
Setelah sholat Isya, abah Dadang pun berpamitan pada Yuda untuk pulang.
"abah pamit yah Yuda" pamit abah Dadang.
"iya bah. Hati-hati" jawab Yuda.
"abah sudah bawakan kamu bantal di dalam"
"aduh si abah. Jadi enak atuh ke aku nya hehe"
"hehe"
"oh yah bah. Abah gak bareng sama Isma?"
"enggak"
"kenapa?"
"dianya gak mau ke mesjid"
"owh lagi datang bulan" terka Yuda.
"enggak. Dia bilang lagi malas saja"
"Astagfirullah"
"hehe... Sudah biasa itu"
"ya udah Yuda, Abah pamit. Assalamualaikum" pamit abah Dadang.
"Waalaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh"
Ketika sedang mengambil sendalnya, abah Dadangpun merasakan tenggorokannya sakit dan mulai batuk - batuk keras.
Ohok... Ohok... Ohok...
"bah abah gak apa-apa?" khawatir Yuda.
"eng... Ohok... Gak" jawab abah Dadang sambil batuk - batuk.
"bentar aku ambil air minum dulu" Yudapun kemudian berlari mengambil segelas air pada dispenser air di mesjid. Diapun mendoakan air itu lalu dengan segera memberikannya pada abah Dadang. Dengan segera abah Dadangpun meminum air itu.
Ajaibnya, setelah meminum air itu abah Dadang berhenti batuk - batuk. Abah Dadangpun menatap gelas itu kemudian menatap Yuda.
"hebat sekali... Kekuatan do'a orang sholeh" batin abah Dadang.
"batuk batuk ku jadi hilang" abah Dadang memegangi tenggorokannya.
"Yuda"
"iya Bah"
"makasih yah"
"woles bro" jawab Yuda dengan gaya mirip rapper.
"hehe"
"abah lagi batuk yah?" tanya Yuda.
"enggak. Tadi kesedak nyamuk aja" jawab abah Dadang seenak jidat.
"emm... Gak lihat - lihat yah nyamuknya" Yuda percaya.
"haha" abah Dadangpun membalikkan badannya kemudian berjalan pergi. Yuda hanya menatap kepergian abah Dadang itu. Dirinyapun kemudian masuk ke dalam mesjid dan mengunci semua pintu di sana.
******
__ADS_1
Di siang hari, Yuda telah selesai membersihkan kandang dan juga memberikan semua hewan ternak abah Dadang.
Diapun berehat di bangku yang tersedia di sana. Tak lama kemudian Lisapun datang menghampiri Yuda.
"Yuda" sapa Lisa.
"Lisa?" kaget Yuda "mau apa ke sini?"
"mau bertemu Isma"
"owh begitu. Ismanya ada tadi di dalam"
"owh iya nanti aku ke dalam"
Lisapun duduk dekat dengan Yuda.
"Yuda apa benar kamu bekerja di sini?" tanya Lisa.
"iya, benar sekali. Aku Yuda bekerja di sini"
"aku heran kenapa kamu mau bekerja disini?"
"karena..."
"kalau kamu mau, di restoran ayahku juga sedang ada lowongan kerja. Gajinya juga besar"
"sebenarnya. Aku bukan kerja karena uang"
"hah? Karena apa?" heran Lisa.
"HAHHH!? APAKAH KARENA INGIN MENDEKATI ISMA?" teriak Lisa.
Isma yang tengah rebahan memainkan ponselnya di dalam kamarpun mendengar teriakan itu.
"Lisa?" Isma mengenali suara itu.
Diapun kemudian bangun dan berdiri lalu berjalan keluar ke arah suara itu. Diapun melihat Lisa dan Yuda yang tengah duduk bersama. Ismapun kaget lalu mengintip di sebalik pintu.
"tidak. Aku tidak ada niatan" jawab Yuda.
"habis tuh karena apa atuh?"
"sebenarnya waktu itu aku..." Yudapun menceritakan kronologi dirinya harus bekerja di peternakan abah Dadang, hanya karena sebuah ranting pohon.
