Bosku Ternyata Seorang Vampir

Bosku Ternyata Seorang Vampir
Chapter 7. Ancaman Vampir sesungguhnya


__ADS_3

Langit berubah warna menjadi gelap. Luna mengikuti langkah Micheal menuju sebuah bangunan tua yang berada di belakang rumah sakit. Bangunan itu terlihat cukup besar, namun sangat tua dan usang, dengan dinding berlumut dan jendela yang pecah-pecah.


“Aku baru tahu jika ada bangunan disini?” Luna menatap dalam kebingungan.


Michael terus berjalan, tidak memberikan jawaban, dan Luna kembali bertanya, "Hei, apa sebenarnya yang kamu inginkan sampai kamu membawaku ke tempat seperti ini?"


Namun, Michael tetap diam. Vampir itu berjalan memasuki bangunan tua tersebut. “Berhenti bicara dan cepatlah masuk," ujarnya dengan suara dingin yang merayap di tengah keheningan.


Luna menyipitkan mata. Dia sangat mirip dengan Andre. Kini Luna berpikir, apakah Micheal memiliki suatu hubungan dengan pria itu?


Meskipun pikirannya penuh oleh beberapa asumsi yang tidak berguna, Luna tetap melangkah mengekor ke Micheal.


Ketika pintu dari bangunan terbuka, Luna diserang oleh aroma tidak sedap… sebuah bau darah dan kebusukan menyerang indera penciumannya, dia bisa saja muntah kapanpun, tapi dia mengusahakan diri untuk menahannya.


Bau ini sangat menjijikan. Apa yang sebenarnya ada di tempat ini? Luna mempertanyakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.


Ketika mereka berjalan melewati lorong sempit yang sangat gelap, Luna mendengar suara tangisan yang lemah. Suara itu seperti seruling kesedihan yang merayap di antara tembok-tembok ini.


"Kamu dengar itu?" Luna berkata kepada Michael, ketika dia menyadari bahwa suara itu berasal dari salah satu pintu di sebelahnya.


Michael mengangguk, senyum kejamnya semakin melebar. "Tentu saja. Suara musik yang sangat indah, bukan?"


Luna mendengar suara gemeretak rantai dan kunci ketika Michael membukanya. Di balik setiap pintu, terdapat sel-sel kecil yang gelap dan kotor, tempat manusia disiksa dan disekap.


Luna memasuki ruangan yang terbuka dan langsung terdiam di ambang pintu. Ruangan itu dipenuhi dengan anak-anak, gadis-gadis muda dan laki-laki yang terlihat sangat lemah dan terluka. Mereka semua tampak sangat pucat, dengan mata yang kosong dan tubuh yang penuh luka.


Mereka terikat dengan rantai dan tali, seperti hewan ternak yang siap untuk disembelih. Beberapa di antara mereka tampaknya tidak sadarkan diri, dan yang lainnya hanya bisa menangis pelan. Luna bisa melihat bekas gigitan di leher mereka, bekas-bekas darah yang masih segar.


Ini adalah gambaran yang sangat mengerikan dari perdagangan manusia yang mengerikan. Luna merasa perutnya terasa mual, dan dia ingin segera pergi dari tempat ini.


 “Apa-apaan ini?” Luna membulatkan matanya, dia tidak bisa menghentikan rasa takut yang dialami. Wajahnya terlihat jelas ketakutan.

__ADS_1


 


Tetapi Michael hanya berdiri di sampingnya, menikmati pemandangan ini dengan senyum kejam di wajahnya. "Selamat datang di dunia sejati, Luna," kata Michael dengan dingin. "Inilah realitas kehidupan vampir yang sebenarnya.


“Mereka adalah para pendonor darah bagi Vampir. Budak bagi kami, keberadaan mereka tidak lebih dari ternak penghasil darah.” Dengan santainya. Vampir ini berkata, matanya tidak memperlihatkan belas kasih pun.


Bagaimana bisa dia mengatakan hal ini dengan santainya? Luna menggigit bibirnya, menggenggam erat kedua tangannya karena merasa kesal.


“Ada orang? Hei nak, tolong selamatkan kami!” Salah satu dari orang yang berada di sel, berteriak dengan lantang. Dia merupakan pria muda dengan pakaian kantor.


Ucapan dari pria itu berhasil membuat keributan. Se isi sel menatap Luna seolah dia adalah harapan untuk kabur.


“Kami mohon selamatkan kami!”


“Hanya kamu yang bisa membantu kami!”


Luna terdiam dia tidak tahu harus bagaimana merespon situasi ini. Kini dia memahami sebuah ancaman sebenarnya dari Vampir.


