
"nggak, aku nggak akan ngundurin diri!" Zira dengan pasti." ih kamu yaa... " kata Chika dengan tangan di ayunkan akan menampar Zira.
" Amii!! " semua orang yang ada di sana diam menunggu reaksi selanjutnya.
"Amii!! "teriak Zira.
Saat Chika hendak menampar Zira, Ami langsung menahannya. Dengan tatapan tak bersahabat Ami berkata" Jangan pernah kamu sakiti Zira dengan tangan kotormu itu. Kau tak pantas menjadi pemimpin jika sikapmu seperti ini kepada orang lain. Dan satu hal lagi, Aku tak akan tinggal diam jika seseorang menyakiti orang terdekatku. CAMKAN ITU KAKAK KELAS!!! "
Setelah mengatakan hal itu Ami langsung menarik tangan Zira untuk pergi dari tempat menyebalkan itu. Membiarkan Chika dan teman temannya mematung di tempat.
" Dih baru adik kelas aja udah songong kek gitu," kata Chika. " kok kamu tadi nggak ngelawan sih Cik?" kata teman Chika. "iya juga yah, kenapa coba? Ah pasti gara gara temen Zira tuh," jawab Chika.
"tapi kamu bakal lawan Dia lagi kan?" tanya teman Chika. "of course, Aku nggak akan tinggal diam. Lomba itu sebentar lagi. Dan yah kau tahu aku akan melakukan apa?" kata Chika dengan senyuman smirknya. Kemudian mereka tertawa jahat bersama.
__ADS_1
Di sisi lain....
"Zira kamu tuh kenapa si nggak ngelawan? Kakak kelas kaya gitu nggak pantes buat di hormati lagi. Beraninya main fisik. Apaan coba? Ih ngeselin banget sih, pantes aja nggak di pilih jadi pemimpin gayanya doang aja keren mental krupuk. Ish nggak ada bagus bagusnya sama sekali. " Itulah ocehan Ami sepanjang jalan pulang. Dan yang di ajak bicara hanya diam, kagum pada Ami bisa berbicara sepanjang itu dengan sati tarikan nafas.
" ish Zira malah diam terus, kesel aku tu. " kata Ami lagi. Bagaimana tidak kesal. Saat Ami sedang berbicara panjang lebar malah dia hanya diam saja.
*Flasback on*
*Flasback off*
" hehe maaf Mi, lagian kamu ngomongnya nggak berhenti berhenti. Kan jadi aku yang capek dengerin kamu ngomel trus dari tadi. Nggak cape apa? " balas Zira dengan santai.
" huhh, "kata Ami dengan wajah sebalnya.
__ADS_1
*moga aja tu kakak kelas nggak macem macem deh. Bisa gawat kalo ketauan Ami juga. Moga aja deh gapapa. * batin Zira.
" ya udah Mi, Aku duluan ya. " kata Zira sambil melambaikan tangannya kepada Ami." iya, dah, "balas Ami juga dengan melambaikan tangannya. Rumah Zira lebih dekat dengan sekolah, jika ingin ke rumah Ami maka Zira harus melewati 2 gang lagi. Tidak terlalu jauh. Makanya mereka mau jalan kaki bersama ke sekolah.
" assalamualaikum, Ami pulang. " kata Ami setelah sampai di rumahnya dengan selamat di sambut dengan hangat oleh ibunya." waalaikumusalam, gimana sekolahnya? Seru atau menyenangkan? " basa basi Ibu Ami setiap anak anaknya pulang sekolah." hmm lumayan Bu, sayangnya tadi pas mau pulang ada masalah kecil yang membuat putri kecilmu ini badmood. Bu masih ada es krim kan? Aku pengen nih. " jawab Ami dwngan sedikit lesu. Yah jika Ami sedang badmood maka dia akan memakan es krim untuk mengembalikan moodnya.
" ada kok sayang, tapi kamu harus mandi dulu. Keringetan ih abis sekolah. "sahut Ibu Ami." yee Ibu mah, ya udah Ami ke kamar dulu ya. " jawab Ami seraya pergi ke kamarnya.
Disisi lain...
" oke aku akan ikut setelah ujian. Dan hanya selama 2 minggu saja. " seru orang itu kepada seseorang di hadapannya.
" bagus anak pintar. " kata seseorang dengan senyuman smirknya.
__ADS_1