
"Woooaaahhhmmm aku lelah sekali!!!Aa....aku baru ingat aku sudah menikah dengan cowok brengsek ini,karena aku seorang istri maka aku harus memasak buat diri nya walau sebenarnya aku malas melakukan nya...Haaaiisss"
"Kau sudah bangun....kenapa kau tidak membangun kan ku???"
"Aku malas sekali membangunkan lelaki brengsek seperti mu"
"Ahh...kau pemarah sekali...ini baru pahi tetapi aku suka"
"Ahh sudah lah...aku mau turun kebawah...aku mau masak untuk mu"
"Istri ku perhatian sekali...nanti saja masak nya...kan ada pelayan sayang..memang kau sudah tau makanan favorit ku apa?"
"Ouh iya aku belum tau...cepat katakan apa makanan favorite mu?"
"Ah...aku tidak bisa mengatakan sekarang takut nya kamu tidak bisa menyajikan nya untuk ku"
"Cepat katakan?"
"Haiss.. istri ku pemarah sekali....wajah mu lebih imut di bandingkan tidak marah"
"Kau...jangan merayu ku,aku harus pergi ke butik untuk bekerja"
"Untuk hari ini tidak usah ya...kita tidur lagi saja"
"Bukam kah kau seorang CEO kau juga harus bekerja..."
"Tidak hari ini aku meliburkan mereka semua...."
"Hah...kau meliburkan mereka"
"Iya..."
"CEO macam apa kau tidak lama lagi perusahaan mu itu akan bangkrut"
"Aku tidak peduli"
__ADS_1
"Sana aku mau turun ke bawah"
Tiba tiba Lei menarik tangan Yuri hingga jatuh ke atas kasur,lalu Lei menindihi nya dan mengunci badan nya agar Yuri tidak dapat bergerak.
"Apa yang kau ingin kan?"
"Apa sayang ini masih pagi...kau tau...malam tadi kau tidak memberikan hak mu kepada ku jadi bagai mana kita lakukan sekarang"
"Ha..ha..hak apa.."
"Apa kau tidak tau?"
"Aku tidak tau"
"Hehhhh kalau begitu aku akan memberitahu mu"
Saat Lei mencium bibir Yuri,tubuh Yuri bergetar dengan kuat dan merasa ketakutan.
"Kenapa kau...ini bukan pertama kali nya kita melakukan ini!!!Haisss...ya sudah lah...kali ini kau ku lepas kan kau boleh turun dan memasak untuk ku apa pun makanan nya"
"Nona...biar kami saja yang melakukan nya"
"Tidak usah...aku akan melakukan nya sendiri,kalian kerja kan lah pekerjaan yang lain"
"Baik lah Nona
Di Kamar mandi
"Hahhh padahal sedikit lagi aku bisa melahap istri cantik ku itu,seperti nya aku harus menunggu dia menyerah kan diri nya sendiri kepada ku"
Di dapur
"Aku akan membuat kan dia sayur terong balado yang sangat pedas agar dia...sakit perut hahahahaha"
Yuri pun mencampur makanan dengan cabai bubuk yang begitu banyak untuk menjebak Lei.
__ADS_1
"Istri ku....."
"ahhh lihat lihat...tuan Lei benar benar tampan"
"Hei dimana Istri ku..."
"Wahhh selain tampan dia bahkan romantis"
"Hei..."
"Ah ..Nona sedang di dapur Tuan Muda"
"Kalian ini...."
"Suami ku....!!!dengan wajah yang pura pura imut"
"Tumben sekali istri ku bersikap imut terhadap ku..."
"Ini sebagai tanda maaf ku karena hal tadi...sekarang silahkan di makan"
"Seperti nya perempuan ini merencanakan sesuatu"
"Ini adalah terong masak balado untuk mu"
Saat Lei memakan nya begitu pedas membakar di lidah nya
"Benar saja dia memberikan cabai yang begitu banyak ini pedas sekali aku tidak tahan!!!Cetus nya dalam hati"
"seperti nya dia kepedasan...tetapi kenapa dia tidak mengeluarkam ekspresi sedikit pun"
"Aku sudah selesai makan aku mau ke kamar dulu"
"Pelayan tolong bersihkan ini semua"
"Baik Nona..."
__ADS_1