
Hari demi hari telah berlalu, dan Alleta masih seperti sebelumnya. Duduk termenung seorang diri didalam kamar, padahal hari ini adalah hari pelaksanaan pernikahannya.
Dengan gaun pengantin yang indah, melekat ditubuhnya. Dia menghadap ke cermin menatap bayangan dirinya dan dengan wajah yang suram ia tampak seperti orang bo**h.
Hari masih begitu pagi tetapi para pengawal utusan tuan Wilson, sudah datang ke rumah menjemput Alleta dengan mobil yang begitu mewah.
Dua orang pria yang memakai stelan jas rapi menyambut kedatangan Alleta dengan wajah yang cerah. Alleta hari ini begitu cantik, gaun itu begitu pas di badan rona keemasan dari gaun yang mengkilap menambah kesan yang sempurna.
Allana dan Nyonya Rose mengikuti langkah ayahnya, dan masuk ke mobil lainnya. Alleta hanya melihat sekilas setelah itu melihat sisi kiri dan kanan ada dua Bodyguard yang menjaganya.
'huh, ternyata celah untuk kabur dari pernikahan ini tidak ada sama sekali' pikirnya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, di dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali Semua orang sibuk dengan pemikirannya sendiri.
Perjalanan pun berakhir pada sebuah bangunan megah tak jauh dari pusat kota. Alleta melihat keluar pada orang tuanya yang disambut oleh orang - orang tuan Wilson.
seperti yang diharapkan didalam gedung tidak terlalu Banyak orang, beberapa yang hadir hanya pihak yang dibutuhkan dan keluarga inti. bahkan tidak ada wartawan, sangat tertutup.
Sudah hampir satu jam Alleta duduk, dia bahkan sudah mulai jenuh tapi saat ini tidak ada yang terjadi. Dia hanya menunduk lesu dan tidak tertarik untuk melihat ke sisi manapun dalam ruangan itu.
__ADS_1
Drapp!
Drapp!
Drapp!
Suara langkah kaki beberapa Orang yang muncul dari pintu utama sudah dekat. Alleta begitu gugup ketika matanya bertemu tatap dengan seseorang yang datang dari pintu utama, lelaki yang sudah membuatnya jatuh cinta. Tetapi beberapa detik kemudian mereka memutuskan pandangannya masing - masing.
Dia adalah tuan muda Aston, putra kedua tuan wilson, hari ini dia mengenakan stelan jas yang rapi yang membuatnya semakin tampan. Laki - laki itulah yang membuat Alleta menerima takdir ini. Laki - laki yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Sayang sekali, hari ini ia hanya datang sebagai tamu undangan.
" sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri" Entah sejak kapan kalimat ini selesai. Alleta hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.
bagaimana bisa ia menikah tapi tidak ada sang mempelai pria disebelahnya. apakah pernikahan ini sebuah permainan? Dia bahkan Tidak tau seperti apa wajah sang suami. Alleta seperti Orang bodoh, hanya berdiri tampa ada yang bisa dia lakukan di sana.
'Mengapa nasibku se malang ini?
aku harus lari, yah aku harus lari dari pernikahan ini. setelah sampai di rumahnya aku akan kabur dan pergi, persetan dengan semua orang' Alleta membatin.
" mari Nyonya " terdengar dari sisi kanan Alleta suara seorang pelayan. Alleta mengikuti langkah pelayan itu dengan berat hati. Tiba - tiba seseorang memeluk Alleta secara tiba - tiba membuat gadis itu mematung di tempatnya.
__ADS_1
Alleta enggan membalas tetapi tidak juga menolaknya. Ya dia adalah nyoya Rose, perempuan berwajah cantik nan teduh itu memeluk Alleta untuk pertama kali selama menjadi ibu sambungnya. Pelukan itu seakan memberikan semangat kepada Alleta, Dia tahu kalau saat ini gadis itu sedang rapuh Meskipun dia selalu berusaha menutupinya.
" putriku adalah wanita yang hebat, jadilah istri yang baik untuk suamimu. Jika suatu hari seseorang ingin agar kau pergi meninggalkannya. Ingatlah janjimu pada Tuhan." perlakuan ibu sambungnya dan bisikan ini seperti penenang untuk Alleta.
Perasaannya begitu sesak, ibu yang tidak pernah ia anggap selama ini Begitu peduli padanya. Bahkan ayah kandungnya saat ini masih tersenyum bahagia mengobrol dengan rekan - rekanya tampa mempedulikannya.
Mobil yang membawa Alleta pergi begitu jauh dari pusat kota. Jalanan dihiasi dengan pohon yang menjulang tinggi. Daerah ini sangat sepi tidak ada seorangpun yang berada di jalanan bahkan mobil pun Tidak ada yang lewat di sana. Dan lebih parah lagi perjalanannya lebih jauh dari apa yang dipikirkan.
Karena takut, Alleta pun memberanikan diri bertanya;
"kita mau kemana?"
"tentu saja ke kediaman suami anda Nyonya" jawab sang sopir dengan sopan.
Alleta tidak bisa bahkan untuk berpikir jernih. sebelumnya dia berencana untuk melarikan diri.
Tapi untuk saat ini, dia bahkan tidak punya nyali untuk melakukannya.
hutan yang sangat lebat di tambah jaringan telepon tidak ada gadis itu bahkan berkeringat dingin membayangkan yang tidak - tidak membuatnya hanya bisa berdoa dalam hati dia tidak mau hidupnya berakhir di tempat mengerikan ini.
__ADS_1
Di sebuah lokasi yang jauh dari keramaian, tepatnya di tengah hutan. Alleta disambut oleh beberapa orang yang tengah berdiri didepan sebuah bangunan mewah bak mansion yang megah.
" Selamat datang Nyonya " seorang wanita sudah berumur membungkukkan badannya di depan Alleta. beberapa pelayan yang memakai baju hitam putih hanya terus menundukkan kepala pada Alleta dan dengan keramahan mengulurkan tangan mempersilahkan Alleta masuk ke dalam rumah.