Celetre Couple

Celetre Couple
5. Eek Ayam


__ADS_3

Dua hari setelah Yuda tinggal di desa Cilepeng ini, Yuda sudah mulai terbiasa dengan pekerjaannya dan juga lingkungannya yang unik.


Kini, di pagi haripun seperti biasa, Yuda sudah ada di kandang untuk mengurus semua hewan ternak di sana. Kala itu Yuda tengah memegangi seekor ayam betina dan meniupi bokongnya karena bosan.


"wuahahaha... Embul-embulan" riang Yuda.


Isma yang melihat Yuda sedang memainkan ayam abahnya, dia pun menghampiri Yuda.


"Dasar cabul" ucap Isma.


Yudapun menoleh pada orang yang berbicara itu.


"hah!?" kaget Yuda "Oh Isma yah"


"kamu pasti sedang melakukan pelecehan terhadap ayam yah?"


"fuhuuuukkk" kaget Yuda.


"apa yang kamu bicarakan atuh?"


"benar-benar menjijikkan. Sampai - sampai oleh bokong ayampun kamu nafsu"


"ah tidak. Kamu salah faham" Yuda mencoba menjelaskan.


"bukti sudah ada di depan mata"


"aku hanya meniup bokong ayam karena lucu"


"ehhh!?" Isma menatap Yuda dengan tatapan jijik.


"lihat" Yudapun meniup bokong ayam kemudian memperlihatkannya sama Isma. Isma pun melihat bokong yang embul-embulan. Namun ketika Isma melihatnya dengan seksama. Ayam itu mengeluarkan cairan ke wajah Isma. Iya ayam itu berak ke wajah Isma.


"AAAAAAAHHHHH!!!" teriak Isma.


"HUAHHHHHHH!?" kaget Yuda.


"MAAAFFF" teriak.


Yudapun langsung panik kemudian mencari kain untuk mengelapnya. Namun dia tak menemukan, karena panik iapun lalu membuka bajunya dan membersihkan kotoran di wajah Isma.


Isma yang melihat Yuda yang hanya memakai singlet dia terkaget kemudian mendorong Yuda.


"ahak" Yuda terjatuh.


Pok...Pok... Pok... Ayam berterbangan.


"Dasar Cabul!" ucap Isma kemudian berlari pergi sembari membawa baju Yuda yang tadi di pakai untuk mengelap kotorannya.


"Ahhhhh aku minta maaf" ucap Yuda mengangkat tangannya.


*****


Di kamar mandi setelah Isma membersihkan wajahnya dari kotoran ayam. Dia merasa kesal terhadap Yuda.


"Dasar lelaki belegug!" geram Isma.


Iapun melihat baju yang tadi di pakai Yuda mengelap kotorannya.


"Dasar!" Iapun megambil baju itu kemudian melemparnya ke lantai. Setelah itu ia menginjak - injak baju itu. Tak sampai di sana iapun menginjaknya sambil melompat - lompat. Lalu mundur beberapa langkah mengambil ancang - ancang dan menyemek down baju itu.


"awas kamu Yudaaaa!!!" teriaknya.


Setelah meluapkan kekesalannya iapun pergi keluar. Di luar dia di kaget dengan seorang pria yang bertinggung menempelkan kedua tangannya memohon.


"maafkan aku Isma" ucap pria itu, yang tidak lain adalah Yuda yang telah mengganti bajunya.


"hmmppp" Isma melewati Yuda begitu saja. Dirinya masih kesal terhadap Yuda.


"ahak" dada Yuda sakit di campakkan begitu saja.


Yudapun lalu mengejar Isma. Kemudian bertinggung memohon di depan Isma kembali, mencoba meminta maaf.


"tolong maafkan aku. Aku mau lakukan apa saja asal kamu memaafkan aku" pinta Yuda.


"hmmpp..." acuh Isma kembali melewati Yuda kembali.


"hah percuma. Dia tak akan memaafkan aku dengan cara seperti ini!" batin Yuda.

__ADS_1


Di saat Isma sedang bermain video musikali-Nya di tengah rumahnya. Iapun di kagetkan dengan melihat dibelakangnya kedatangan sosok lelaki terlihat di bayangan kamera nya. Iapun kaget kemudian menoleh ke belakang, tapi lelaki itu tidak ada.


"Huahhhh!?" kaget Isma. Dia tidak melihat apa-apa.


"Kemana lelaki itu?" herannya.


"Hey Isma"


"AAAAHHHHH!!!" kaget Isma histeris.


Dia sampai terjungkal saking kagetnya.


"kamu tidak apa - apa, Isma?" tanya lelaki itu yang tidak lain adalah Yuda.


"APA APAAN KAMU INI?" amuk Isma.


"aku hanya ingin memberi ini" Yuda menyodorkan sebuah makanan ringan di dalam tas plastik.


Isma menatap Yuda bingung.


"ini sebagai permintaan maafku" ucap Yuda.


"gak mau! Sana pergi!" usir Isma.


