Celetre Couple

Celetre Couple
4. Kemunculan Geno


__ADS_3

Merekapun sampai di rumah. Isma jadi bingung kembali, kenapa Yuda ikut ke rumah nya kembali. Apakah dia mau menginap di rumahnya?


"tunggu, kamu bermalam dimana?" tanya Isma.


"di rumah abah Dadang" jawab Yuda.


"hah?" kaget Isma.


"bah, benarkah?" tanya Isma.


"iya" angguk abah Dadang.


Isma benar-benar bingung dengan sikap abahnya itu. Bagaimana bisa dia mengijinkan begitu saja orang yang baru di temuinya.


"Gak. Isma gak setuju. Bagaimana kalau dia itu orang jahat" tuduh Isma.


"tidak, aku..." sahut Yuda terpotong.


"bah, kita baru saja bertemu dengan dia" tekan Isma menatap abahnya.


"abah percaya sama dia" jawab abah Dadang menatap Yuda. Yuda hanya terdiam menatap abah Dadang.


"lagian sempaknya itu gambar batman"


"fuhuuuuu" kaget Yuda. Bagaimana abah Dadang bisa tahu.


"Hahhhh!? Kenapa abah tahu?" tanyanya merengek.


"kelihatan waktu ganti celana yang robek tadi siang"


"fuhuuuu"


"Ih apa hubungannya ****** batman dengan orang baik?" heran Isma.


"batman kan pahlawan kebaikan" jawab abah Dadang.


"pokoknya Isma gak setuju bah" ucap Isma.


"kenapa atuh kamu teh gak suka banget sama Yuda? Dia tuh kan lumayan tampan"


"tampan juga kalau orang jahat mah gimana atuh bah?"


Yuda yang mendengar percakapan mereka langsung memerah pipinya merasa malu. Dirinya di sebut tampan.


"Pokoknya Isma gak setuju titik plus tanda seru" Ismapun kemudian pergi masuk ke dalam.


"Isma, tunggu" teriak abah Dadang.


"aishhhh" abah Dadang menggelengkan kepalanya.


"maafkan dia yah Yud"


"tidak. Ku rasa mungkin Isma ada benarnya, seharusnya aku tidak tinggal bersama abah dan Isma. Apalagi kan aku teh orang baru"


"terus kamu mau tinggal dimana?"


"di mesjid juga gak apa-apa"


"hah? Abah jadi merasa gak enak sama kamu"


"tenang bah. Aku mah sudah biasa" jawab Yuda.


"lagian kan kalau di pesantren juga, suka nginep di mesjid" lanjutnya.


"hah" abah Dadang menghembuskan napasnya.


"emang beneran baik ini orang. Dia sampai rela mau nginep di mesjid agar Isma tak marah sama saya" batin abah Dadang.


"baiklah kalau begitu" pasrah abah Dadang.


"baiklah aku kembali ke mesjid lagi yah"


"ouh iya"


Yuda pun berbalik badan kemudian pergi menuju arah mesjid. Abah Dadang menatapnya kagum.


"Isma harus dapatkan suami seperti dia" batin abah Dadang. Lalu Abah Dadangpun pergi masuk ke dalam rumahnya.


Sementara itu Yuda sudah sampai di mesjid. Dirinya tak dapat masuk ke dalam karena semuanya telah di kunci. Terpaksa diapun harus tidur di luar area mesjid.


Udara saat itu sangat dingin menusuk kulit. Yuda jadi menggigil kedinginan plus di gigit hewan pengisap darah, yakni nyamuk.


*****


Di rumah abah Dadang menatap pintu kamar Isma. Isma benar-benar marah sampai menatap pintunya rapat. Berulang kali abah Dadang mengetuk tapi tidak di buka. Karena sebenarnya yang terjadi Isma hanya molor dengan nyenyaknya.


*****


Di dini hari, Yudapun yang tengah tertidur terbangun oleh alarm Handphone-nya. Dia pun lalu mengambil wudlu dan melaksanakan sholat tahajud. Setelah itu di lanjutkan dengan acara berdzikir lalu berdo'a. Di dalam do'anya dia meminta di ampuni semua dosanya baik dirinya keluarganya, orang - orang terdekatnya, dan abah Dadang dan Isma. Selain itu juga ia meminta kebahagiaan dunia maupun akhirat untuk semuanya.


