
"baru juga sah udah berantem aja sih " gumam biel saat melihat kedua pengantin itu , evan menepuk pelan bahu Micheal
"cewek gak cuma satu mike, lupakan rena dia sekarang udah nikah " ujar evan pelan. pria tampan itu hanya bisa mengangguk pelan mengiyakan ucapan sahabatnya itu
"gue bakal kubur perasaan ini sedalam-dalamnya selagi elo bahagia na " batin pria tampan itu tersayat tanpa mengalihkan pandangan nya dari wajah cantik yang tengah berkumpul dengan keluarganya
🌹🌹🌹🌹
keempat pria tampan itu berjalan mendekati varo dan rena yang sedang berbincang dengan para kolega bisnis varo .
"uyy " ujar evan sembari menepuk bahu sahabat cantiknya itu
rena menoleh dan langsung mendapati wajah tampan sahabat- sahabatnya, gadis itu tersenyum manis
"kalian dari mana aja sih, dari tadi gue cariin juga " omel nya kesal
"kenapa elo nyariin kita? " tanya lian
"rindu? " tambahnya
"idih pede banget sih elo "sahut gadis itu ketus
"udah gak usah debat teros " lerai biel menengahi perdebatan kedua sahabatnya itu
"oh ya na, selamat ya jadi istri yang baek jangan suka ngebantah suami elo, gue takut suami elo gak betah lama-lama sama elo " celetuk pria itu
"woy elo do'ain gue biar cepet cerai ya " celetuk gadis itu namun dengan cepat varo menepuk mulut gadis itu sedikit keras tapi tidak sampai menyakiti sang empu
"aw sakit tauk " pekiknya sembari membalas memukul lengan pria yang kini telah menjadi suaminya itu
"mangkanya kalo ngomong jangan sembarangan " ujar pria tampan itu dingin sembari menatap tajam gadis di sampingnya itu
sementara keempat pria tampan itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat perseteruan kedua pengantin baru itu yang membuat mereka jengah
"stop " evan menengahi perdebatan di antara kedua pengantin baru itu
"ini kado dari gue semoga elo suka karena butuh perjuangan dapetin ini kado, kudu ke rusia dulu baru bisa dapetin ni kado " ujar pria itu serius sembari menyodorkan benda ditangannya itu kepada rena , gadis itu menerimanya dengan tatapan curiga
"ini juga dari gue semoga elo juga suka " ujar biel dan lian bersamaan . rena menerimanya
" buruan buka " pinta evan mendesak
__ADS_1
"nanti aja " jawab rena tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah tampan pria -pria itu
"sekarang aja na " desak lian
"emang kenapa sih " ujar ren kesal
"ya gak kenapa -kenapa sih, tapi gue mau liat elo suka apa gak sama kado dari kita " jawab biel santai
"cepet dong na buka " desak lian
" huh, ya gue buka "ujar gadis itu malas sembari membuka kado ketiga pria itu yang terlihat sangat mencurigakan
benar dugaannya, ternyata isi kado itu adalah sutra dan itu alasan nya kenapa dirinya malas membukanya disini, kan malu sama varo (⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄)
pipi kedua pengantin itu memerah menahan malu sementara keempat pria itu cekikikan tanpa dosa
" sialan elo "umpat gadis itu pada ketiga pria tampan itu sembari menatap tajam mereka
" ini yang elo bilang butuh perjuangan? "tanya gadis itu kesal pada ketiga pria itu dan berusaha menahan malu sementara varo hanya diam mencoba menutupi semburat merah di pipinya
" ya iyalah kan gue belinya ke rusia dulu baru bisa dapet ni barang " ujar biel dengan tampangnya sok serius
Micheal pria patah hati itu berjalan mendekati gadis cantik itu dengan sebuah kota persigi empat di tangannya
"ini dari gue , semoga elo suka sama pemberian gue " ujar Micheal dengan senyuman manis nan tulus terukir di wajah tampannya
"nah ini baru sahabat gue, gak kayak elo - elo pada " rena langsung menerima kotak persegi itu dengan senyuman bahagia
dengan excited, gadis cantik itu membuka kotak itu. seketika bola mata indah itu terbelalak kaget saat melihat isinya
dengan cepat gadis itu langsung menutup benda itu agar varo tidak bisa melihat isi benda laknat itu. apa lagi kalo bukan lingerie si baju laknat
"sialan elo mich, gue kira elo beda dari mereka - mereka ternyata lebih parah " umpatnya kesal saat mengingat isi benda laknat itu
sementara pria yang tengah di umpati itu hanya cengar - cengir tanpa dosa
"why? " tanya varo sembari mencoba mengambil benda itu di tangan sang istri tapi langsung disembunyikan oleh gadis itu di belakang tubuh ramping itu
" bukan apa - apa kok, benda kek gitu tu harus di singkirkan dari muka bumi ini "ujar rena senyum manis ralat terpaksa yang lebih tepatnya lalu menatap Micheal tajam
" emang apa sih? " tanya varo masih penasaran
__ADS_1
"bukan apa - apa, udah ayo ke temen - temen elo " ajak rena sembari sedikit mendorong tubuh yang lebih besar darinya itu menjauh dari pria - pria tampan itu yang tengah terkekeh geli melihat dirinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
acara pun selesai, para tamu undangan pun pulang ke kediaman masing-masing. Begitu pun dengan para keluarga besar maxton dan edison.
sementara rena dan varo pergi ke hotel yang disiapkan oleh kedua orang tua mereka , ya walaupun sebenarnya keduanya tidak mau.
🌹🌹🌹🌹🌹
dan untuk kado pemberian Micheal, vabiel, evan dan juliano itu hanya bercanda 😉 dan yang asli ini 👇👇
ini jet pribadi pemberian dari vabiel robert 😁 maaf kalo sederhana
kalo ini kado pemberian dari evan martin 😃
vila pribadi ♡
ini kado pemberian dari juliano mark
pulau pribadi ☺
dan terakhir kado pemberian dari pria tampan sejuta umat siapa lagi kalo bukan Michael white
kapal pesiar ❤
ada yang mau jadi pasangan keempat jomblo itu gak?
kalo mau jangan lupa tinggalin jejek ya readers
😁😀😊🙃❤
salam sayang dari author 🥰😘😘
__ADS_1