Celetre Couple

Celetre Couple
2. Maling


__ADS_3

Setelah sore hari, Ismapun pulang setelah bermain bersama teman - temannya. Kali ini diapun membanting tasnya di kamarnya, kemudian memasang Handphone-nya pada sebuah tripod. Lalu memulai membuat video musically-nya.


Di saat Isma, sedang asik bermain video musikali, dia melihat seseorang di kandang ayam milik abahnya di balik jendela. Dia pun mulai curiga.


"jangan - jangan maling" sangka Isma.


Isma pun langsung membawa samurai peninggalan dari kakeknya kakek kakeknya, kakek kakek kakeknya yang konon hasil merebut dari tentara jepang, dikala jepang menjajah Indonesia.


Diapun kemudian memakai topeng lalu berlari dan meloncat keluar dengan gaya superhero landing. Kemudian Ismapun mengendap - endap memasuki kandang ayam. Setelah Isma memasuki kandang ayam, ternyata benar ada seorang pemuda yang tengah memegangi seekor ayam jago.


"Wahhh kayaknya kamu kuat. Aku panggil kamu dengan Hercules yah" ucap pemuda itu.


Isma pun menghembuskan napas, kemudian menghampiri pemuda itu.


"jatuhkan ayam itu" ucap Isma.


Yudapun terkaget dan menoleh pada orang yang berbicara itu.


"Ehhhhhh?" teriak Yuda kaget. Rupanya dia menodongkan sebuah pedang samurai.


"EH APA INI? APAKAH INI SEBUAH REPLIKA?" teriak hati Yuda.


"anu... Apa ini asli?" tanya Yuda.


Isma pun menyabet sebuah kayu dengan katana nya hingga kayu itu terbelah.


"Ohohoho itu Asli yah?" kaget Yuda.


"mau apa kamu kesini?" tanya Isma.


"Eh, dia perempuan?" batin Yuda.


"itu... Anu..."


"CEPAT KATAKAN!" sentak Isma.


"baiklah. Aku hanya bekerja di peternakan ini"


"Hah?" kaget Isma.


"Woy... Woy... Woy... JANGAN BERCANDA!?"


"aku serius!" jawab Yuda.


Ismapun melonggarkan pegangan katana-Nya. Di saat seperti itu, Yudapun mengambil kesempatan mencoba merebut katana itu. Akan tetapi Isma menyadarinya dan menodongkan katana-Nya lebih kuat.


"Hey... Mau apa kamu heh?"


"aku mau..." ucap Yuda bingung.


"KABURRRRRR!!!" teriak Yuda berlari pergi keluar kandang.


Isma meloncat lalu mengejar Yuda.


"HEY TUNGGUUU!!!" teriak Isma.


"Toloooonggg!!!" teriak Yuda ketakutan.


Yuda merasa aneh, padahal dirinya berteriak, tapi kenapa tidak ada orang yang datang. Sebenarnya semua warga sedang menyaksikan pertandingan voli di lapang.


Yuda terus berlari memutari pekarangan rumah. Ia mencoba menghindari orang gila yang mau membunuhnya. Ketika Yuda sudah merasa kelelahan, Ia lalu teringat perkataan Ustad Astrea.


"Jangan takut sama manusia, jika kamu melakukan hal yang benar. Tapi takutlah sama Allah, jika kamu melakukan hal yang salah" kutip Ustad Astrea.


Yudapun menghentikan langkahnya. Kemudian membalikkan badannya. Isma pun berhenti berlari, dia sudah siap menghunuskan Katana nya.


"Sudah ku duga kalau kamu adalah maling"


"Hahhhh!?"


"buktinya kamu kabur"

__ADS_1


"AKU KABUR KARENA KAMU BAWA SENJATA ITU" teriak Yuda.


"aku tidak akan lari lagi"


"bagus. Bersiaplah aku kirim ke penjara duhai maling"


"SIAPA YANG MALING?" teriak Darma membenarkan.


"tiada maling yang akan mengaku maling" ucap Isma kemudian mengibaskan katana-Nya.


"aku bukan maling" jelas Yuda.


"Oh yah?"


"Hah? Jangan - jangan kamu maling yah?" terka Yuda.


"sembarangan!"


"Hey.... Maling kau maling, jangan teriak maling. Bila kau maling, jangan berisik" Yuda malah bernyanyi.


"malah bernyanyi" kesal Isma.


Yudapun mulai memasang kuda - kuda pencak silatnya.


Tet... Tet... Toettttttttt.... Suara terompet sunda yang entah dari mana.


"heattt" ucap Yuda sudah siap.


"Heahhhhhh!!" Teriak Isma berlari menghampiri Yuda. Dia pun kemudian menebas Yuda, tapi menggunakan punggung pedangnya. Namun Yuda berhasil menghindar, dan memegangi tangan Isma yang memegang Katana itu.


