CEO 'S TOMBOYISH WIFE

CEO 'S TOMBOYISH WIFE
Queen racing


__ADS_3

Dua motor sport melintasi jalanan yang menjadi jalan sirkuit mereka dengan kecepatan di atas rata - rata. Dua motor itu saling kejar mengejar saat mendekati garis finish, dan yang pertama kali melintasi nya adalah motor sport warna biru.


Dan terdengarlah sorakan para penonton terlebih keempat pria tampan, mereka berteriak -teriak senang karena sahabat mereka tidak pernah mengecewakan mereka. pengendara motor biru itupun membuka helmnya dan tergerai lah rambut pirang nya. keempat pria itu berjalan mendekati gadis itu


"Gimana kerenkan gue? " tanya gadis itu pada sahabat - sahabatnya itu


"pastinya dong " jawab mereka bersamaan, pengendara motor hitam itupun berjalan mendekati mereka dan pandangan mereka teralih pada pria itu


" keren banget penampilan elo malem ini, I like it "


puji pria itu pada rena


"thanks " jawab rena dengan tersenyum manis


"sesuai perjanjian awal, gue serahin motor gue ke elo " ujar pria yang bernama samuel sky itu tanpa mengalihkan tatapannya pada wajah cantik di depannya itu, pria itu memberikan kuncinya pada rena namun, bukan rena yang menerimanya melainkan evan, sahabat gadis cantik itu.


"gue harap kita bisa bertemu lagi di masa depan " ujar pria tampan itu sembari mengulurkan tangannya pada rena namun, lagi - lagi bukan rena yang membalas uluran tangan itu melainkan micheal, sahabat rena.


"hopefully" jawab micheal singkat, setelah itu rena beranjak pergi meninggalkan tempat itu dan diikuti dengan yang lain. Motor miliki samuel di bawa oleh lian dan merekapun pulang ke kediaman masing - masing .


...----------------...


Motor yang di kendarai oleh rena masuk ke dalam perkarangan mansion mewah milik keluarganya. Gadis itu masuk kedalam mansion dengan hati - hati agar tidak ketahuan oleh seseorang namun, takdir sedang tidak berpihak padanya,


klek...

__ADS_1


suara saklar menghentikan langkahnya dan sekitar gadis itu menjadi terang .


" ini sudah jam berapa rena? "tanya seseorang dengan suara terdengar tegas di telinganya , gadis itu menoleh dan menatap sang empu sembari menelan salivanya dangan kasar


" Daddy " panggil gadis itu pada pria yang tengah duduk di sofa sembari menatapnya savage 👿


rena berjalan mendekati pria paruh baya itu dan duduk di sampingnya.


" kenapa daddy belum tidur, ini kan sudah malam? "tanya gadis itu dengan takut - takut


'


" jika sudah malam kenapa kau baru pulang? " tanya nya balik pada gadis itu, rena terdiam sembari menelan kembali salivanya dengan kasar


" good night dad, muaah " ujar rena sembari mencium pipi pria paruh baya itu dan langsung pergi begitu saja. Tuan roy hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putri yang sedikit absurd.


"sepertinya aku harus menikahkannya dengan dia ?" gumam pria paruh baya itu pelan lalu beranjak pergi masuk ke dalam kamar.


Sementara di dalam kamar bernuansa blue grey , seorang gadis cantik merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


" hufttt , selamat " gumam gadis itu pelan sembari memeluk boneka teddy nya .



saat dirinya hendak memejamkan kedua matanya tiba-tiba pesan masuk dari seseorang. rena menyerengitkan dahinya saat membaca isi pesan itu.

__ADS_1


" siapa? " gumamnya pelan lalu kembali meletakkan ponsel nya di atas nakas dan kembali merebahkan tubuhnya, tapi lagi - lagi ada penggangu


"damt it " umpat nya ketika mendengar ponsel nya berdering pertanda ada yang sedang menelponnya, dengan kesal cantik itu menggeser tombol hijau ke atas dan langsung mendekatkan benda itu ke telinganya.


" halo"ujar rena ketus


" maaf kalo gue ngeganggu elo " ujar seseorang di sebrang sana , rena menyerengitkan dahinya saat mendengar suara yang tampak asing di telinganya


" maaf ini siapa? "tanya rena


" baru aja kita ketemu, masa lupa "sahut orang itu lagi , gadis itu memutar ingatan nya dengan siapa saja yang ia temui tadi dan nama samuel terlintas di otak cantiknya


" oh, samuel " tebak rena


" cepet banget sih elo lupa sama suara gue "ujar samuel sembari terkekeh kecil


" sorry , kok elo bisa dapet nomor gue? "tanya rena lagi


" itu mudah "jawab pria itu, rena terkekeh kecil sembari mengangguk mengiyakan jawaban pria itu karna pasti dari peter pemilik arena balap itu.


saat jam menunjukkan jam dua dini hari barulah mereka memutus sambungan telpon, dan rena langsung merebahkan tubuhnya sembari tersenyum manis saat mengingat obrolannya dengan samuel tadi.


" lumayan "gumamnya pelan sembari memejamkan matanya menuju alam mimpi 💭


Good night rena 😊

__ADS_1


__ADS_2