Catatan Harian Alleta

Catatan Harian Alleta
Bab 9


__ADS_3

"Nyonya kenapa anda melarikan diri" tanya seorang pelayan kepada Alleta dengan penasaran.


Dengan sedikit salah tingkah Alleta menjawab


" si,,siapa bilang aku mau melarikan diri, aku hanya sedang berolahraga badanku sedikit pegal karena terlalu lama berdiri di acara pernikahan tadi"


semua orang hanya bengong mendengar kalimat yang diucapkan Alleta jawaban yang aneh, pikir mereka.


" oh ya apakah gudang di belakang memang sengaja tidak tutup? Tanya Alleta penasaran.


" Nyonya gudang di belakang memang sudah ditutup, tetapi anda sudah menerobosnya." jawab seorang pelayan dengan polosnya.


'apa aku sekuat itu ya, sampai bisa menerobos pintu yang sudah di kunci? Ah tidak mungkin, baru saja aku melihat pria yang sangat tampan didalam sana" Alleta membatin


" tidak mungkin aku baru saja melihat Pelayan didalam sana" ujar Alleta berbohong dan sedikit berteriak membuat semua pelayan menundukkan kepala dengan perasaan takut.


Alleta kaget sendiri melihat tingkah para pelayan yang begitu patuh kepadanya. Dia baru sadar sekarang dia sudah menjadi Nyonya besar di rumah ini.


"sudah....sudah.. Tidak usah berlebihan seperti ini, aku hanya,,,"


" Selamat datang Tuan muda..."


Deg!


Deg!


Alleta terdiam mematung di tempat. Lalu dengan pelan dia mencoba membalikkan tubuhnya. Tuan muda Eliot, lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya. Duduk di atas kursi roda dan dengan seorang asisten yang mendorong kursi rodanya.


Alleta yang terlalu gugup melirik semua orang membungkuk pada Tuan muda dan tampa sadar diapun ikut membungkuk membuat para pelayan terheran - heran.

__ADS_1


' Nyonya muda yang sangat aneh' pikir mereka.


"Tuan, Nyoya muda sudah ada disini" ucap kepala pelayan memperkenalkan Alleta pada suaminya yang masih memakai topeng diwajahnya.


Tuan muda Elliot hanya melirik Alleta sekilas tampa berniat menyapa sedikitpun dan dengan angkuh melewati sang istrinya begitu saja.


" kotor sekali" desis Elliot setelah sedikit menjauh dari Alleta.


" what?! Dia bahkan belum menyapaku terlebih dahulu, lalu dengan tega menghinaku sesuka hati setelah membiarkanku berdiri seperti orang bodoh di atas altar sendirian? Dia pikir aku mau menikah dengannya? Dia bahkan tidak bisa melihat, dasar ti.."


" Nyonya gaun yang anda pakai memang sedikit kotor, coba anda melihat di kaca; " ujar seorang pelayan dengan penuh hati - hati.


Dengan buru - buru Alleta mengarahkan tubuhnya ke kaca yang lumayan besar, samar - samar ia melihat bayangan dirinya di kaca, memang benar gaunnya sangat kotor persis seperti yang Tuan muda katakan.


' kok dia tau? Pada hal dia tidak bisa melihat, aneh' pikir Alleta.


Semua pelayan mengiring Alleta kembali ke kamar. Mengingat bahwa ini adalah malam pertamanya, ia mulai ketakutan. Ia tidak mungkin bermalam dengan pria yang tidak di cintainya. Terlebih laki - laki seperti Elliot yang penuh dengan cacat. Jangankan wajahnya auranya saja sangat menakutkan. Apalagi Alleta sudah membuat ulah dengan mencoba untuk kabur. Semoga saja tingkah gilanya tidak menimbulkan masalah besar. Bisa - bisanya dia di habisi oleh tuan muda yang kejam itu.


Drap!


Derapan langkah kaki di luar kamar yang semakin mendekat membuat Alleta kalut. Ini lebih menyeramkan dari lada film horor yang pernah ia tonton. Alleta mengolah napas dengan baik, bahkan tangannya sampai meremuk alas ranjang.


Tok!


Tok!


" Nyonya boleh kami masuk? "


Huuffh.. Alleta merasa lega setelah mengetahui bahwa ternyata yang datang adalah pelayan.

__ADS_1


"masuklah.." dengan keadaan terpaksa dia membiarkan pelayan masuk. beberapa orang tampak memegang sebuah baskom kecil berisikan air dan yang lainnya memegang obat - obatan.


" Nyonya izinkan kami mengobati luka anda."


Alleta langsung melihat luka dikakinya akibat ulahnya sendiri. Benar, luka itu harus diobati.


" Hisss,,,!" ringis Alleta Saat seorang pelayan mengusapnya dengan kain basah.


" maaf Nyonya, apa itu sakit?"


"cekk, cepatlah; " ucap Alleta tampa basa basi dia merasa risih dengan perlakuan pelayan itu.


Saat belum menikah dia sudah terbiasa melakukan semua hal sendiri. Tapi sekarang dia sudah menikah dan menjadi istri dari tuan muda Elliot wilson tentu Banyak hal yang berubah dalam dirinya. Jadi dia harus terbiasa dengan semua itu.


Kepala pelayan melirik pada wajah Alleta yang pucat dan sudut keningnya yang berkeringat. Bibi Ji yang tampak berpengalaman tersenyum pada Alleta, dengan sedikit menggoda dia berkata dengan pelan;


" Nyonya, ini pengalaman pertama anda bersama tuan muda. Beliau sangat tertutup dan pendiam, anda tidak perlu merasa kesal jika dia berkata kasar karena itu memang dirinya. Tuan muda tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun sebelumnya dia pria yang baik"


Entah kenapa perkataan Bibi ji membuat Alleta merasa semakin kesal.


'Bagaimana bisa lelaki cacat seperti Elliot bisa bermain wanita bahkan untuk berdiri saja dia tidak bisa. Bagaimana mungkin ia main wanita saat semua orang takut kepadanya? Perawakannya begitu buruk dan juga dia sangat mengerikan.' Pikirnya.


Setelah para pelayan selesai mengobati luka Alleta, mereka semua keluar satu persatu.


" Nyonya malam ini akan jadi yang pertama untuk Tuan muda. Mohon sambutlah beliau dengan baik, mandilah dan pakailah pakaian yang rapi dan wangi. Tuan muda suka kerapian dan wewangian." ujar Bibi Ji Setelah itu dia keluar dari kamar.


Waktu terus berlalu, hingga tengah malam gadis itu tidak pernah menyingkir dari ranjang bahkan hanya untuk mandi. Dia sangat ketakutan. Dia ingin kabur tetapi banyak penjaga di luar kamar. Dia hanya duduk meringkuk dan terus saja menatap gagang pintu yang dingin. Hingga seseorang mengetuk pintu dari luar.


Tok!

__ADS_1


Tok!


__ADS_2