
Di pagi harinya sinar matahari mencoba mengintip dua sejoli yang sedang berpelukan di atas ranjang
gadis cantik itu bangun dan mencoba untuk menetralkan cahaya sekitar dengan kornea matanya . saat mata indah itu terbuka sepenuhnya, ia merasakan sesuatu yang berat tengah menindis dadanya
"Aaaaa" teriak gadis itu terkejut saat melihat tangan kekar berada tepat di dadanya dan yang pasti sang empu bisa merasakan dua gundukan dibalik bajunya itu
melihat siapa pemilik tangan itu membuat gadis cantik itu sangan kesal, dengan kesal gadis itu mendorong tubuh yang dua kali lipat lebih besar darinya itu menjauh sampai - sampai membuat pria itu terjatuh dari ranjang
"grubak" suara itu terdengar begitu keras saat
tubuh kekar itu mencium lantai dan itu langsung membuat sang empu terbangun dari mimpi indahnya
"aw" pekiknya kesakitan sembari mengusap punggung serta pantatnya yang terasa sakit dan panas
mata tajamnya mencari sang pelaku dan tatapan nya langsung tertuju pada gadis cantik yang sedang membungkus tubuhnya dengan selimut
" hei apa maksudmu mendorong ku dari ranjang " bentak varo marah
"jangan salahkan aku, itu semua karena ulah mu " jawab rena tak mau kalah
" oh ya , memangnya apa yang aku lakukan hah? "tanya pria itu
" kau menyentuh benda paling berharga ku " sentak rena kesal. varo menyeringai😏
"oh ya , benda mana yang kau maksud nona rena ? " pancing varo licik
"kau tidak perlu tau benda mana yang kau sentuh " jawab rena ketus sembari menatap tajam pria tampan itu
"oh ya, tapi aku ingin tau " goda pria tampan itu , entah kenal senang sekali menggoda gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu
varo juga merasa heran kenapa dirinya suka menggoda gadis itu padahal sebelumnya dirinya sama sekali tidak menyukai hal itu dan ini benar - benar membuatnya gila
"dasar om - om mesum " pekik rena sembari melempari pria itu dengan bantal mendapat serangan itu membuat varo harus menghindar
" hei hentikan " perintah pria itu sembari menipis benda persegi empat itu dan menatap tajam gadis itu begitu sebaliknya
"hei ,bukan aku yang mesum tapi kau yang selalu menggoda ku, apa kau tidak ingat kejadian semalam hah? " ujar pria itu sembari menyeringai
"apa? aku menggoda mu? cuih.. jijik " sentak gadis itu pedas
" memangnya kau ingat kejadian semalam? " goda pria itu lagi dan itu membuat rena melotot marah
"kau... sampai berani macam - macam dengan ku akan ku bunuh kau " sentak rena marah
sementara varo hanya terkekeh ternyata asik juga menggoda gadis itu
__ADS_1
" sudahlah, aku hanya bercanda pergilah mandi. toh aku juga tidak tertarik dengan tubuh mu juga kau bukan tipe ku, kau terlalu rata apalagi dadamu " hina varo santai
" hei kau tidak perlu mendeskripsikan tubuh ku" sentak rena benar - benar naik oktaf
" ck,sudah sana mandi lama - lama aku malas berdebat dengan batu " perintah pria itu sembari melempar handuk tepat pada wajah gadis itu
" damt it " umpatnya saat merasakan benda mengenai wajah cantik paripurna nya itu
" puk " varo memukul bibir gadis itu sedikit kuat tapi tidak sampai membuat benda pink itu terluka, rena merintih sakit menyentuh bibirnya sembari menatap tajam pria yang berani memukulnya itu , belum sempat dirinya protes varo langsung menyahut
" jaga ucapanmu, sudah sana mandi setelah itu pergi dari apartemen ku " udirnya sembari beranjak pergi meninggalkan gadis itu di kamar
sementara rena melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi sembari menggerutu kesal.
