CEO 'S TOMBOYISH WIFE

CEO 'S TOMBOYISH WIFE
pernikahan


__ADS_3

hari yang di tunggu - tunggu oleh para orang tua tapi tidak dengan kedua mempelai itu telah tiba, dan itu membuat rena benar - benar frustasi


seperti saat ini, gadis itu terlihat cemberut di pantulan kaca kamarnya, tak lama pintu kamar itu terbuka dan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu masuk


"oh my god, rena " pekik wanita itu terkejut saat melihat sangat putri masih memakai piyama lengkap dan yang pasti belum mandi


nyonya xiaoby benar - benar geram melihat gadis itu malah mengacuhkan nya dengan kembai tidur dan tangannya sebagai bantal


"dasar pemalas, cepat sana mandi kau harus segera bersiap - siap untuk nanti malam " perintah wanita itu sembari menjewer telinga rena kuat0p0


" ihh mommy sakit "pekik gadis itu sembari mencoba melepaskan tangan wanita itu dari telinganya


" bagaimana rena mau mandi kalo sebagian tubuh rena masih tertinggal " ujar gadis itu melihat tangan sang mommy masih menarik telinganya


wanita paruh baya itu menghela nafas lalu melepas tanganya dari telinga gadis itu


secepat kilat gadis cantik itu berlari meninggalkan sang mommy dan segera masuk kedalam kamar mandi


20 menit kemudian


seorang gadis cantik keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe dan handuk kecil di atas kepala untuk mengeringkan rambut nya yang basah


mata cantik itu melotot saat melihat kamarnya hampir di penuhi oleh patung - patung manekin lengkap dengan gaun pengantin yang menempel pada patung patung itu


" mom kenapa banyak sekali benda - benda ini di kamarku? "tanya rena bingung


" tentu saja nanti malam akan kau kenakan"jawab nyonya xiaobi santai


"what!!! mom don't joke " pekik gadis itu kaget


"mom bukannya rena sudah ada gaun pengantin ya tapi ini... " ujar gadis itu berhenti karena kehabisan kata-kata kek author nya πŸ€£πŸ˜†


"itu karena gaun pengantin pilihanmu sangat jelek dan pasaran, mommy tidak suka "


" sekarang mommy yang akan turun tangan untuk memilihkan mu gaun jadi kau diam saja "


"oh my god " rena hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan


"sudahlah , ayo ikut mommy memilih gaun yang cocok untuk mu "wanita paruh baya itu langsung menarik tangan sang putri masuk ke dalam walk in closed untuk mencoba satu persatu gaun - gaun itu


2 jam kemudian


rena duduk di sofa dengan keringat membanjiri dahinya dan itu membuat dirinya kembali gerah


karena dari tadi bolak balik walk in closet hanya untuk mencoba semua gaun pengantin yang ada di dalam kamarnya itu


kalo cuma satu dua ok fine, tapi ini sekitar 50 gaun bahkan lebih dan itu sampai membuat kakinya ngilu karena lelah


untung saja gaun pilihan mommy sudah dapat jika tidak ... bisa di pastikan dia akan menggunakan kursi roda saat pernikahan nya nanti


gaun pilihan nyonya xiaobi jatuh pada gaun berwarna putih dengan bagian dada sedikit turun dan bagian belakang turun sampai pinggang sehingga memperlihatkan punggung mulus sang mempelai



kira - kira kek gini ya readers πŸ˜„ kalo gak sesuai haluan bisa halu sendiri



dan ini jas yang abang varo pake πŸ˜„


πŸ‘°πŸ’πŸ€΅πŸ’’


