
"kalau begitu kita tidak perlu melakukan pertemuan dengan putraku. Karena.."
" aku sudah bertemu dengannya. Bukankah dia yang barusan keluar tadi?" potong Alleta dan kembali bertanya pada tuan wilson.
Hening,, tuan wilson mengernyit bingung dengan apa yang dikatakan Alleta. Tiba keheningan melanda mereka.
Drapp!
Drapp!
Drapp!
Nyonya besar datang dengan langkah yang begitu anggun, lalu duduk disebelah suaminya dengan menyilangkan kedua kakinya dengan cara yang elegan.
" jadi ini calon istrinya?" tanyanya dengan angkuh.
" ya, namanya Alleta. Dan dia menerima pernikahan ini dengan lapang dada." jelas tuan Wilson kepada sang istri.
Setelah mendengar penjelasan sang suami, Nyonya wilson mengalihkan tatapannya ke Alleta dan meliriknya dari kaki hingga kepala. Lalu dia tersenyum tipis dan meraih segelas teh hangat yang terhidang, dia meneguknya dengan cara yang elegan. setelah itu dengan tatapan yang aneh dia menjawab;
"oh, kurasa dia memang sangat cocok dengan anak itu, benar - benar sangat cocok"
entah mengapa kata - kata itu seakan mencemooh, seperti sedang merendahkan Alleta sehingga gadis itu tidak tau harus menjawab apa.
__ADS_1
" terimakasih Nyonya." jawab Nyonya Rose pada Nyonya besar wilson.
Nyonya besar ini begitu angkuh, apakah karena pandangannya tentang uang adalah segalanya. Sehingga dia bertindak begitu sesuka hati, Kalau dia masuk di dunia akting dia lebih cocok berperan sebagai nenek sihir yang jahat, Lihatlah ekspresinya saat ini begitu mengerikan, pikir Alleta.
" mbok, apakah putraku tadi datang kesini?" Tanya tuan Wilson pada seorang pelayan dirumahnya.
"ya, Tuan. Tadi tuan muda kedua datang kesini hanya sebentar, lalu setelah itu dia pergi lagi, mungkin karena ada urusan mendadak. Tuan muda terlihat sedang terburu - buru saat pergi." jelas sang pelayan terhadap tuan wilson.
Jawaban dari sang pelayan membuat tuan Wilson akhirnya mengerti. Seketika dia merasa bersalah pada Alleta. Gadis itu pasti salah paham, setelah itu dia menatap Alleta lalu berkata;
"Alleta, mungkin kau baru saja bertemu dengan putraku yang kedua, namanya Aston. Sayang sekali, mungkin ada kesalahpahaman disini. sebenarnya, orang yang akan menikah dengan mu bukan Aston, melainkan putra sulungku namanya Elliot"
"apa?!" Alleta begitu terkejut mendengarnya.
Otak kecilnya belum bisa menerima ini, katakanlah Kalau ini hanya mimpi.
Rasanya baru kemarin sahabatnya itu bilang bahwa satu - satunya Orang yang akan menikahinya adalah putra kedua bukan dengan putra sulungnya yang penuh dengan banyak kekurangan.
" apa kau tidak mendengar apa yang suamiku katakan? Apa perlu aku mengulanginya?" sentak Nyonya wilson membuat Alleta tersadar dari rasa keterkejutannya.
Dia bahkan tidak bisa hanya sekedar untuk mengangguk. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, apapun yang telah dia ucapkan sebelumnya tidak bisa ditarik kembali. Dia tidak mungkin menolak ini didepan Semua orang hanya karena pria yang akan menjadi calon suaminya cacat dan bo**h.
Dia tidak mau pandangan orang - orang semakin buruk terhadapnya. Tapi, apakah dia mampu mengorbankan masa depanya hanya untuk menikah dengan pria yang serba kekurangan ini? Menikah dengan pria kaya raya tapi tidak sempurna dan dikurung seperti tahanan. Sungguh, ini seperti mimpi buruk yang mwnakutkan baginya.
__ADS_1
" tadi Alleta sudah menyetujuinya, anda tidak perlu kawatir. Putriku akan baik - baik saja dengan ini semua."
tuan david menanggapi perkataan Nyonya Wilson yang melihat putrinya masih dengan rasa keterkejutannya. Perkataanya seperti memaksa Alleta untuk tidak membantah dan pasrah begitu saja.
'apa? Baik - baik saja? Omong kosong apa ini? Jantungku bahkan hampir mau copot memikirkan ini. bagaimana bisa aku akan tetap baik - baik saja menikah dengan laki - laki yang begitu temperamental. Aku sesperti menyerahkan diri kekandang singa' Alleta membatin.
" baguslah kalau begitu. Selama ini kami begitu kesulitan mencari pasangan untuk putraku yang satu itu. Aku percaya kalian bisa menjaga rahasia ini, karena aku tidak bisa mempercayakan putraku itu pada orang lain." jelas Tuan Wilson.
"bertahun - tahun aku selalu menjaga nama besar keluargaku, aku tidak ingin ada orang lain diluar sana yang tahu soal putraku yang sedikit terganggu. Kurasa kalian mengerti dengan apa yang kukatakan, putraku tidak seburuk yang kalian dengar, dia anak yang baik." tambah Tuan wilson menjelaskan.
Bagaimanapun Elliot adalah putra tuan Wilson, dia tidak mungkin menjelekkan putranya sendiri didepan orang lain. Tapi Alleta tidak akan pernah percaya ini, rumor tentang Elliot begitu buruk. bagaimana bisa ia menjadi istri untuk Tuan muda yang buruk rupa dan cacat.
"pernikahan ini diadakan secara tertutup. Kita hanya menikahkan mereka tampa adanya resepsi. Kerjasama kita bukan hanya tentang uang dan perusahan, tetapi juga tentang masa depan anak - anak kita. Elliot anak yang baik, kurasa Alleta pasti akan menyukainya." ujar tuan wilson panjang kali lebar.
'suka?' arenia tersenyum kecut 'sungguh konyol' saat semua orang bahkan menolak untuk dijodohkan dengan putra sulung tuan Wilson, bagaimana bisa dia mengatakan Alleta menyukainya? bertemu pun tidak pernah. 'sungguh begitu ironis', pikirnya.
Tak terasa perbincangan itu berjalan dengan cepat. Hanya perasaan Alleta yang tidak bisa dijabarkan. Selama dua puluh dua tahun lebih ia hidup, nasibnya hanya selesai dengan perjodohan yang tak pernah ia harapkan.
Didepan mension Rikardo.
" trimakasih nak, karena sudah menerima pernikahan ini. Ayah senang sekali dengan keputusanmu. pernikahan ini akan digelar secara tertutup, jadi tidak perlu cemas tentang pandangan orang - Orang." ujar tuan david menghibur putrinya .
Alleta dengan perasaan yang dongkol, ingin sekali ia menangis tapi, ia urungkan. Toh, menolakpun percuma. Tampa mengatakan apapun dia turun dari mobil dan tidak mempedulikan semua orang dia berlari masuk kekamarnya.
__ADS_1