Setelah melakukan ibadahnya, Yuda merasa matanya masih mengantuk, iapun lalu tertidur memejamkan matanya.


Di waktu subuh iapun kembali terbangun. Dia melihati marbot mesjid datang ke mesjid. Dia adalah mang Ateng.


"ey" kaget mang Ateng nelihat Yuda.


"Assalamualaikum mang" salam Yuda.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab salam mang ateng.


"sedang apa kamu teh di sini?" tanya mang Ateng.


"numpang tidur mang. Boleh kan?" jawab Yuda.

__ADS_1


"boleh sih" jawab mang Ateng ragu.


"boleh gak mang hari-hari selanjutnya aku teh tinggal disini selama dua bulan" pinta Yuda.


" emangnya kenapa?"


"aku teh punya hutang sama pak Dadang dan selama dua bulan harus kerja mengurusi peternakannya"


"oh begitu" faham mang Ateng.


"iya mang"


"boleh sih cuman ada syaratnya"


"syaratnya apa mang?"


"kamu harus jadi marbot mesjid"


"ouh kalau itu mah sih bisa" jawab Yuda.


"baiklah. Coba sekarang adzan" perintah Mang Ateng.


"baik mang" siap grak Yuda.


Mang Atengpun lalu membukakan kunci pintu, kemudian merekapun masuk ke dalam. Yudapun mengambil mikropron lalu mengumandangkan Adzan.


Betapa syahdunya irama dan suara Adzan Yuda. Sampai-sampai mang Atengpun memejamkan matanya menikmati alunan adzannya.


Di rumah Abah Dadang, Abah Dadang sudah melingkarkan sorban di pundaknya. Dia pun mendengar suara merdu adzan ini.


"pasti si Yuda ini" ucapnya.


Isma yang tengah mengantuk mengucek matanyapun berjalan ke ruang tamu.


"wohoh bangun juga kamu yah!" ledek abah Dadang.


"siapa yang adzan?" tanya Isma.


"yah calon menantu abah atuh" jawab abah Dadang dengan percaya diri.


"hahhhh!? Siapa?"


"si Yuda atuh" jawab abah Dadang.


"hahhhhh!?" teriak Isma kaget. Kenapa abahnya percaya diri sekali mengatakannya. Isma yang tadinya mengantuk jadi kembali normal kembali.


"apa yang abah bicarakan?"


"dah... Ayo cepat siap-siap kita ke mesjid"


Ismapun lalu mengambil mukena kesayangannya dari kamar. Kemudian abah Dadang dan Isma pun bergegas menuju mesjid.


Di mesjid Isma yang sudah berwudlu pun menaikan halisnya melihat para jamaah wanita yang tengah berbindong melihati Yuda yang tengah melaksanakan sholat kobliyah subuh.


"ouh manis yah" jawab Mak konah.


"Kenapa dengan mereka itu?" batin Isma.


Diapun melihat sahabatnya pun juga ikut kepo melihati Yuda.


"udah tuh manis yah, Sholeh lagi" ucap Lisa.


"iyah" jawab Wati dan Nia serentak.


"ngobrol terus..." sindir Isma.


"eh Isma" kaget Lisa.


"kalian teh yah bukannya sholat sunat dulu malah ngerumpi"


"ehhh sirik wae" jawab mak Konah.


Yudapun lalu mengambil mik dan mengumandangkan suaranya untuk iqomah.


Setelah sholat selesai, Yudapun pergi keluar untuk mengambil sapu dan alat pel. Yudapun lalu membersihkan area mesjid tersebut.


Isma yang melihat Yuda melakukan hal itu, langsung menatapnya sinis.


"Caper banget sih" batinnya.


"ya ampun dia suka kebersihan juga" lebay Lisa.


"dasar yah! Kalian tuh gak sadar dia itu hanya caper saja"


"gak boleh gitu Isma. Kita itu harus khusnudzon terhadap orang" jawab Lisa.


"benar itu" seru Wati dan Nia.


"ehhhhh...?" kaget Isma tak percaya dengan apa yang mereka bicarakan. Kenapa jadi religius seperti itu biasanya juga mereka menyulut petasan lalu melemparnya ke rumah mak Konah. Dasar yah emang!


Ismapun lalu menatap Yuda yang tengah mengepel dan bernyanyi lagu es lilin. Entah kenapa di hatinya timbul rasa kagum terhadapnya. Yuda nampak berkilauan di matanya.