The Clermont, charring cross , london



hotel mewah terbaik no. 1 di london itu menjadi tempat di mana kedua tuan dan nona muda maxton dan edison melaksanakan pernikahan mereka


hotel itu di sulap menjadi tempat super mewah bak istana Disney lengkap dengan hidangan mewah dan pastinya berkelas atas


para tamu undangan mulai berdatangan dengan dress code white tie sehingga terlihat tampak begitu cantik dan menyatu dengan dekorasi


tuan john dan tuan roy hanya mengundang kolega bisnis mereka dan beberapa kenalan mereka saja sementara teman - teman sekolah rena tidak mengetahui acara pernikahannya sesuai permintaan gadis cantik itu kecuali keempat bestie nya yang tampan itu


meskipun ada yang tau rena tidak peduli karena tidak akan bisa mengeluarkan nya dari sekolah karena sekolah itu milik keluarga maxton


dan keluarga maxton tidak mengumumkan pada publik atas pernikahan putra pertamanya dan itu juga permintaan rena walaupun dirinya menginginkan hal itu tapi dirinya tidak boleh egois


di dalam kamar hotel, seorang pria tampan tengah duduk santai walaupun sebenarnya dirinya sangat gugup tapi begitu mudah di tutupi dengan wajah datar nya

__ADS_1


mata tajam itu menatap sahabatnya yang tengah berjalan mendekatinya dan langsung mendaratkan pantat mereka di sofa


"you crazy, varo " ujar seorang wanita cantik tengah menatap tajam dirinya dan duduk disampingnya


"elo mau nikahin gadis incaran Samuel ?sebenernya elo itu sadar gak sih? ingat ro Samuel sahabat elo " omel wanita cantik itu kesal dengan apa yang di lakukan oleh pria tampan itu


"of course, gue sadar! ra asal elo tau gue juga gak mau nikah sama gadis liar kek dia tapi ini terjadi karena keinginan bokap sama nyokap gue " varo mencoba menjelaskan pada wanita cantik itu


"tapi elo gak perlu ngerahasiain masalah ini dari Samuel kalo dia tau trus salah paham gimana coba " ujarnya lagi . varo tersenyum manis


"biar ini jadi urusan gue sama dia, emang elo mau ngeliat Samuel nikah sama elea ? " tanya pria itu lembut , Naura menghela nafas sembari menundukkan wajahnya dan berusaha menahan air nya agar tidak jatuh


"gak maukan? " tanya pria itu lagi , wanita itu menggelengkan kepalanya pelan , melihat respon itu membuat varo tersenyum tipis sementara broun hanya diam nyimak


"jadi biarin aja gue nikah sama elea , asalkan sahabat cantik gue ini gak sakit hati liat pujaan hatinya jatuh ke tangan gadis lain " ujar varo lembut sembari tersenyum manis dan tangan kekarnya terulur membelai rambut panjang wanita cantik itu


"tapi kebahagiaan elo hilang karna gue " Naura menatap wajah tampan varo lekat


"sudahlah jangan pikirin gue, gue bakal bahagia kok nikah sama elea " varo tersenyum penuh arti


"gue bakal buat elo bertekuk lutut di bawah gue kayrena eleanora " batin pria itu


"kandang singa menanti mu gadis liar " sembari tersenyum smirk😏



#naura Lauren wanita cantik asli InggrisπŸ‡¬πŸ‡§πŸ˜˜


...----------------...


sementara di kamar hotel mempelai wanita, seorang gadis tomboy kini telah menjelma menjadi sosok wanita cantik dan dewasa di tambah gaun yang di kenakannya semakin memperkuat aura kecantikan nya


"mom bisa tidak ganti gaun saja " keluh gadis itu merasa tidak nyaman apalagi bagian depan dan belakang terbuka sehingga memperlihatkan tubuhnya yang putih dan mulus


"no " sahut nyonya xiaobi tegas


ceklek..


suara pintu membuat sebagian orang yang di dalam kamar itu teralihkan dan menatap sang pelaku


seorang pria paruh baya tengah berdiri di smbang pintu sembari tersenyum manis menatap gadis kecilnya itu


" ayo mempelai pria sudah menunggu di bawah bersama yang lain "ujar tuan roy pada kedua wanita cantik itu


" hei.. don't cry babe " ujar tuan roy sembari menghapus air mata sang putri


"daddy tidak sedih ? " tanya rena sembari mendongakkan wajahnya menatap sang ayah


"kenapa daddy harus bersedih , inikan hari bahagia kamu sayang " jawab pria itu, bohong jika dirinya tidak sedih tentu saja dirinya sangat sedih karena sebentar lagi putri satu satunya itu akan segera memiliki rumah tangga sendiri apalagi di usianya yang masih di bilang labil itu


tapi setidaknya putrinya tidak meninggalkan nya dalam jangka waktu yang lama dan hal itu membuatnya mengingat seseorang yang telah lama pergi meninggalkan nya untuk selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi


