
Di rooftop
kelima remaja sedang menikmati semilir angin yang meniup wajah mereka dengan lembut. Rena menatap keempat sahabat nya itu satu persatu. rena bingung bagaimana menjelaskan mengenai perjodohan nya itu pada keempat pria tampan yang kini tidur melingkar di depannya itu . Evan membuka matanya dan pandangannya langsung terkunci pada raut wajah gadis itu yang tampak begitu gelisah .
" what happen rena ? "tanya evan sembari duduk menghadap wajah cantik itu , mendengar pertanyaan pria itu membuat ketiga pria itu membuka mata dan ikut duduk menatap rena bagaimana juga sifat kepo mereka memang sudah mendarah daging jadi sangat sulit untuk mengabaikan hal itu
" elo ada masalah na? " tanya lian ikut penasaran
" no " jawab gadis itu sembari menggelengkan kepalanya pelan tanpa menatap mereka
"bohong, elo pikir kita gak tau semua sifat elo, na kita bukan anak kecil yang bisa di bohongin jadi jawab yang jujur " ujar micheal yang benar - benar penasaran
" iya jawab dong na " pinta biel mendesak rena untuk bercerita. gadis itu menghela nafas panjang dan menatap ke empat pria tampan itu
" gue di jodohin " jawabnya pelan namun masih dapat di dengar oleh mereka
Deg
seolah terbang ke langit namun tiba - tiba langsung di hempaskan begitu saja kedalam kerak bumi terdalam begitulah yang di rasakan oleh Micheal setelah mendengar gadis yang ia cinta itu akan di jodohin dengan pria lain.
" oh my god " pekik lian, evan, biel bersamaan
" elo mau di jodohin sama siapa? " tanya lian semakin penasaran
" regano alvaro maxton " jawab gadis itu malas, Michael menatap lekat wanita pujaan hatinya itu
" CEO itu? " tanya pria itu memastikan , rena mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan sahabat nya itu
"wow memang ya jodoh gak kemana " ujar evan sembari menggelengkan kepalanya pelan , karena dirinya akui varo itu memang sangat tampan di bandingkan mereka yang hanya reremah roti.
"trus kapan kalian menikah? " tanya biel
__ADS_1
" minggu depan " jawab rena malas
"hah? " pekik mereka benar - benar kaget
" kenapa gak sekalian besok aja sih, nanggung tau minggu depan " celetuk evan dan langsung di sambut dengan geplak lian pada kepala pria itu dan itu lumayan menyakitkan π΅
"tapi kan elo masih SMA " ujar Micheal masih belum menerima kenyataan itu
" geu gak tau " jawab rena ketus
"gue bener - bener kepo sama alasan daddy elo kenapa tiba - tiba ngejodohin elo " ujar evan
" atau jangan - jangan daddy sama mommy elo udah gak sabar ingin punya cucu " sahut lian sembari tertawa geli dan di ikuti dengan yang lain sementara Micheal hanya bisa tersenyum tipis mencoba untuk menutupi rasa sakit hati nya
"sialan elo " umpat gadis itu sembari melempar soft drink di depannya pada lian dan benda itu langsung mendarat empuk di dahi pria tampangnya itu seketika gelak tawa mereka pecah saat botol itu terbuka dan isinya menumpahi lian namun, tanpa mereka sadari di balik tawa mereka ada seseorang yang tengah terluka π
...----------------...
" Naura bilang ke gue kalo elo mau nikah, emang bener ya? " tanya broun memastikan, varo menatap pria itu datar.
" hm "jawab pria itu sembari menutup berkas yang ia baca dan meletakkannya ke atas meja. Broun tersenyum tipis mendengar jawaban pria itu.
" gue gak nyangka ternyata cowok kaku kek elo bisa suka juga sama cewek " ledek pria itu terkekeh geli dan mendengar ucapan pria di depannya itu membuat varo menatapnya tajam
"gue bukan gay " jawab varo ketus dan itu membuat broun terkekeh
"jadi cewek mana yang mau nikah sama cowok modelan kek elo? " tanya broun namun terkesan seperti meledek pria tampan itu . Dengan malas varo menyodorkan ponselnya pada broun dan pria itu langsung melihat siapa cewek yang akan di nikahi oleh sahabatnya itu.
Dahi pria tampan terlihat barkerut saat melihat foto cwek itu
" eh ini bukannya kayrena eleanora ya ? "tanya broun memastikan kalo yang di lihatnya itu tidak salah dan lagi - lagi varo hanya menjawab nya dengan dehaman
__ADS_1
" tapi, bukannya cewek itu incaran Samuel ya?"tanyanya lagi
"yes " jawab varo tanpa beban
" gilak elo, elo mau nikung Samuel ya "ujar broun benar - benar tak habis pikir dengan jalan pikir pria di depannya itu.
"gue gak sebrensek itu " jawab pria itu
"trus " broun benar - benar penasaran dengan alasan pria itu
" gue di jodohin sama dia dan gak bisa nolak, elo tau kan bokap gue kek gimana? "tanya balik varo pada broun dan pria itu mengangguk paham
" trus elo gak bilang sama Samuel? "tanya nya
" ada tapi, bukan sekarang dan elo rahasia ini dari dia "pinta varo
" ok, tapi kalo ada apa-apa gue gak tanggungjawab " ujar broun tidak mau ikut campur dan varo berdeham untuk mengiyakan permintaan pria itu
"jadi kapan kalian akan menikah? " tanya broun
" minggu depan " jawabnya malas
"wow " ujar pria itu sedikit terkejut sementara varo kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda itu.
...----------------...
ini ya guys si abang broun yang paling males pergi ke kantor πkarena pikirannya cuma cewek mulu π€£
maaf ya baru update π salam sayang dari authorπ
__ADS_1
jangan lupa vote, komen dan like readers πππ