Celetre Couple

Celetre Couple
6. Bertemu Dua Soplak lagi


__ADS_3

Di ruang tamu, abah Dadang merundingkan Yuda, dan Isma untuk menyelesaikan masalah antara Yuda dan Isma. Mereka duduk di atas sofa.


Kini Yuda menundukkan kepalanya seperti malu menghadap Isma.


"gak bisa abah!" tolak Isma.


"dia pasti sengaja mengarahkan bokong ayam itu kepada Isma"


"enggak kok. Demi Allah" sangkal Yuda.


"Oh yah?" tanya Isma.


"abah dia juga meniup bokong ayam. Abah tidak curiga? Bagaimana kalau dia ini orangnya cabul"


"tunggu dulu Isma. Abah juga waktu kecil suka meniup bokong ayam bersama teman - teman. Bukannya apa - apa, itu lucu aja" ucap abah Dadang.


"hahh!?" kaget Isma.


"kalian itu yah! Benar - benar aneh" lanjutnya menatap abahnya dan Yuda.


"pokoknya dia gak boleh menginap di rumah ini. Isma takut dia macam - macam sama Isma"


"ah abah lupa" abah Dadang menepak jidat.


"sebenarnya Yuda sudah dua hari tak menginap disini"


"eh?"


"Dia merasa gak enak sama kamu, jadi dia tidur di mesjid"


Ismapun menatap Yuda. Yuda hanya tersenyum kaku melihat Isma.


"hehehe... Pasti kamu merasa gak enak kan Isma?" batin abah Dadang.


"kamu sudah sadar kan? Bahwa Yuda itu orang yang baik"


"hahahaha... Alhamdulillah" syukur Isma bahagia.


"alahhhh...?" heran abah Dadang.


"nah gitu dong! Bagus hehe" ucap Isma menepak bahu Yuda.


"iya" jawab Yuda.


"Isma" panggil abah Dadang dengan nada tinggi.


"gak kasihan apa kamu? Disana Yuda selalu kedinginan dan banyak nyamuk"


"eh? Kenapa harus kasihan? Itu keinginan dia kan?" jawab Isma.


"tidak apa - apa kok bah. Mungkin nanti aku dan nyamuk akan akur. Kita gak akan berantem lagi" jawab Yuda.


"kamu ini. Mana ada nyamuk berteman dengan manusia?"


"iya. Coba aja berteman dengan nyamuk yah! Haha" ledek Isma.


"baik aku akan berusaha" semangat Yuda.


"kenapa gak bertemannya sama kamu atuh Isma?" tanya abah Dadang.


"gak ah! Gak level" jawab Isma.


"ya udah jadi pacarnya aja haha" canda abah Dadang.


"Haaahhhh!?" kaget Yuda dan Isma serentak.


"gak lucu abah!" ucap Isma.


"iya" seru Yuda.


"haha" abah Dadang malah tertawa.


"dasar!" kesal Isma.


"kenapa sih kamu teh gak suka banget sama Yuda?" tanya abah. Abah Dadangpun mendekati telinga Isma.


"dia kan lumayan ganteng?" bisik abah Dadang.


Ismapun lalu menatap Yuda.


"iya sih dia lumayan ganteng" batinnya.


"tapi tetep dia bukan tipeku" lanjutnya.


"apaan sih abah!" kesal Isma.

__ADS_1


"lihat kamu malu - malu haha" abah Dadang terkekeh.


"dah lah! Aku mau main sama teman - teman" Isma pun berdiri kemudian pergi keluar.


*****


Di sore hari, Ismapun pulang dari bermain bersama teman - temannya. Ismapun tengah melihat Yuda berpapasan di dekat pagar depan rumahnya. Ismapun tak mempedulikannya, dan langsung berjalan pergi menuju arah rumah.


"Isma, tunggu!" henti Yuda. Ismapun menghentikan langkahnya.


"apa lagi?" jutek Isma.


"kamu masih marah?" tanya Yuda.


"menurut lo?" tanyanya dengan nada lebay.


"gue sih kagak tahu" jawab Yuda.


"hmmmppp..." Isma membalikkan badannya kemudian masuk ke dalam rumah. Ismapun tersenyum dengan candaan Yuda barusan.


"hey Isma" panggil Yuda.


Abah Dadang melihat mereka dari sebalik jendela. Diapun lalu tersenyum kemudian tak tahan dengan batuknya.


Ohok... Ohok... Ohok... Diapun melihat tangan yang menahan batuknya. Terlihat di sana keluar darah dari batuknya.


"hahhh..." abah Dadang menghembuskan napasnya sedih.


*****


Setelah Yuda membersihkan badannya dengan mandi kini diapun telah siap menuju mesjid untuk sholat magrib.


"ayo bah" ajaknya pada abah Dadang.


"kamu duluan aja Yud. Nanti abah sama Isma aja"


"oh Ok lah kalau begitu" jawab Yuda. Yudapun mencium tangan dari abah Dadang.