"tapi di novel yang rena baca pasti para orang tua menangis saat anaknya menikah " ujar rena tidak terima dengan jawaban sang ayah


"ayolah sayang berhenti menyamakan dunia nyata dengan dunia novel itu "


"hei..kalian berdua berhentilah berdebat kita harus segera ke bawah pasti mereka sudah menunggu "lerai nyonya xiaobi karena dirinya juga tidak mau rena mengetahui jika dirinya sangat sedih


🌹🌹🌹


Dengan wajah cemberut rena berjalan berdampingan bersama sang ayah dan itu tidak lepas dari pandangan tuan roy


" ayolah sayang senyum "pinta tuan roy lembut sembari menarik salah satu pipi sang putri


rena menghela nafas dan menuruti permintaan sang ayah dan itu membuat pria paruh baya itu tersenyum senang


dengan langkah pasti kedua orang itu berjalan menuju altar di mana sang mempelai pria menunggu


para tamu undangan sangat terpesona dengan kecantikan sang mempelai wanita begitu juga dengan varo


pria tampan itu sampai tercengang saat melihat gadis tomboy yang menyebalkan kini menjadi sangat cantik dan dewasa bak putri kerajaan


tapi segera mungkin pria tampan itu menepis rasa kagumnya pada gadis yang sebentar lagi akan menjadi pendamping nya di masa depan


varo melihat sekelilingnya yang terlihat mereka juga sangat terpesona dengan kecantikan seorang kayrena eleanora


dan entah kenapa itu membuatnya sangat kesal apalagi melihat gaun yang di kenakan oleh rena yang memperlihatkan sedikit bagian depan sehingga terlihat benda menonjol dibalik gaun itu dan bagian belakang memperlihatkan punggung mulus yang terekspos


dan itu membuatnya sangat kesal, ingin rasanya pria itu menarik gadis itu dan mengurungnya di kamar sehingga hanya dirinya yang bisa melihat pemandangan indah itu tapi dirinya tidak mungkin melakukan itu karena bisa - bisa mereka salah paham dan berpikir dirinya sudah jatuh cinta pada gadis liar itu

__ADS_1


tapi memang sih pria itu sudah jatuh cinta terlebih dahulu pada gadis yang di anggapnya hanya gadis liar dan menyebalkan itu tapi pria itu berusaha mencoba menepiskan perasaan itu


"saya harap kau bisa menjaga putri kesayangan ku ini, jika kau menyakitinya saya akan membawanya kembali jadi ingat peringatan ku ini " ujar tuan roy saat tepat berada di depannya


" saya tidak bisa janji tapi saya akan berusaha menjaganya sekuat tenaga saya "jawab pria tampan itu penuh keyakinan . pria paruh baya itu mengangguk mengiyakan ucapan varo dan beranjak pergi menuju sang istri berada


pandangan kedua mempelai itu beradu dan tampak beringas seperti seekor Harimau dan raja hutan yang ingin menerkam


keduanya berjalan menuju kearah dimana pendeta berada


"hei kenapa kau menggunakan gaun seperti ini? " tanya varo kesal sembari berbisik agar mereka tidak mendengar pembicaraan mereka


"tanyakan saja pada mommy " jawabnya ketus


"halah bohong, bilang saja kau ingin memamerkan dada ratamu ini kan " tuduh pria itu


dengan kesal gadis itu mencubit perut pria tampan dengan kuat sampai sang empu meringis kesakitan sementara rena tersenyum lebar karena berhasil melampiaskan kekesalannya itu


*


*


keduanya berhadapan dengan pendeta dan siap untuk mengucapakan janji suci


"silahkan ucapan janji suci anda tuan " perintah pendeta itu pada varo


"saya regan alvaro maxton, berjanji akan menjadi seorang suami yang bertanggungjawab, mencintai istri saya dengan tulus, menerimanya suka maupun duka, kaya atau miskin, sehat atau sakit sampai maut memisahkan " ujar pria itu penuh keyakinan . pendeta itu mengangguk dan mengalihkan pandangannya pada mempelai wanita