"aku tidak akan pergi sampai kamu menerima ini dan memaafkan ku" jawab Yuda.


"ih gak mau! Sana pergi!" usir Isma kembali.


"baiklah. Tapi ini nya aku simpan di sini yah"


"bawa pergi a..."


"dadah" Yuda menaruh makanan itu kemudian berlari sekencang kilat keluar rumah.


"Hih dasar" sebal Isma.


Diapun lalu menatap makanan itu. Mau di buang mubazir, diapun lalu membuka tas plastik itu kemudian melihat isinya.


"kasihan juga. Jauh - jauh ke warung" gumam Isma.


Tok...tok... Yuda mengetuk jendela. Ismapun melihat ke arah jendela. Yudapun membuka jendela itu dan mengangkatnya sehingga sebagian tubuhnya bisa masuk.


"minimarket?" heran Isma. Kenapa dia harus jauh - jauh ke minimarket segala.


"dasar aneh!" gumamnya kemudian tersenyum.


*****


Di siang hari setelah dzuhur, abah Dadang telah pulang dari pepergiannya. Dia melihati Yuda yang tengah memberi makan dombanya. Abah Dadang pun menghanpiri Yuda.


"dombanya kayaknya senang sama kamu" ucap Abah Dadang.


"eh Bah" Yudapun mencium tangan dari abah Dadang.


"kamu kalau sudah selesai dari kandang pake parfum ini yah!" abah Dadang menyodorkan sebuah parfum.


"kenapa harus pakai parfum?" heran Yuda.


"yah biar gak bau atuh" jawab abah Dadang.


"hah?" Yuda masih bingung.


"masa pemuda bau kotoran ayam atuh"


"gak apa - apa atuh bah" jawab Yuda.


"eh si barakokok mah. Kamu kan pemuda, harus harum atuh biar para wanita teh suka sama kamu. Kamu mau jomblo terus?"


"ya enggak sih" jawab Yuda.


"nah gitu bagus" abah Dadang menepak punggung Yuda.


"anu bah. Abah teh kalau setiap pagi teh selalu kemana?"


"ohoh itu biasa atuh orang tua gaul mah jalan-jalan" jawab abah Dadang terkekeh.


"weheh?" ejek Yuda.

__ADS_1


"belum saatnya ku ceritakan pada kamu Yuda" batin abah Dadang.


"anu bah..."


"iya"


"aku minta maaf sama abah"


"kenapa emangnya?" abah Dadang terkekeh kaget. Kenapa tiba-tiba Yuda meminta maaf padanya.


"Isma..."


"Isma? Kenapa dengan Isma?" panik abah Dadang.


Yuda menggaruk pipinya bingung.


"kenapa Yuda? Kamu menghamilinya?" panik abah Dadang memegangi bahu Yuda.


"ENGGAK MUNGKINLAH!" sangkal Yuda berteriak.


"terus kenapa?"


"gara-gara aku dia kena kotoran ayam di mukanya"


"apa?" kaget abah Dadang.


"BUAHAHAHAHAHA" abah Dadang malah mengakak.


"kok bisa?" tanya Abah Dadng sembari tertawa.


"aku sedang meniupi bokong ayam karena Bosan. Setelah itu Isma datang dan..."


"Buahahahahahahaha" abah Dadang semakin keras tertawanya.


"tunggu sebentar Yuda..." abah Dadang tak kuasa menahan sakit di perutnya karena tertawa.


"hah... Hah" abah Dadang meredakan tertawanya.


"terus Isma gimana?" tanyanya.


"dia marah padaku. Aku sudah mencoba meminta maaf dengan berbagai cara tapi Isma belum memaafkan aku juga"


"waduh!" kaget abah Dadang.


"aduh - aduh gimana ini? Isma pasti semakin benci sama Yuda?" batin Abah Dadang.


"aku harus membentunya!" lanjutnya.


"kamu sudah lakukan apa saja agar dia memaafkanmu?"


"tadi aku membeli makanan ringan sebagai permintaan maaf. Tapi Isma menolaknya"


"hmmm" abah Dadang nyengir menatap Yuda.


"benar - benar bertanggung jawab yah kamu" puji abah Dadang. Yuda hanya menatap melas abah Dadang.


"untuk itu aku minta maaf" Yuda menempelkan tangannya memohon.


"sudahlah. Kenapa kamu minta maaf padaku? Minta maaflah ke pada Isma"


"kan abah ayahnya atuh"


"ya sudah abah maafkan" abah Dadang tersenyum.


"benarkah?" riang Yuda.


"iya" angguk abah Dadang.


"Alhamdulillah"


"sekarang ayo meminta maaf sama Isma. Abah akan bantu kamu"


Yudapun mendengar perkataan abah Dadang barusan. Iapun mengangguk pertanda setuju.


Abah Dadang merangkul Yuda. Kemudian memasuki rumahnya.


"Woeeekkkk bau kambing" ucap abah Dadang.

__ADS_1


"cepat semprot pake parfum"


TBC


__ADS_2