
Keesokan harinya...
"Bu aku dah selesai, berangkat dulu ya." kata Ami setelah menyelesaikan sarapannya. "mau bareng abang nggak? Mumpung baik hati nih." kata Amdan menawarkan tumpangan pada Ami. "mm boleh deh, tapi mampir ke rumah Zira dulu ya." jawab Ami, lumayan juga nggak usah capek capek jalan kaki ke sekolah. " iya iya, ya udah Yah, Bu kita berangkat dulu ya. Assalamualaikum." kata Amdan lalu mencium tangan Ibu kemudian ayahnya. Di susul Ami selanjutnya. " waalaikumusalam." jawab Ayah dan Ibu bersamaan.
Saat sampai di rumah Zira
"tunggu sini bentar, kayanya Zira masih sarapan deh. Aku susul ke dalem dulu. " kata Ami kepada Amdan.
" iya tapi nggak usah ikut sarapan juga, ntar lama dehh. " jawab Amdan.
" iya iya. " kata Ami seraya turun dari mobil, lalu menuju pintu masuk rumah Zira.
" Assalamualaikum, Zira. Ami dah sampai nih. " seru Ami dari depan pintu.
" waalaikumusalam, yo bentar pake sepatu dulu . Weh ada yang nganter nih. " jawab Zira sambil memakai sepatunya.
" iya lagi baik katanya." kata Ami.
" yo dah, yuk berangkat. Ntar telat lagi. " Kata Zira lalu melenggang pergi.
__ADS_1
" udah? " tanya Amdan setelah Ami dan Zira masuk mobilnya.
" udah, cuss ayuk jalan. " Jawab Zira dengan bersemangat.
" yoo mobil meluncur,"
Saat sampai di sekolah.......
"makasih Abangku yang ganteng dan baik hati, sudah mengantar adik manis ini dengab selamat. " kata Ami dengan dramatis nya.
" hahaha lebay banget kamu Mi, hadeh ya udah bang kita masuk dulu ya. Makasih tumpangannya. " kata Zira
Kemudian Ami dan Zira berjalan menuju kelasnya. 5 menit lagi bel akan berbunyi.
*kok rasanya agak nggak enak yah* batin Amdan setelah melihat kepergian adiknya. * moga aja cuma perasaanku saja. *
Skip pulang sekolah....
" Ra, udah belum. Lama banget sih. " kata Ami sambil bersandar di dinding. Pasalnya saat akan pulang sekolah Zira mendadak sakit perut dan harus berakhir di kamar mandi ini. (masih di sekolah mereka)
__ADS_1
" lagian si ngapain juga makan cilok pedes banget gitu, ah buruan napa. Lama banget sih. " kata Ami lagi membuat yang berada di dalam menyahut.
" sabar laa, bentar lagi nih. "
*nggak sabaran banget si jadi orang. Kan sakit perut ini, nggak bisa di maklumi apa* guman Zira pada dirinya.
" Ayo Mi, kita pulang. Eh kok nggak ada? "
Zira terkejut saat dia keluar dari kamar mandi Ami tidak ada di tempatnya tadi.
" Mii, kamu dimana? Katanya mau pulang. Ayoo. " kata Zira dengan sedikit berteriak. Namun yang di panggil tak kunjung menyahutnya.
" Amii jangan bercanda deh, udah siang nih. " setelah beberapa kali berteriak namun tak ada sahutan, Zira mulai panik sendiri. Dia mulai mencari Ami di sekitar sekolah. Di daerah kelas tak ada seorang pun disana. Lalu ke perpustakaan, hanya ada penjaga yabg belum pulang. Ketempat parkir sepeda pun tak ada. Zira mulai kewalahan dan merasa bersalah kenapa tadi dia lama di toilet. Andai tadi tak berlama lama pasti tak akan terjadi seperti ini.
Saat sampai gerbang...
" eh inikan gelang Ami, kenapa ada di sini?" gelang yang sama dengan yang di pakai Zira. Gelang yang penuh arti bagi Zira dan Ami. "Kenapa arahnya bukan ke rumah. " gumam Zira pada dirinya.
Ikuti terus kisahnya ya
__ADS_1