"benar-benar tidak masuk akal" jawab Lisa.
"eh?" bingung Yuda.
"alasannya tidak masuk akal. Itu semua bohong kan?" ucap Lisa tidak percaya.
"Ya Allah" bingung Yuda, kenapa Lisa tidak percaya padanya.
"bener, emang kayak gitu" lanjut Yuda.
"masa demi sebuah ranting pohon yang tidak kamu sengaja petik. Kamu rela bekerja di peternakan ini?" heran Lisa.
"demi abah Dadang ridha terhadap ranting pohon itu, aku ikhlas" jawab Yuda.
"kenapa seperti itu?"
" aku takut abah Dadang tak meridhainya, dan itu menjadikan hutangku pada abah Dadang. Kelak semua itu akan di perhitungkan di akhirat kelak"
Lisa menatap Yuda dalam. Mendengar hal itu, membuat hatinya tersentuh. Masih ada juga pemuda jaman sekarang yang bisa bertanggung jawab seperti ini.
Yuda menatap Lisa. Jantungnyapun berdebar kencang. Dengan segera iapun memalingkan wajahnya.
"Astagfirullah" ucapnya.
__ADS_1
"masya Allah" Lisa terus menatap Yuda.
Lisa tak mampu memalingkan pandangannya. Wajah Yuda yang manis, serta kebaikan dan kesholehannya membuat dirinya sedikit terpesona. Hanya sedikit loh yah!
Isma yang mendengar perkataan Yuda barusan. Dirinya langsung memegangi dadanya. Dia mulai merasa kagum pada pemuda itu.
"katanya mau ke Isma" ucap Yuda.
"sebentar lagi saja" jawab Lisa menatap Yuda.
"kalau begitu aku mau ke kandang lagi" ucap Yuda berdiri.
"eh tunggu!" Lisapun ikut berdiri.
"iya" Yuda berbalik.
"boleh aku membantumu bekerja di kandang?"
"eh?" kaget Yuda.
"ah... Itu... Anu..." gagap Lisa.
"APA YANG BARUSAN AKU KATAKAN?" teriak hati Lisa.
"iya bolehkah aku membantumu?" pinta Lisa. Karena sudah bicara yang tidak - tidak, diapun memperjelas perkataannya karena sudah terlanjur kan?
"hah?" bingung Yuda.
"bolehkah?"
"ah tidak. Aku tidak mau kamu kotor"
"ah iya juga"
"nah kan?"
"tapi tidak apa - apa kok!" paksa Risa.
"enggak usah, Lisa" jawab Yuda tersenyum, kemudian Yudapun melanjutkan pekerjaanya. Disaat itu pula Isma pun datang menghampiri Lisa.
"ada apa Lis?" tanya Isma.
"oh..." kaget Lisa menatap Isma.
"itu cuma mau mengajak kamu main"
"ouh iya udah ayo"
Merekapun pergi dengan berjalan sambil meloncat - loncat layaknya anak - anak yang ingin menuju ke taman untuk bermain lumpur.
Yuda menatap kepergian mereka berdua kemudian terkekeh.
"garelo" Ucapnya yang artinya "dasar gila"
Sambil berjalan, mata Lisa tetap melihat tajam pada Yuda. Dia merasa kesal tidak bisa membuat Yuda pergi dari peternakan itu. Iapun kembali mengingat perkataan ayahnya.
"pokoknya pemuda itu harus di singkirkan dulu" ucap ayahnya.
Lisapun memejamkan matanya dia telah gagal membujuk Yuda agar bekerja di restoran ayahnya.
"kenapa Lis?" tanya Isma.
"enggak apa-apa" jawab Lisa tersenyum.
Matanya kembali melihat Yuda kembali.
"Lihat saja Yuda aku akan menyingkirkanmu" batin Lisa.
__ADS_1
Merekapun pergi meninggalkan Yuda. Yuda menatap kepergian mereka.
TBC