Cahaya Kegelapan

Cahaya Kegelapan
harta karun


__ADS_3

Akhirnya sumpah pun telah di ucapkan oleh pemimpin mereka sendiri,demi meredamkan amukan masayarakatnya dengan keadaan terpakasa Abdul Mutollib menyampaikan sumpah tersebut, tida lamah kemudian masiarakat terdiam dan mulai berpikir "apakah akan terulang kembalih apa yang telah di lakukan oleh nenek moyang merek ibrahim atas anakanya ismail yang telah di suruh tuhanya untuk mengorbangkan anaknya".


masyarakat pun terdiam sejenak dan berlahan-lahan mundur tampa ada sekata pun mereka menyampaikan protes seperti hala yang sebelumnya mereka lakukan untuk menghentikan apa yang telah pemimpin mereka lakukan.


setelah mereka mendengarkan apa yang telah di sampaikan oleh Abdul Mutollib mereka berlahan-lahan mundur dan membiarkan anak dan ayah tersebut melanjutkan pekerjaan menggali sumur zamzam.


sedikit demi sedikit ayah dan anak menggalih sampai keringat pun bercucuran meleleh membasahi badan mereka, dengan menahan panas matahari yang kini semakin menyengat , mereka dengan rasa semangat yang sangat tinggi untuk memukan air zamzam, mereka terus menggali tampa mempedulikan panas dan rasa lelah yang di alami keduansa saat itu, galian pun semakin lama semakin dalam tampa terasa mereka udah mencapai bagian yang sangat dalam.


sehingga dalam pengalian tampa di sadari, mereka telah menemukan harta karun peninggalan suku jurhum, di dalam sumur zamzam.


saat itulah hampir semua yang hadir di tempat tersebut merasa mempunyai hak atas harta itu. tetapi dengan tegas Abdul Mutollib, menghentikan mereka. setiap orang yang hadir di tempat itu menyatakan keinginanya kepadah Abdul Mutollib, untuk mengambil bagian dari harta itu , sampai-sampai hampir terjadi kecokan antara mereka yang tida ingin ketinggalan atau tadak mendapat bagian dari harta tersebut.

__ADS_1


mereka yang telah di butakan hawa nafsu mereka sendiri langsung ingin membantu keduanya tapi di tahan oleh sang pemimpin. Abdul Mutollib terus menggali sampai harta karun itu semuanya dia angkat keluar oleh kedua ayah dan anak itu.


dan seketika itu massyarakat menyatakan ingin bagian dari harta karun tersebut.


tetapi sang pemimpin memberikan arahan supaya harta peninggalan suku jurhum itu di undih terlebih dahulu. dimana harta tersebut terdapat. dua patung emas dan alat perang, yang di gunakan untuk alat perperangan suku jurhum dikala itu.


Sebelum mereka melakukan undian,mereka terlebih dahulu mempersiapkan enam bejanah.


undian pun di lakukan ternyata dua bejanah warnah kuning menghadap ke ka' bah. maka dua patung emas tersebuat menjadi bagian ka'bah.


sedangkan dua bejanah warnah hiram mengarah ke padah Abdul Mutollib,

__ADS_1


sehinggah alat perang menjadi bagian Abdul Mutollib sendiri.


dan dua bejanah warnah puti tidak mendapat bagian apapun.


dengan demikian masyatakat quraisy tidak mendapat apa-apa.


setelah harta karun tersebut selesai di undih mereka langsungg menggali lagi untuk mastika bahawa air sumur zamzam belum kering atau hilang, dengan sekuat tenagah Abdul Mutollib dan anaknya al- Haris, terus menggali sampai pada satnya mereka mendapatkan mata air itu.


dengan seketika Abdul Mutollib mengucapkan rasa sukur kepadah tuhan yang telah memberikan petunjuk tentang keberadaan mata air zazam yang telah lama hilang dari bumi mekah.


sehinggah pada saat itu masyarakat quraisy pun ikut bahagiah tentang hal keberhasilan itu. bagaimana tidak bayangan tentang jatunya hargah diri mereka sebagai tuan rumah kota suci tidak lagi memiliki persediaan air untuk parah peziatah. dengan begitu mereka merasa legah dengan di temukanya sumur zamzam.

__ADS_1


__ADS_2