri sedang mabuk dan tertidur di atas kursi di taman kota.
"Rupanya kau di sini....aku mencari mu sampai malam ayo kita pulang"
"Aaaa....jangan sentuh aku.....ehmmm jangan tampar akuuuu jangannnnn...."
"Aku tidak akan menampar mu"
"Apakah ini mimpi...kau seperti....boss Brengsek itu"
"Hah....seperti nya aku harus memberikan mu hukuman pulang nanti"
"Tidak...aku akan pulang..aku....aku....akan meminta maaf kepada Boss Brengsek itu...hahahaha"
"Feng bawa Mobil nya,biar aku yang membawa nya pulang"
"Baik Tuan Muda"
__ADS_1