"Wahhhhhh.... Psikopat kamu teh yah" ucap Yuda.


Yuda pun, menepak kuat tangan Isma, sehingga katana-nya pun terlepas dan jatuh ke bawah. Segera Yudapun menendang jauh katana itu.


Namun Isma menendang perut dari Yuda, yang membuatnya tersungkur mundur ke belakang.


"Aduhhhhh huhu SAKITTT" teriak Yuda kesakitan.


"benarkah? Lalu mau apa kamu ke kandang ayam?"


"aku kerjalah, di suruh pak Dadang"


"Abah?" bingung Isma.


"Aku sudah punya salah sama pak Dadang, jadi di suruh untuk bekerja disini selama dua bulan" jelas Yuda.


"hah benarkah?"


"iya" jawab Yuda.


"kalau begitu kamu ku ikat dulu. Sampai abah datang"


"abah? Jadi kamu teh anaknya pak Dadang?"


"iya" angguk Isma.


"HUAHHHHHH... Tolong percaya padaku, aku ini bekerja di sini"


"sebentar aku bawa tali dulu" Isma mengcungkan tangannya, lalu kemudian pergi sekencang kilat ke dekat kandang. Iapun membawa tali dan kembali lagi ke tempat tadi.


Tak disangka, Ternyata Yuda menurut. Dia tidak kabur kemana - mana. Ismapun lalu mengikat tangan dan kaki Yuda dengan tali itu.


Setelah terikat, Ismapun membuka topengnya karena gerah. Yuda yang melihat wajah Isma, iapun tertegun dengan kecantikannya.


"ah tapi masih cantik kan mimi peri di banding dia mah hahaha" batin Yuda. Dia pun tertawa terbahak - bahak.


"kenapa kamu tertawa heh?" sentak Isma.


"yah karena aku ingin ketawa lah" jawab Yuda seenak jidat.


"jangan melihati ku terus yah! Aku tahu aku cantik"

__ADS_1


"Hah!? Ge er banget" jawab Yuda.


"Yuda!" kaget Abah Dadang.


"pak tolong aku pak" ringis Yuda.


"ISMAAAA... APA YANG KAMU LAKUKANNN?" teriak abah Dadang.


" dia maling abah. Tadi aku lihat dia ambil ayam di kandang" jelas Isma.


"Apaaaa!?!?" kaget abah Dadang.


"eh tunggu... Tunggu... Bukankah bapak yang menyuruh aku buat bekerja di peternakan"


"tapi aku tidak menyuruh kamu buat nyuri ayam aku atuh" ucap abah Dadang.


"AKU GAK NYURI" teriak Yuda mencoba menjelaskan.


"Tidak aku sangka Yuda. Padahal abah percaya sama kamu"


"Hahhhh!?" bingung Yuda.


"AKU GAK MALING" jelas Yuda.


"Dimana ada maling yang nagaku maling" sahut Isma.


"AAAAAAAAAAHHHHH..." teriak hati Yuda.


"Apa - apaan ini? Si bapak Dadang malah tidak percaya lagi!" batin Yuda.


"aku bener enggak maling, bapak. Demi Allah"


"Huahhhh!?" kaget abah Dadang. Yuda telah bersumpah atas nama tuhan. Apakah dirinya benar tidak maling ayamnya.


"yakinkan abah agar percaya jika kamu tidak maling" ucap Abah Dadang kemudian.


"KTP-ku ambil aja di abah. Kalau aku macam - macam bisa laporkan saja aku"


Abah Dadang pun berpikir, "emang tidak mungkin orang sebaik Yuda maling. Karena ranting pohon saja, dirinya harus jauh - jauh ke desa ini, agar minta ijin dan supaya aku ridho"


"ouh meyakinkan juga" ucap abah Dadang.


"Isma, cepat lepaskan" perintah abah Dadang.


"Hah? Gak ke kantor polisikan saja bah. Biar di periksa"


"enggak usah" tolak abah Dadang.


"hiih" decih Isma kesal. Kemudian melepaskan tali yang di ikatkan pada Yuda. Yudapun terlepas, kemudian memegangi tangannya sakit.


"makasih pak telah percaya" ucap Yuda.


"iya sama - sama"


"terima kasih, Isma" ucap Yuda pada Isma.


"hmmm" sebal Isma, kemudian pergi masuk rumah.


"maaf yah Yuda, sudah meragukan mu"


"gak apa - apa pak" jawab Yuda.


"oh yah panggil aing abah atuh Yuda.


"baiklah Bah"


"ayo sekarang masuk dulu ke rumah, makan dulu" ajak Abah.


"eh malah merepotkan" gak enak Yuda.


"gak apa - apa kok Yud. Ayo" abah Dadangpun merangkul Yuda. Yudapun mengikuti perintah abah Dadang untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2