
Salah dikit aja dikoreksi.Belum juga ada hubungan udah kelewatan bapernya.Kalau udah jadi pacar atau istri bisa dikurung itu tiwi sama rei gk di bolehin kemana mana.Batin briyan memberontak tapi tak berani buat bersuara.
Akhirnya mereka bertiga sarapan dengan cepat karna tiwi takut jika telat sampai kantor. Tiwi yang buru buru selesai sarapan langsung membawa piring dan gelas bekas ia sarapan ke westafel untuk di cuci.Selesai mencuci piring tiwi langsung pamit.
"Mas rei mas briyan Tiwi duluan ya takut telat soalnya" pamit tiwi pada rei dan brian
"Eh wi kita bareng aja berangkatnya" Ajak rei pada tiwi
"Gak usah mas tiwi berangkat naik motor aja biar cepet ga sampai sepuluh menih juga udah nyampek" tiwi langsung kabur menuju parkiran dimana motornya berada
Tiwi langsung menuju parkiran motor dan langsung melajukan motornya menuju kantornya.Tiwi sampai kantor dan langsung melakukan absensi karna lima menit lagi dia akan terlambat jika tidak segera absen.
Tiwi masuk ke ruangan yang di peruntukan untuk team nya.Tiwi menangani proyek pembangunan vila di lampung di salah satu pantai yang akan di explore untuk umum jika pembangunan selesai tahun ini maka awal tahun akan dibuka untuk umum.
Tiwi merasa bahagia karna dia bisa bekerja dan waktu libur bisa pulang ke rumah.Tiwi mengerjakan prosposal pengajuan dana untuk mulai pembangunan.Tiwi yang sedang fokus dengan pekerjaannya sampai lupa jika sudah waktu makan siang.
__ADS_1
Tiwi berjalan menuju kafetaria yang ada do gedung perusahannya. Tiwi yang memang orang introvet mengambil kursi yang berada di pojok yang tak terlihat oleh banyak orang.Tiwi selalu merasa risih saat di lihat banyak orang.
Rei yang sedang berjalan dengan brian melihat ada tiwi yang sedang makan sendirian memutuskan untuk makan siang bersama.
"Yan tolong pesenin gw makan ya, ge duduk dipojok sana" thanks ya ucap rei pada brian
"Ok bos" briyan langsung bergegas memesan makan siang untukmya dan rei.
Saat rei dan briyan masuk ke kafetaria semua mata menatap penuh kagum dengan keindahan yang tercipta. Rei dengan tinggi badan seratus delapan pulus centi dan dengan hidung yang mancung bibir tipis serta alis yang lebat dan tertata sungguh ciptaan tuhan yang nyaris sempurna membuat kaum hawa meronta ronta.
"Tiwi boleh mas gabung disini?" tanya rei padahal dia sudah duduk disebelah tiwi
"Uhukk uhukk" tiwi tersedak nasi yang ia makan saking kagetnya
"Ini diminum dulu, kalau makan oelan pelan tiwi gk ada yang ambil nasi kamu loh wi" sambil mengangsur menuman ke tiwi
__ADS_1
"Makasih pak" jawab tiwi dan dengan senyuman manisnya
"Haelah kalian lagi mojok aja dimari, pantesan"
Belum selesai briyan bicara langsung dibungkam mulutnya oleh rei dengn gulungan tisu.
"Ampundah nih mulut loh bukan burit yang harus di lap pake tisu gulung" briyan ngomel ngomel
"Diem lo, mana makanannya?!" tanya rei emosi
"Tunggu bentaran juga di anter" jawab briyan
"Adek manis sendirian aja sih kok gk sama temen nya si bram itu?" tanya briyan memancing rei
Briyan yang sudah mengetahui jika rei menyukai tiwi pun mulai melancarkan aksi dengan mengompori rei melihat seberapa cemburunya rei.Bahkan briyan sudah mengetahui semua masalalu dan bahkan lingkungan pergaulan tiwi.Dan itu membuktikan bahwa tiwi benar benar permpuan yang amat sangat tertutup bahkan ia tak pernah sekalipun mau berteman dengam laki laki.
__ADS_1