"sekarang anda nona " perintah nya pada rena sementara ren tidak bergeming dari lamunannya sehingga membuat varo menyenggol lengan gadis itu agar tersadar dari lamunannya itu


"why? " tanya gadis itu ketus


"sekarang giliranmu mengucapkannya " jawab varo pelan


"mengucapkan apa? " tanya lagi


"seperti aku tadi " jawab pria itu gemes ingin sekali varo banting gadis itu tapi sayang πŸ˜† (gimana sih bang πŸ˜…) mendengar jawaban itu membuat rena ber - oh ria


"saya regano alvaro maxton, berjanji akan menjadi suami yang bertanggungjawab, mencintai istri saya dengan tulus, menerimanya suka maupun duka, kaya atau miskin, sehat atau sakit sampai maut memisahkan " hajar gadis itu dengan lantang dan penuh percaya diri


dan itu langsung mengundang tawa para tamu undangan sementara nyonya xiaobi, tuan roy, nyonya Shea , tuan John,varo dan Micheal serentak menepuk dahi mereka pelan karena bisa- bisanya di hari sakral ini gadis itu bercanda


"temen elo " ujar lian pada biel sembari memukul mukul lengan pria itu


"idih bukan temen gue, temen elo kali " jawab biel melempar olokkan itu pada evan


"gue gak punya temen kek gitu πŸ˜„" jawab evan masih tertawa geli sementara Micheal hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah sahabat - sahabatnya yang sedikit absurd itu


"kenapa mereka tertawa , aku salah ya? " tanya gadis itu pada varo dan langsung di hadiahi dengan jitakan yang lumayan kuat


"hei kenapa kau menjitakku, sakit tauk " keluhnya sembari mengelus bekas jitakan pria tampan itu


sementara para tau tambah tertawa melihat kedua pengantin itu yang sama seperti tom and Jerry saja sedangkan kedua orang tua mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah anak - anak mereka


"seharusnya kau mengganti dengan namamu, rena " jawab varo benar - benar gemes dengan tingkah gadis itu


"hei kenapa kau menyalahkan ku, kau tadi menyuruhku untuk mengatakan seperti mu, jadi disini yang salah adalah kau " ujar rena kesal


"huftt... terserah kau " jawab varo mengalah dari pada berdebat pada batu πŸ—Ώ


"mereka nikah aja belum udah berantem apalagi udah nikah " ujar biel sembari menggelengkan kepalanya


"trus kalo malam pertama gimana ya " celetuk lian dan langsung mendapat jitakan dari evan


"gilak elo, jadi kepikirabkan gue " ujar evan


"iya otak gue udah travelling kemana - manakan jadinya " sahut biel menanggapi sementara Micheal hanya nyimak pembicaraan sahabatnya itu dan berusaha untuk menutupi sakit hati nya itu


di posisi varo dan rena, pendeta meminta rena untuk mengulangi janji sucinya kembali


"saya kayrena eleanora, berjanji akan menjadi istri yang patuh kepada suami saya dalam hal kebaikan, mencintai suami saya dengan tulus, baik kaya atau miskin, suka atau duka, sehat atau sakit sampai maut memisahkan " akhirnya janji suci itu pun selesai di ucapkan


"baiklah di mata agama dan negara kalian telah sah menjadi suami- istri "


"dan silahkan anda mencium pasangan anda " perintah pendeta pada varo


pria tampan itu me natap lekat gadis di depannya itu yang kini sudah menjadi istri nya


varo menarik pinggang gadis itu pelan agar mendekat padanya dan itu langsung membuat jantung gadis itu berdetak cepat terlebih lagi saat wajah pria tampan itu semakin dekat dengan wajahnya, rena memejamkan matanya tiba - tiba sebuah ide jahil melintas di kepala pri itu

__ADS_1


"cup " benda kenyal dan lembut itu mendarat di dahi gadis itu singkat seketika rena membuka matanya dan menatap pria di depannya itu


"kenapa kecewa? " tanya varo sembari tersenyum usil dengan kesal bercampur malu gadis cantik itu mendorong tubuh pria itu dan langsung meninggalkan pria itu di sana sendiri berjalan menuju kedua orang tua nya


__ADS_2