
( akhinya kau Mati juga... ) ucap grab ternyata lelaki itu masih belum bisa mengalahkan grab
Lelaki itu sudah berbaring di tanah mata nya tertutup mulutnya terbuka semua badan nya terluka
Grab pun ingin pergi Dari Sana tiba tiba leher nya di cekik kuat dengan pedang oleh lelaki itu
( ahhhh. Siapa kau....) ucap grab dia tidak bisa bernafas
( a . aku . . Tidak akan Ma. Mati sebelum. Ka. Kau.. Ma. Matiie.) ucap lelaki itu ia masih kuat meski energy nya hampir habis di makan oleh pedang nya
ia mengunakan sisah energy nya untuk mencekik grab dengan kuat
( apa.. Tidak mungkin... Kau.) ucap grab ia terkejut karena lelaki itu masih hidup dengan keadaan tubuhnya yang sudah hancur sedikit Demi sedikit
( ahh haa Mari kita Mati bersama ahahah) ucap lelaki itu
( tidak.. lepaskan aku cepat...) ucap grab ia tidak bisa bernafas Karena lelaki itu mencekik nya dengan sangat kuat mengunakan pedang
Pedang itu perlahan membuka kembali Luka grab
Luka grab semakin membesar grab tidak bisa bernafas ia pun mengerakan tubuh nya agar lelaki itu terlepas
( cepat lepaskan aku...) ucap grab
__ADS_1
( aku tidak akan melepaskannya sebelum kau benar benar Mati...) ucap lelaki itu
( tidak lepaskan aku... Pengecut) ucap grab
( aku tidak kisah kau kata apa asal Kan kau tidak Ada lagi di sini itu sudah cukup untuk ku..) ucap lelaki itu
( sial..) ucap grab ia tidak bisa bernafas ia mengerakan tubuh nya tapi lelaki itu tidak melepaskannya tangannya meski pun ia berpusing
( Mati lah ) ucap lelaki itu ia menarik kuat pedang di leher grab sehingga grab terpotong hanya tinggal sedikit yang masih melekat
( apa mungkin ini akhir hidup ku ahh..) ucap grab kesadaran nya mulai menghilang ia masih merasakan sakit
( Matilah...) ucap lelaki itu ia menarik kuat pedang di leher grab
Oi siapa kah nama mu...) ucap grab kesadaran nya mulai menghilang mata nya perlahan tertutup
( nama ku sabah....) ucap lelaki
( sabah ya.. akan ku ingat nama mu itu.....
Suatu Hari aku akan kembali untuk membunuh mu... Ingat ucapan ku ini.... ) ucap grab tangan nya terjatuh ia pun Mati
( apa dia sudah Mati....) ucap sabah ia tidak ingin lagi melepaskan pedang di leher grab karena ia takut nanti grab menipu nya berpura pura Mati agar ia melepaskan pedang dari leher nya grab Barulah grab menyerang nya
__ADS_1
Saat ia menuggu begitu lama akhirnya ia pun melepaskan pedang itu
Sabah pun terjatuh ia terbaring di Sana energy nya sudah habis ia tidak bisa lagi bergerak
( aku. . . Menang ) ucap sabah
ia pun pinsan
( memang aku seimbang dengan sabah tapi pada akhinya aku di kalah oleh nya dengan Cara seperti ini... ) ucap grab leher nya masih di cekik dengan pedang oleh ibu gadis itu
Grab mengeluarkan aura nya sehingga tangan ibu gadis itu terpaksa melepaskan pedang di tangannya itu ia pun terbang menjauh dari grab
( ahh... Kiju aku mohon pada mu cepat lah bawah Nana pergi Dari sini....) ucap ibu gadis itu ia kembali bangkit dengan tubuh nya penuh Luka di saat Perlawanan sebelum nya
Kiju hanya melihat ia tidak bisa berbuat apa apa ia tidak tahu harus bagaimana
Sementara itu grab terus maju ke ibu gadis itu
( aku akan membunuh duluan..) ucap grab ia berlari ke arah ibu gadis itu
ibu gadis mengambil pedang nya
( kiju aku mohon pada mu cepat lah bawah Nana pergi Dari sini....
__ADS_1
Anggap saja ini adalah permintaan terahir ku padamu....) ucap ibu gadis