
Telapak tangan tuan David mendarat begitu saja tepat di pipi Alleta, sehingga gadis itu terjatuh begitu saja di atas lantai.
"Ayah.." lirih Alleta.
Dia tidak begitu menyangka ayahnya tega mena****nya tampa belas kasihan.
Ia seperti an***g yang tertangkap men***i daging sang tuan.
" kau,, tidak ada bedanya dengan wanita itu!"
jatuh sudah air mata Alleta. Tidak cukupkah ayahnya menghina dirinya? Ia tidak habis pikir kenapa ibunya mau menikahi ayahnya yang begitu egois, kasar dan kejam.
Jika ingin memilih lebih baik ia tidak pernah dilahirkan ke dunia ini.
" kalau Alleta tidak mau, biarkan Allana yang menggantikannya menikah"
Nyonya Rose mengatakan ini dengan perasaan yang sesak, Dia tau ini mungkin tidak adil untuk putrinya. Ia hanya ingin membuktikan kepada Alleta bahwa pandangannya tentang ' ibu tiri yang kejam itu' tidaklah benar.
__ADS_1
" ibu.. Apa aku tidak salah dengar? Aku anak yang ibu kandung,, kenapa ibu terus membelanya!"
Allana tidak terima menjadi tumbal atas perbuatan kakaknya sendiri. Bukan hanya sekali ibu selalu memarahinya,, tetapi berulang kali karena kesalahan yang dilakukan kakaknya.
Allana tidak habis pikir dengan ibunya, Alleta bahkan sedikitpun gadis itu tidak pernah menanggap ibunya ada tapi nyonya Rose memperlakukannya begitu istimewa Allana yang notabene anak kandungnya malah seperti anak tiri dirumahnya sendiri.
" tapi dia juga anak ibu,, dia kakakmu,, dia..."
"sudah... Cukup!" Tuan David sudah tidak tahan lagi
" Alleta,, aku tau ini sangat sulit untukmu.. Tapi kita tidak punya pilihan lain.." ujar tuan David dengan wajah memelas.
" tuan Wilson..?" ketika menyebutkan nama ini mata nyonya Rose membola penuh.
Jika orang lain mendengar nama ini, mereka akan bertekuk lutut dan memberi penghormatan penuh kepada tuan wilson. Siapa yang tidak mengenal tuan wilson, orang yang sangat berpengaruh di negara ini kekayaannya yang tidak bisa dihitung jumlahnya, memiliki anak perusahan yang tersebar di seluruh dunia membuatnya menjadi orang terkaya nomor satu di negara ini. Beristrikan wanita cantik yang juga berasal dari keluarga terpandang mereka memiliki dua orang putra dan satu orang putri. Keluarga ini bisa dikatakan keluarga yang mendekati sempurna, siapapun yang mencari masalah dengan keluarga ini maka sama saja dengan mengantar nyawa sendiri.
Siapa yang menyangka Alleta akan menikah dengan putra dari orang nomor satu di negri ini. Bukankah ini seperti cinderella dalam semalam. Jika orang lain mendengar ini, bukankan ini kesempatan emas seperti memenangkan undian yang sangat besar.
__ADS_1
Tapi tidak berlaku bagi Alleta, kehidupannya saat ini saja sangat ribet. Orang lain mungkin berpikir bahwa perempuan ini sangat gila. Banyak orang lain diluar sana yang ingin mejadi kaya tapi kenapa dia sebaliknya.
Alleta, mimpi kecilnya hanya ingin hidup sederhana dan menjalani kehidupan yang bebas. Sifatnya yang tidak suka dikekang membuat dia menolak keras perjodohan itu. Ya, setiap hari dia hanya pulang melempar tas. Lalu pergi keluar entah kemana. Ia suka berada di luar rumah dari pada dirumahnya sendiri apalagi melihat wajah ibu tirinya.
" siapapun Dia aku tidak akan pernah menerima ini" Alleta mengambil tasnya hendak pergi.
" keluarga kita sedang bangkrut" saat kata ini terucap langkah kakinya terasa berat.
Tapi detik berikutnya ia tersenyum sinis lalu berkata dengan tegas
" aku tidak peduli." Meski kata ini di ucapkan ia masih berdiri mematung membelakangi sang ayah menunggu reaksi selanjutnya.
" alleta setidaknya la kukankanlah ini demi ibumu. Perusahan ini saya bangun bersama ibumu, apa kau tega melihatnya hancur selama puluhan tahun? Jika ibumu masih hidup dia akan sangat sedih mendengar ini. Ayah punya hutang yang begitu besar dan juga harus membayar upah para karyawan. Tuan besar wilson dengan berbesar hati mau membatu kita, apa tidak ada sedikit saja rasa belas kasihanmu? Setidaknya lakukanlah ini demi semua orang" ujar tuan David panjang lebar, dia tau kali ini ia akan berhasil karena kelemahan seorang Alleta adalah ibunya sendiri.
Mendengar nama ibunya hatinya yang beku sedikit mencair. Alleta Tidak menyukai ini, dia punya trauma masa lalu yang membuat dia begitu benci dengan yang namanya pernikahan. Ia bahkan tidak pernah percaya pada cinta lalu bagaimana bisa ini pilihan terbaik untuknya. Dia bahkan tidak tau lelaki mana yang akan menikahinya.
Tapi dengan berbesar hati dia harus menerima perjodohan ini. Meski ia tau bahwa ini seperti ayahnya menjualnya secara tidak langsung, oh ayolah ini sangat konyol dalam kondisi seperti ini dia kembali mengalah. Tampa menatap sang ayah ia mulai tersedu - sedu dan berkata dengan lirih
__ADS_1
" dalam hidup ini,, aku bahkan tidak punya waktu untuk mengasihani diriku sendiri,, sekarang terserah kalian..." setelah itu dia pergi begitu saja tampa mengatakan apapun lagi.