"Assalamualaikum" salam Yuda.


"Waalaikumsalam" jawab abah Dadang.


Yudapun berangkat ke mesjid. Walaupun saat itu masih pukul limaan, masih satu jam lagi menuju magrib. Tapi Yuda kan sekarang menjadi marbot, dia harus membersihkan mesjid dulu.


Di tengah perjalanan Yuda pun melihat Geno dan Yadi yang melingkarkan tangannya bersandar di tembok. Ketika Yuda hendak melewati mereka, Genopun menghalangi jalannya.


"Wahhhh ada apa abang - abang?" jawab Yuda dengan gaya seperti wanita. Dengan tangan berpose layaknya girlband cherrybelle.


"pose apa itu?" heran Yadi.


"Inilah cherrybelle. Kalian tak tahu?"


"APA KAU BILANGGGGGG??" teriak Geno.


"KAU PIKIR AKU TAK TAHU POSE ITUUUUU? HEH?" teriaknya melotot Yuda.


"DULU INI AKU FANS BERATNYA CHERRYBELLE TAHU!"


"ohh"


"SAMPAI - SAMPAI MEREKA AKHIRNYA BUBAR! HMMM Sangat menyayat hati" mewek Geno.


"anu bang. Abang lupa tujuan abang kah?" Yadi mengingatkan.


"AH!" Genopun tersadar apa yang ingin dia bicarakan terhadap Yuda.


"BENAR JUGA!" teriaknya.


"tenggorokan mu tidak sakitkah?" heran Yuda.


"DENGAR YAH YOGA!"


"namaku Yuda" Yuda membenarkan.


"Oh yah Yuda" Geno mengingatnya. Yuda menatap bingung Geno. Kenapa dengan orang ini? Aneh sekali.


"gini Yuda..." lirih Geno.


"iya" jawab Yuda.


"JANGAN KAMU DEKATI ISMAAAAAA" teriak Geno, sampai ke kutub utara pun sampai suaranya.


"hah?" bingung Yuda.


"aku tahu kamu bekerja di peternakan abah Dadang kan?"

__ADS_1


"benar"


"itu pasti trik untuk mendekati Isma kan?"


"enggak"


"Pas... Hah?" kaget Geno.


"apa yang kau bilang?"


"enggak, aku gak ada niatan" jawab Yuda dengan santainya.


"benarkah itu?"


"iya"


"HAHHHHHH!!" kaget Geno.


"DIA GAK ADA NIATAN MENDEKATI ISMA YADIIII!" teriak Geno memegangi bahu Yadi.


"jangan mudah percaya Geno. Dia pasti bohong" jawab Yadi.


"benarkah?"


"YAH! TENTU SAJA KAU PASTI BERBOHONG!"


"hah? Tunggu aku berkata benar"


"BOHONG!!! MANA MUNGKIN KAU TAK JATUH CINTA SAMA ISMA? DIA ITU KAN CANTIK DAN TERKENAL DI TOK - TOK"


"Terkenal? Benarkah?"


"hah?" bingung Geno, "apa kau benar-benar tidak tahu?"


"DIA ITU PUJAAN BAGI SETIAP LELAKI"


"tidak! Aku tidak pernah pasang aplikasi itu di hp ku"


"KENAPA?"


"entahlah. Karena tidak ingin saja"


"aku tidak percaya. Ada orang yang tidak memasang Tok - tok"


"benar - benar menyedihkan" iba Yadi.


"anu apakah sudah selesai? Aku harus ke mesjid" ucap Yuda mulai lelah menanggapi mereka.


"tunggu! Satu pertanyaan lagi" pinta Geno.


"apa lagi?"


"Kenapa kamu mau bekerja di peternakan itu? Emang gajinya besar?" tanya Geno.


"aku bukan bekerja karena uang. Tapi aku punya hutang"


"ohoho begitu" senang Geno.


"kenapa kamu senang Geno?" heran Yadi.


"HAHAHA... JADI TERNYATA DIA ITU MISKIN!" ketawa Geno menunjuk Yuda.


"AKU PASTI MENANG HAHAHA! ISMA PASTI TIDAK MAU DENGAN PRIA YANG MISKIN"


"WAAAHHHH SELAMAT GEN" Yadipun menyalami tangan Geno.


"MAKASIH KAWAN HAHAHA"


Yuda mengedutkan matanya, bingung dengan mereka berdua.


"Aku ke mesjid dulu yah" pamit Yuda.


"IYAH HAHAHA SANA PERGI!"


"ASSALAMUALAIKUM" teriak Yuda.


"WA..."


"WA..."


"WAHAHAHAHA" Geno dan Yadi malah tertawa.


"kalau salam itu di jawab itu wajib loh"


"Iyalah nanti lagi" jawab Geno.

__ADS_1


"ya udah kalau begitu" Yudapun menundukkan kepalanya kemudian pergi menuju mesjid, meninggalkan mereka.


TBC


__ADS_2