"Diamlah, dasar sampah!" Micheal meledak dengan kemarahan, menghentikan keributan seketika. Semua orang di sel itu tunduk, terpaksa kembali ke dalam keheningan yang menakutkan


Dia berdiri dengan penuh harapan, dengan wajah pucat dia menatap Luna seolah Luna adalah penyelamat yang ingin menolong. Mungkin dia berumur kisaran 10 tahun, sungguh anak yang masih sangat kecil.


“Ada apa dengan matamu itu? Apakah kamu punya masalah?” tanya Micheal dengan geram, tidak bisa dipungkiri lagi kalau dia merasa terganggu dengan tatapan penuh harapan dari anak itu.


Anak itu tidak gentar akan ketakutan, dia menghirup nafas Panjang lalu meneriakan sesuatu. “kakak di sini berada, jangan dekati dokter gadungan ini!” Itu adalah peringatan untuk Luna.


“Dasar anak gila… Tampaknya kamu sangat ingin mati.” Micheal merentangkan tangannya, itu hanya sebuah tindakan kecil. Tapi, Luna mengetahui niat buruk dari Micheal.


Jika dibiarkan bisa saja anak itu mati!


Dengan pemikiran seperti itu, Luna memegang tangan Micheal agar turun. “Tolong tenang, Tuan. Jika kamu bertindak seenaknya, persetujuan ini akan kubatalkan dan aku akan kabur.”

__ADS_1


Lengan Micheal turun, tentu dia tidak ingin hal seperti itu terjadi. Jadi dengan terpaksa dia merelakan amarah ini.


Micheal mendesah kesal lalu berjalan menjauh. “Aku paham!”


Luna menatap gadis kecil itu, sungguh dia salut akan keberanian dia. Luna tersenyum lalu mengikuti Micheal.


Micheal dan Luna melanjutkan perjalanan mereka melalui lorong yang gelap, di tengah atmosfer yang mencekam. Sementara mereka berjalan, Luna merasa perlu untuk memahami lebih banyak tentang situasi ini.


“Hei, apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku… Jangan bilang aku akan menjadi seperti mereka agar ibuku bisa sembuh?” Luna sedikit merasa ketakutan apabila mengingat pemandangan barusan.


Dia tidak bisa membayangkan bila menjadi budak yang darahnya akan terus disedot. Betapa rakusnya Vampir satu ini, sampai membuat banyak orang terjebak.


“Tidak.” Langkah Micheal terhenti. Dalam keheningan, dia membalikan badan dan menatap Luna, tatapannya serius. “Seperti yang kukatan barusan. Aku tertarik denganmu, dan aku mau kamu jadi milikku.”


Luna benar-benar tidak paham dengan makna ‘jadi milikku’ baik Andre dan Micheal mengatakan hal yang sama. Apakah mereka berpikir bahwa Luna adalah barang atau semacamnya?


Fakta itu membuat Luna makin geram, dia menundukan kepala dan menggigit bibir. “Apa yang sebenarnya kamu maksud? ‘Jadi milikku’ apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan kepadaku?”


Manik mata Micheal terbuka lebar, seolah perkataan Luna adalah hal konyol. “Jadi si Andre tidak mengatakan apapun, ya?” Keheningan mengitari beberapa detik. “Itu artinya kita akan melakukan kontrak?”


“Kontrak?”


“Ah… Ini bukan hal seperti kontrak biasa, ini sedikit lebih istimewa. Apakah kamu tahu? Setiap Vampir di dunia ini memiliki hak untuk memilih satu manusia sebagai penghasil darah tetap. Dan jika si Vampir tertarik, maka mereka harus melakukan kontrak dengan si manusia, aku yakin Andre pasti ingin melakukan kontrak denganmu,” jelas Micheal Panjang lebar.


“Aku sudah ratusan tahun mencari sosok yang cocok untuk menjadi manusia kontrakku, tapi sampai sekarang tidak ada. Karena itulah aku memiliki banyak budak penyumbang darah. Yah, walaupun mereka semua mati hanya dalam satu sampai dua gigitan.” Dia menambahkan lagi.


“Itu artinya mulai besok aku akan menjadi suplai darah khususmu, begitu?”


“Itu benar, agar kamu tidak mengalami kematian dalam satu sampai dua gigitan, aku akan membuat kontrak denganmu.”


Micheal kembali melangkah untuk beberapa saat dan berhenti di depan pintu besar. “Kita sudah sampai, masuklah ke sana. Itu adalah tempat istirahatmu.”

__ADS_1


Luna tidak merasakan hawa mencengkam di depan pintu itu, jadi dia dengan cepat membuka pintu. Dan memang di sana hanyalah kamar normal.


Micheal pergi meninggalkan Luna dengan pintu yang terkunci, sedangkan Luna tidak bisa tidur karena terus memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.


__ADS_2