"ah Astagfirullah..." sadar Isma.


"apa sih yang aku pikirkan teh?"


Setelah Yuda di luar diapun di hampiri oleh Lisa, Nia, dan Wati.


"Assalamualaikum" salam mereka serentak.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Yuda.


"kamu orang baru di kampung ini yah?" tanya Lisa.

__ADS_1


"enggak. Udah satu hari di sini mah"


"ouh begitu"


Angin canggungpun menghembus mereka. Mereka terdiam satu sama lain, tak tahu harus membahas apa? Yudapun menggaruk bokongnya bingung.


"anu,,, Wati" Lisa menoleh pada Wati.


"iya" jawab Wati.


"apalagi yang harus kita bahas?"


"Ahaaaakkkk" Wati langsung terpingkal jatuh.


"salam kenal namaku Yuda" ucap Yuda.


"oh yah salam kenal namaku Lisa"


"aku Nia"


"Akkkkuuuu...." Wati berdiri "Wati"


"baik semuanya. Salam kenal teheee" ucap Yuda dengan ceria.


Kemudian datanglah dua orang yang berjalan dengan membusungkan dadanya.


"Lisa, Nia, Wati" panggil orang itu.


Yuda menatap orang itu. Dari posturnya sih dia kayaknya lebih tua dua tahun dengan Yuda.


"iya" jawab Lisa, Nia, dan wati serentak.


"cepat pulang waktunya nyuci pakaian"


"hah?" bingung mereka.


"CEPAT PULANG WAKTUNYA NYUCI PAKAIAN!" teriak orang itu.


"KENAPA KAMU TERIAK - TERIAK?" jawab Yuda berteriak.


"LO JUGA BERTERIAK"


"HAHHHHHH!? KAMU YANG MULAI DULUAN!"


"HAH!? Apa Aku?" tanyanya menunjuk dirinya sendiri.


"Benarkah Yadi?" tanya orang itu pada pria di sampingnya.


"iya benar sih itu"


"oh begitu yah" jawab pria itu menaruh telunjuk di dagunya.


"BENAR ITU. AKULAH YANG BERTERIAK DULUANNN" teriaknya menatap Yuda kembali.


"anu... Siapa kamu ini?" tanya Yuda.


"AKU ADALAAAAHHH..."


"dia adalah Geno. Orang paling rese sekampung ini" sahut Lisa menjawab pertanyaan Yuda


"hah?" Geno langsung menatap Lisa.


"KENAPAAAA KAMU MEMOTONGKUUU!!!" kesal Geno.


"tidak sakitkah tenggorokanmu teriak - teriak begitu?" heran Yuda.


"Hahahahaha" Geno malah terkekeh. Iapun lalu membenarkan poni depannya lalu memegang pundak Yuda menatapnya.


"LELAKI ITU BERBICARA DENGAN LANTANG, ANAK MUDAAAAA"


"hmmm" Yuda menggeram dengan ekspresi datar.


"ekspresi apa itu?" heran Geno.


"aku bertemu orang aneh" jawab Yuda.


"HAHHHH!? SIAPA YANG KAU PANGGIL ANEH, BOCAH MANIS?"


"kamu" tunjuk Yuda.


"APA KAU BILAAAAANGGGG??" amuk Geno.


"HEY DIAMLAH!" sentak Isma dari dekat pintu. Merekapun langsung menoleh ke arah Isma.


"Hah!?" kaget Geno. "Isma...."


Lalalala... Geno menatap orang yang baru menyentaknya barusan, dia langsung melihat muncul sebuah sayap dari belakang Isma. Keluarlah kilauan indah dari diri Isma.


"Bidadariku" ucapnya.


"tatapanmu itu menjijikan" ucap Isma.


"hah!?" cleb hati Geno di tusuk oleh perkataan Isma barusan.


"Hueeeekkkkk...." Diapun lalu pergi berlari semabari menangis seperti anak kecil.


"Geno tunggu!" teriak Yadi mengejar Geno.


"Ah dia menangis" heran Yuda. Ada yah orang seperti itu.


Ismapun lalu berjalan melewati Yuda, kemudian mengambil sendalnya dan berjalan pulang.


"Hey Isma tunggu" ucap Nia kemudian mengejar Isma. Watipun ikut menyusul mereka.

__ADS_1


TBC


__ADS_2