...****************...
note :
varo dan rena akan berbicara elo - gue hanya pada sahabat - sahabat mereka. sementara aku - kamu ,pada orang lain agar terkesan lebih sopan 🙂
...----------------...
seorang gadis cantik keluar dari kamar mandi hanya menggunakan Bathrobe saja karena dirinya lupa tidak membawa baju gantinya .
rena menatap varo sinis
" memangnya aku menyimpan bajumu " jawab varo tak kalah ketus
" gunakan saja bajumu tadi " tambah nya lagi
" aku tidak mau " tolak rena
"ya sudah " varo kembali fokus pada ponselnya, mendengar jawaban itu membuat gadis itu sangat kesal
" ya sudah aku pakai bajumu saja " rena langsung berjalan menuju walk in closed tanpa menunggu persetujuan dari pria itu, mendengar itu membuat varo menghentikan kegiatannya dan langsung berlari menahan gadis itu
"why? " tanya rena ketus sembari menatap tajam wajah tampan itu
" aku tidak mengizinkan kau menggunakan bajuku "ujar pria itu dingin
" I don't care " jawabnya sembari mendorong tubuh pria itu menjauh darinya dan segera masuk kedalam walk in closed tapi, dengan sigap varo langsung menahan tangan mulus itu sehingga membuat sangat empu menghela nafas kasar dan menatap nya tajam
"lepaskan tangan ku " perintah gadis itu kesal
" jika aku tidak mau, kau mau apa hm? " tanyanya balik, entah kenapa dia senang sekali menggoda gadis itu dan itu sedikit membuatnya gila
__ADS_1
"ih ku bilang lepasan kan " pekik gadis itu sembari menarik - narik tangan nya namun dia akui kekuatan nya tidak sebanding dengan varo tapi dia tidak akan menyerah semudah itu
"coba saja sendiri " ujarnya santai dengan tangan terus memegang tangan mulus itu dengan erat namun tidak sampai menyakitinya
rena mencoba sekuat tenaga menarik tangan nya dari cengkraman varo sementara pria tampan itu hanya diam saja mengamati wajah cantik itu dengan lekat
"cantik " itulah satu kata yang bisa dirinya deskripsikan untuk makhluk ciptaan Tuhan ini
"hei ku bilang lepaskan " rena terus menarik tangannya tapi varo tidak mengindahkan ucapan itu dan tetap fokus mengamati wajah cantik itu
dengan kesal rena menendang perut sixpack itu menggunakan lututnya sampai-sampai membuat sangat empu merintih kesakitan dan langsung melepaskan tangan mulus itu , menyentuh perutnya yang terasa sangat nyeri
sementara rena kehilangan keseimbangan karena posisinya tadi kurang mendukung sehingga membuat tubuhnya hampir membentur dinding jika saja varo tidak menahan tubuhnya, sampai-sampai membuat pria itu mengabaikan rasa sakit pada perutnya
tangan kiri varo menahan kepala gadis itu agar tidak terbentur dinding sementara tangan kanannya menahan tubuhnya agar memberi jarak antara mereka dan pandangan mereka saling beradu
namun pandangan pria tampan itu turun dan langsung tertuju pada dada gadis itu karena bathrobe yang di kenakan rena sedikit terbuka dan dirinya bisa melihat sesuatu dari balik benda putih itu
jakunnya naik turun saat melihat benda itu terpampang begitu jelas di depan matanya ,
rena terbelalak saat mengerti arah pandangan pria itu
dengan geram gadis cantik itu mendorong tubuh kekar itu menjauh darinya dan langsung berlari masuk kedalam walk in closed
"dasar om - om mesum " teriaknya dari dalam sementara varo hanya diam menatap kepergian gadis itu
didalam pikiran nya hanya terbayang sesuatu di balik bathrobe tadi
"gila, gila, gila, " umpatnya sembari memukul kepalanya pelan. entah mulai kapan pikiran nya menjadi kotor seperti ini padahal sebelumnya baik - baik saja
apa dia perlu pergi ke dokter, untuk mencuci otaknya agar bersih kembali?. ah sudahlah memikirkan nya saja membuatnya gila
...----------------...
jangan lupa like, vote dan komen ya 😄
maaf ya kalo masih ada kesalahan soalnya author nya masih amatir🤣🤣🤣
dan jangan lupa dukungan biar bisa up terus udah ah author tinggal, byeee jumpa lagi
#rena#
__ADS_1
#varo#