
"Hai...mana Handphone ku???"
"Ini..."
"Terimakasih..."
KRING!!!KRING!!!
"Telpon dari bos!!!Hallo"
"Ouh iya asisten ku beritahukan kepada pekerja lain nya...bahwa gajih mereka sudah ku transfer ke ATM mereka masing masing"
"Siap nyonya"
"Kalau begitu ku tutup dulu"
"Baik nona,semoga hari anda menyenangkan"
"Terimakasih"
Yuri pun memain kan handphone nya sedang kan lei kembali bekerja di meja nya mengurus dokumen dokumen penting.
Saat Yuri asik dengan kegiatan nya dia pun tiba tiba tertawa dan berteriak.
"Aaaa...ya Tuhannn....hahahaha"
"Hei..bisakah kau memelan kan suara mu?"
"Maaf kan aku"
"Haiisss"
"Aaaaaa!!!Kembali berteriak"
"Hah...merepotkan sekali!!!"
Lei mendekati Yuri dan mencium bibir nya agar menghentikan teriakan dari Yuri.
"Ehmm..."
"Ehmm...lepaskan aku!!!"
"Sekarang sudah berhetikan...jadi katakan pada ku apa yang kau lihat?"
"Maaf kan aku...aku sedang asik melihat bayi bayi kecil ini"
"Ouhh jadi apa kau berpikir untuk memiliki bayi?"
"Tentu saja,aku ingin sekali memiliki seorang bayi tetapi tidak dengan diri mu Hump"
"Katakan kepada ku!!!kenapa kau tidak ingin memiliki bayi dengan ku?"
"Karena kau itu brengsek nanti gimana dengan bayi ku"
__ADS_1
"Ouh ya...aku brengsek!!!"
"Ehmm"
Lei selalu saja jahil dia tiba tiba langsung bergerak sana sini dengan liar di tubuh Yuri,dia menjilati leher Yuri hingga yuri merasa geli akan sentuhan nya.
"Ah.. hentikan"
"Mulut mu meminta ku berhenti!!!Tetapi tubuh mu tidak"
"Berhentiii"
"Katakan kepada ku!!!Bahwa kau mau mengandung bayi ku"
"Tidak mau"
"Ouhh ya...kalau begitu aku akan lebih liar lagi"
"Hei..jangan sentuh di bagian itu kau membuat ku sakit"
"Katakan...kalau kau mau mengandung bayi ku sayang"
"Tidak...."
"Ahhh baik lahh"
"Ah....tidak.."
"Kalau kau tidak mau kau harus mengatakan sesuatu bukan!!!"
"Jika kau bilang dari tadi aku tidak akan menyiksa mu seperti ini"
"Hump"
"Coba ku lihat bayi bayi yang kau lihat tadi"
"Ini!!!Memberikan dengan kesal"
"Cup cup cup jangan kesal gitu dong"
"Hump"
"Wahh mereka lucu lucu sekali...apa lagi anak laki laki"
"Apa kau ingin anak laki laki???"
"Tentu saja..."
"Tidak bisa aku ingin perempuan"
"Tidak bisa harus laki laki,kalau kau ingin perempuan...nanti kita kita bisa bikin ulang ok"
"Tidak bisa anak pertama harus perempuan"
__ADS_1
"Tidak bisa...harus laki laki agar si anak laki laki ini bisa menjaga adik nya yang perempuan"
"Tidak bisa..."
"Hahh sudah terserah kau saja lah...yang penting aku harus punya anak laki laki"
"Hei...Kapan kau akan menepati janji mu?"
"Janji apa???"
"Kau berjanji akan mengajak ku jalan jalan ke jepang"
"Ouhh maaf kan aku sayang,aku akhir akhir ini sibuk sekali"
"Haaiisss kau ini"
"Seperti nya minggu depan kita baru bisa berangkat"
"Kau harus janji"
"Ehmm...kalau begitu aku kerja lagi"
"Kau ini tidak hari kerja tidak hari libur kau selalu saja kerja"
"Apa kau cemburu dengan pekerjaan ku???Sambil memain kan leptop"
"Tidak!!!"
"Kalau aku memiliki istri lagi,apa kau cemburu?"
"Tidak!!!"
"Hahh...dasar...kau pasti berbohong kan?"
"Tidak!!!"
"Jawaban mu tidak terus!!!!Apa kau marah???"
"Tidak!!!"
"Ayo lah istri ku...apa kau mau sesuatu,aku akan memberikan nya kepada mu"
"Tidak!!!"
"Terserah kau lah"
"Et...et...et...et...tolong elus kepala ku"
"Ehmm hahaha mau di elus ternyata akhir akhir ini ku rasa kau cukup manja!!Mengelus kepala Yuri"
"Terimakasih hehehe😄"
"Kalau begitu aku lanjut ya...Cup!!!Mencium kening Yuri"
__ADS_1
"Ehm"