
Prok... Prok... Prok..
"hebat.. Hebat.. Ck." kata orang yang berada di ambang pintu.
Kedua orang yang berada di hadapan Ami langsung berbalik, melihat siapa yang ada di belakang mereka. Ami tidak bisa melihat siapa yang disana karena terhalang tubuh 2 orang di hadapannya
"lebar juga ni punggung, ish jadi nggak bisa liat siapa itu. "gumam Ami sambil menggelengkan kepalanya.
" kerja bagus, Aku cukup puas atas pelayanan kalian. Nggak sia - sia aku membayar dengan harga tinggi. " kata orang yang di ambang pintu.
" hai, kita ketemu lagi PENGGANGGU. "kata orang itu sambil mendekati Ami.
" Huft. Ternyata kamu di balik mereka. Hadeh berani main di belakang aja. " kata Ami setelah mengetahui siapa di balik tubuh 2 orang itu. Ami tidak takut kalau hanya menghadapi Chika, tapi karena ada 2 orang di belakangnya di tambah tangan dan kakinya terikat membuat dia mengurungkan niat untuk beradu mulut.
__ADS_1
" hah emang kenapa kalau Aku di belakang mereka. Kamu takut kan. Hahahah. Dasar pengecut. " kata Chika dengan menekan kata pengecut.
*nggak kebalik ni orang, nggak sadar diri banget sumpah.* batin Ami menatap Chika dengan tatapan malas.
" Asal kamu tahu aja, posisi pemimpin regu itu sangat penting bagiku. Dan karena dirimu menghalangiku untuk merebut posisi itu, kau harus menerima perlakuan yang sama dengan yang Ayah perlakukan kepadaku. " kata Chika dengan memperlihatkan lengan bagian atas yang memar, terlihat seperti habis di pukul dengan sesuatu.
" memang apa yang dilakukan Ayahmu?" tanya Ami polos.
"dari pada ku jelaskan, lebih baik aku praktekan langsung biar lebih jelas pake banget ya. " jawab China.
" akh...kau hanya berani bermain saat musuhmu lengah, cih kau sangat licik ternyata. " kata Ami dengan sedikit menahan rasa sakit yang ada di pipinya. * lumayan kuat tenaganya, akh andai Aku tak terikat seperti ini sudah kucakar habis wajah busukmu itu.*
" hahahaha, kalau Aku emang licik kenapa? Kamu mau ngelawan? Nggak akan bisa. Hahaha. "
__ADS_1
" Asal kamu tahu aja ya, Aku menerima perlakuan yang lebih dari ini. Makanya Aku mencari dirimu untuk pelampiasan kekesalanku. Dan nasib buruk menimpa dirimu. Hahaha. "
Kata kata Chika mulai membuat Ami khawatir *uh ternyata ada pisikopat di sini. Aku harus keluar tapi gimana? * batin Ami yang mulai was was terhadap gerak gerik Chika.
Setelah mengatakan hal itu , Chika mengambil kayu yang ada di sekitar ruangan itu (ruangannya udah lama nggak Kepler dan banyak juga kayu disana kaya bekas lemari atau plafon yang jatuh). Dengan tidak ada belas kasih, Chika memukul lengan Ami dengan keras. Ami hanya bisa meringis merasakan semua perlakuan Chika.
*Zira...tolong Aku.... Kamu dimana?* batin Ami dengan menahan rasa sakit di lengannya
Dan terakhir Chika menamparnya lagi hingga Ami tak sadarkan diri. Sudut bibir dan hidung Ami sudah mengeluarkan darah. Dan karena kejadian ini Ami memiliki trauma yang sulit untuk di hilangkan.
Disisi lain....
" cepat arahkan pasukan untuk menuju gedung itu, " kata pemimpin pasukan itu.
__ADS_1
" siap kapten. " jawab salah satu anggotanya.
*jika ada sedikit saja luka yang kau torehkan, kau tak akan pernah hidup lagi di dunia ini. Aku bersungguh sungguh kali ini, tak akan ku biarkan kau lolos dari genggamanku.* batin pemimpin pasukan itu.