
Saat Ami sedang menunggu Zira...
"huh lama banget sih, tidur dulu kali yeak. " gerutu Ami karena jenuh menunggu Ami. Tiba tiba ada 2 orang berbadan besar yang mendekatinya. Ami tidak mengenal siapa mereka dan berasal dari mana mereka.
" permisi nona. " kata orang pertama yang terlihat masih muda.
" mm ya ada apa ya pak? " jawab Ami dengan sopan.
" ayo ikut kami, ada teman kamu yang nunggu di depan gerbang sana. Katanya kepengen ketemu sama kamu. " kata orang yang lebih tua.
" siapa? Ini saya lagi nungguin temen saya. Dia ada di kamar mandi. "kata Ami seraya menunjuk kamar mandi.
" ayo ikut dulu biar kamu tahu. "kata orang itu lagi, berusaha meyakinkan Ami." mm ya udah deh. " (gapapa deh cuma sampai gerbang aja kan yh.) batin Ami
Lalu Ami pun mengikuti mereka sampai depan gerbang. Saat sampai di depan gerbang Ami hanya melihat ada mobil hitam terparkir di sana. Lalu saat menengok hendak berbalik, ia di bekap oleh orang itu. Ami berusaha melepaskan diri namun tenaganya tak cukup kuat untuk melawan orang itu. Sambil mencoba melepaskan diri, Ami melepaskan gelangnya, semoga ada orang yang tahu.
Lalu Ami di masukkan kedalam mobil, dan seketika sekelilingnya menjadi gelap. Dan Ami pun tak sadarkan diri.
"huhh lumayan susah juga yah nangkep ni bocah,"kata orang yang lebih muda.
__ADS_1
"gapapa yang penting bayarannya banyak, " kata orang yang lebih tua.
Dan mereka pun tertawa merayakan keberhasilan mereka.
Tanpa mereka sadari ada orang yang mencari keberadaan Ami, dengan raut muka khawatir plus marah.
Saat Ami sudah sadar...
Ami POV
*eh aku dimana? Kok asing sih, mana di iket lagi, aduh kenceng banget. Sakit hiks.. Hiks * batin Ami saat mengetahui kalau dirinya di atas kursi dengan tangan dan kaki terikat kuat.
*tempat ini gelam dan pengap banget. Zira kamu dimana hiks.. *
"Zira.. "panggil Ami dengan suara lirih nyaris tak terdengar.
" ini dimana sih, siapa coba yang bawa aku kesini. " kata Ami dengan melihat sekeliling. Ami merasa asing di tempat ini.
Tiba - tiba ada yang membuka pintu di depannya, tidak bukan membukanya namun menendangnya dengan keras hingga pintu itu terbuka secara paksa.
__ADS_1
Ternyata itu adalah orang yang membawanya keseni. Terlihat senyum puas ada di wajah mereka.
"eh udah sadar adik kecil, enak ya tidur terus. Haha paling bentar lagi udah ada di tanah ya kan. " kata orang yang terlihat masih muda.
" hahaha, kasian banget sih kamu. Eh nggak perlu di kasihani buat orang pengganggu. Ya kan?" kata orang yang lebih tua.
Ami hanya diam, mencerna apa yang baru saja dia dengar. Apa maksudnya ada di tanah? Dan siapa pengganggu itu?apakah dirinya? Sepertinya tidak. Atau mungkin iya.
" siapa kalian sebenarnya? Mau apa kalian? "
Ami memberanikan bertanya setelah beberapa saat terdiam.
Kedua orang itu tertawa setelah mendengar pertanyaan yang di ucapkan Ami. Tawanya bahkan menggelegar mengisi ruangan itu.
" kau tak perlu tahu kami siapa, yang pasti kau akan hancur sebentar lagi dan tak kan ada seorang pun yang menolongmu. " kata orang yang lebih tua. Seketika membuat nyali Ami menciut.
Prok... Prok... Prok
Ada seseorang di belakang mereka dengan tatapan membunuhnya.
__ADS_1